Berita

Polresta Bandung Ungkap Kasus Perjudian Online, Tersangka Selebgram Ibu Rumah Tangga Ditangkap

BANDUNG – Polresta Bandung kembali berhasil mengungkap kasus perjudian online dalam rangka mendukung program pemerintah Asta Cita, yang bertujuan untuk memberantas judi online, penyelundupan, korupsi, dan narkoba. Dalam pengungkapan terbaru, pihak kepolisian menangkap seorang ibu rumah tangga sekaligus selebgram berinisial DFA (25) yang diduga terlibat dalam mempromosikan situs judi online melalui media sosial.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 11 November 2024, mengungkapkan bahwa tersangka telah menjalankan aksinya selama lebih dari dua bulan. DFA memanfaatkan platform Instagram untuk mempromosikan situs judi online, termasuk situs-situs populer seperti Indo Sultan dan Kyoto, dengan cara memposting konten yang mengarahkan pengikutnya untuk bergabung dalam aktivitas perjudian.

“Tersangka menggunakan akun Instagram-nya untuk memposting konten promosi judi online yang memudahkan pengikutnya untuk terlibat dalam perjudian. Dari kegiatan ini, tersangka memperoleh penghasilan sekitar 1,5 juta rupiah setiap dua minggu,” ujar Kusworo dalam keterangannya.

DFA, yang berasal dari Kecamatan Ciluluk, Kabupaten Bandung, tidak hanya sekadar mengandalkan media sosial, namun juga aktif berinteraksi dengan para pengikutnya untuk memperlancar transaksi perjudian. Tersangka diketahui menerima pembayaran secara berkala melalui transfer uang, sebagai imbalan atas promosi yang dilakukannya.

Kapolresta Kusworo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya jaringan perjudian online yang lebih luas yang terlibat dalam kasus ini. “Kami akan terus mendalami kasus ini dan mengusut lebih lanjut apakah ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan perjudian online yang lebih besar,” tambah Kusworo.

Kusworo juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan dan praktik perjudian yang banyak beredar di dunia maya. “Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap ajakan yang berkaitan dengan perjudian online, baik melalui media sosial maupun platform lainnya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka DFA dijerat dengan Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang perjudian, serta Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Ancaman hukuman bagi tersangka adalah penjara hingga 10 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Editor

Recent Posts

Jelang Musim Haji, Menhub: Terminal 2F Bandara Soetta Sudah Sangat Siap

Pada tahun ini total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap…

25 menit ago

Viral! Mobil Travel Ngebut dan Ugal-Ugalan di Tol Purbaleunyi

SATUJABAR, BANDUNG--mobil travel berkecepatan tinggi ugal-ugalan di Jalan Tol Purbaleunyi. Aksi ugal-ugalal mobil travel yang…

36 menit ago

Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset

Tanpa pengaturan yang jelas, perampasan aset berpotensi merugikan pihak yang secara hukum tidak memiliki keterkaitan…

2 jam ago

Modus Selundupkan Burung Dalam Paralon Terbongkar, Tersangka WNA Tiongkok Segera Disidangkan

Petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai sebuah koper tujuan Xiamen, Tiongkok, yang setelah diperiksa ternyata berisi…

2 jam ago

Sebelum Tanding, Kedua Tim Ini Potong Tumpeng Rayakan HUT PSSI

SATUJABAR, SIDOARJO - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari jadi ke-96 tahun, pada…

3 jam ago

IBL All Star Terbuka Berbagi Visi dengan Kota Berikutnya

Lebih dari itu, kehadiran All-Star juga terbukti mampu menghidupkan roda ekonomi daerah. Perputaran ekonomi meningkat…

3 jam ago

This website uses cookies.