SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan, Pilkades Serentak di 92 desa secara digital bukan sekadar perubahan alat dari kertas menjadi perangkat elektronik, tetapi bagian dari keberanian pemerintah desa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia meminta seluruh panitia, camat, perangkat daerah, BPD, dan unsur terkait untuk tidak pesimis menghadapi perubahan tersebut. “Teknologi harus ditaklukkan. Caranya dengan belajar, berlatih dan membiasakan diri,” tegas Bupati Dony Rakor Pilkades Serentak Secara Digital di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, Sumedang memiliki modal kuat untuk menjalankan Pilkades digital karena ekosistem digital di tingkat desa telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir, termasuk melalui penerapan e-Office Desa dan berbagai layanan administrasi berbasis digital.
Bupati Dony menilai Pilkades digital merupakan langkah lanjutan dari transformasi digital yang sudah berjalan di Kabupaten Sumedang. “Kalau ada tantangan, jangan di awal berpikir pesimis. Berpikir positif. Insyaallah mampu,” katanya dilansir laman Pemkab Sumedang.
Bupati Dony juga mengingatkan para panitia agar menjalankan tugas secara objektif, transparan, demokratis, jujur dan adil. Keberhasilan Pilkades bukan hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh integritas orang-orang yang menjalankannya. “Ketika panitia menjalankan tugas dengan baik dan menghasilkan pemimpin terbaik, kebaikannya akan mengalir kepada masyarakat,” katanya.







