• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia Dipengaruhi Fenomena Atmosfer

Editor
Selasa, 09 Juli 2024 - 09:35
Peningkatan Curah Hujan di Indonesia

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia.(IMAGE: Humas BMKG)

BANDUNG – Peningkatan curah hujan di Indonesia dipengaruhi fenomena atmosfer, ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.

Dia mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan curah hujan belakangan ini terutama di wilayah barat Indonesia.

RelatedPosts

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Fenomena atmosfer itu seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Dalam konferensi pers berjudul “Hujan Lebat pada Musim Kemarau” pada hari Senin (8/7), Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena MJO yang sedang aktif saat ini telah menggerakkan kumpulan awan hujan dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik melalui wilayah Indonesia. Meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau, BMKG memperkirakan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.

Pengaruh gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Equatorial juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Faktor Permukaan Laut

Selain faktor atmosfer, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga memainkan peran penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

Menurut BMKG, peringatan dini cuaca telah dikeluarkan untuk wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat petir dan angin kencang, mulai dari tanggal 8 hingga 14 Juli. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Namun, untuk pulau Jawa, diprediksikan akan mengalami penurunan potensi hujan mulai tanggal 11 Juli.

Dwikorita juga menjelaskan bahwa fenomena hujan pada musim kemarau di Indonesia tidak terlepas dari letak geografisnya yang strategis, di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta bersinggungan dengan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

“Gangguan cuaca seperti MJO dan gelombang atmosfer lainnya tetap berpotensi mempengaruhi pola cuaca di Indonesia, meskipun sudah masuk musim kemarau,” tambahnya melalui rilis.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa dampak dari gangguan fenomena atmosfer ini umumnya hanya berlangsung singkat, yaitu 1-3 hari di setiap wilayah.

Saat ini, kondisi cuaca di Jakarta dan Banten, yang sebelumnya diguyur hujan lebat, sudah mulai membaik dan cerah kembali.

“Kami memprediksi bahwa wilayah Jawa, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara akan kembali ke kondisi musim kemarau yang normal dalam waktu dekat,” tutup Guswanto.

Tags: bmkgcuaca saat iniPrakiraan Cuaca

Related Posts

BRT Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik. Menurut...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 3.059.000 per gram sebelum...

Menkomdigi Meutya Hafid menandatangani Peraturan Menkomdigi No. 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan...

bank bjb. (Foto: Istimewa)

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Dapat Respons Positif, Perkuat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

Editor
6 Maret 2026

BANDUNG – Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat respons positif dari pasar. Hal ini tercermin dari tingginya...

(Foto: Istimewa)

bank bjb Perluas Akses Pembiayaan Produktif bagi Nelayan di Kabupaten Cirebon

Editor
6 Maret 2026

CIREBON - bank bjb memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk...

Kecelakaan beruntun di KM 93-B Tol Cipularang mengakibatkan 2 orang tewas.(Foto:Istimewa).

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang 2 Orang Tewas, Sopir Truk Kontainer Jadi Tersangka

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, setelah sembilan kendaraan terlibat tabrakan beruntun. Tabrakan beruntun yang dipicu truk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.