• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Petani di ‘Lumbung Beras’ Indramayu Pilih Simpan Gabah, Ini Alasannya

Editor
Kamis, 24 Oktober 2024 - 03:31
Panen Raya Musim Gadu 2, Harga Gabah Anjlok Di Titik Terendah Rp 6.300 per Kg

Panen padi musim tanam gadu 2 di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu. (Dok. Satujabar.com)

Saat ini harga jual GKP di tingkat petani hanya Rp 6.200 – Rp 6.500 per kilogram.

SATUJABAR, INDRAMAYU — Para petani di sentra lumbung beras Kabupaten Indramayu, sedang memasuki musim paden raya musim gadu kedua 2024. Namun, saat ini, mereka memilih menyimpan gabah hasil panen karena harga jual sedang turun signifikan.

RelatedPosts

Karhutla 2026: Hotspot Turun Jadi 96 Titik

Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

‘’Ya…sekarang lagi ramai panen. Tak hanya di Indramayu, tapi daerah lainnya pun sama,’’ ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Kamis (24/10/2024).

Di masa panen raya ini, ujar dia, harga gabah petani mengalami penurunan dibandingkan saat awal panen. Dia menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) saat awal panen pada September lalu ada di kisaran Rp 7.000 – Rp 7.500 per kilogram.

Namun, sekarang harga GKP di tingkat petani hanya Rp 6.200 – Rp 6.500 per kilogram. Bahkan, harga GKP saat ini pun jauh lebih rendah dibandingkan musim gadu 2023. Saat itu, harga GKP mencapai Rp 8 ribu per kilogram.

Sutatang mengungkapkan, harga gabah saat panen gadu biasanya memang selalu tinggi. Pasalnya, kualitas gabahnya lebih bagus dibandingkan musim rendeng (penghujan).

Selain itu, setelah masa panen gadu selesai, stok gabah di lapangan akan berkurang karena adanya kekosongan waktu antara masa panen gadu dengan dimulainya kembali musim tanam rendeng.

Sutatang memperkirakan, selain disebabkan panen raya, rendahnya harga gabah di panen gadu saat ini juga imbas adanya beras bantuan pangan dari pemerintah. Akibatnya, sebagian masyarakat masih memiliki simpanan beras sehingga mereka tidak membeli beras.

Akibatnya, tengkulak pun enggan membeli gabah petani. Jikapun membeli, mereka menghargainya dengan rendah. ‘’Ya, biasanya panen gadu jadi kesempatan petani untuk dapat keuntungan karena harga gabah yang tinggi,’’ ujar Sutatang.

Dikatakan Sutatang, dengan kondisi harga yang dinilai kurang menguntungkan, sejumlah petani lebih memilih untuk menyimpan gabah yang dipanennya. Gabah tersebut akan dijual secara bertahap sesuai kebutuhan mereka atau saat harga gabah naik.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menjelaskan, permulaan musim tanam rendeng yang dijadwalkan pada 1 Desember 2024 itu diputuskan dengan memperhatikan pola irigasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

‘’Musim tanam I ini lebih relatif aman, namun kita harus ekstra perhatian pada musim tanam II nanti agar semuanya bisa tanam dan panen,’’ katanya. (yul)

Tags: harga turunmusim gadupanen rayapetani simpan gabah

Related Posts

Pemasangan papan peringatan cegah karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla 2026: Hotspot Turun Jadi 96 Titik

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali menurun. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga...

Menpora Erick saat menjadi narasumber Beyond Professional Youth Con (BPYC) di Chillax, Jakarta, Minggu (1/11).(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyebut bahwa tantangan yang dihadapi oleh generasi muda...

Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.(Foto: Humas KCIC)

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Sebanyak 76% penggunaan tiket saat proses boarding Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari–September 2026 dilakukan melalui tiket digital...

Jalan tol Jasa Marga.(Foto: Humas Jasa Marga)

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi...

Memasuki Musim Penghujan, Ratusan TPS di Majalengka Rawan Bencana

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut mencakup pemetaan...

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cimayor Sumedang

Selamatkan Ayam Piaraan, Pria ASN di Bandung Tewas di Tangan Pencuri

Editor
1 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas di tangan pencuri saat berusaha mempertahankan ayam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.