• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 17 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Penanaman Padi Gogo Terintegrasi di Arjasari oleh Pemkab Bandung

Editor
Kamis, 09 Januari 2025 - 09:27
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung meluncurkan program penanaman padi gogo terintegrasi di lahan yang dikelola oleh SPLPP Universitas Padjadjaran (Unpad), Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (8/1/2025). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kurang produktif serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung meluncurkan program penanaman padi gogo terintegrasi di lahan yang dikelola oleh SPLPP Universitas Padjadjaran (Unpad), Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (8/1/2025). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kurang produktif serta mendukung ketahanan pangan nasional.(Foto: Humas Pemkab Bandung)

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan program penanaman padi gogo terintegrasi di lahan yang dikelola oleh SPLPP Universitas Padjadjaran (Unpad), Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (8/1/2025). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kurang produktif serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Program tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), yang berperan dalam memberikan pendampingan, serta transfer pengetahuan dan teknologi kepada petani. Selain Unpad, program ini juga melibatkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Dandim 0624, Polresta Bandung, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, serta sejumlah kelompok petani setempat.

RelatedPosts

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Kepala BMKG: Perkuat Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

Nunggu 28 Tahun, Blok LNG Abadi Masela Mulai Digarap

Mahasiswi Unisba Hilang, Keluarga Terakhir Kontak Senin 13 Juli 2026

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa penanaman padi gogo terintegrasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bandung dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Kabupaten Bandung, dengan lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian yang subur, diharapkan dapat menjadi kontributor utama dalam pencapaian ketahanan pangan nasional.

“Kabupaten Bandung siap mengawal dan mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Pak Prabowo,” ujar Bupati Dadang Supriatna dilansir situs Pemkab Bandung.

Program ini, lanjut Bupati Dadang, bertujuan untuk merubah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif. Seperti yang telah dicapai sebelumnya di Pameungpeuk, di mana lahan kering berhasil direvitalisasi dengan hasil yang memuaskan, yakni 10 ton padi per hektare.

Di Arjasari, Pemkab Bandung menargetkan pemanfaatan sekitar 200 hektare lahan kurang produktif dengan potensi hasil 10 ton per hektare, meningkat signifikan dari hasil sebelumnya yang hanya 4 ton per hektare. Bupati Dadang juga optimistis program ini mampu menghasilkan panen hingga empat kali dalam setahun.

Selain di Arjasari, program ini juga akan diterapkan di kecamatan lain di Kabupaten Bandung, dengan total lahan yang direvitalisasi mencapai ratusan hektare.

“Ketahanan pangan ini menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial, ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para petani,” ungkap Bupati Dadang Supriatna.

Bupati Dadang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam program ini, termasuk Unpad, Kodim 0624, Polresta Bandung, Kementerian Pertanian, Perhutani, pihak swasta, dan para petani.

Sebagai tambahan, Bupati Dadang juga menegaskan komitmennya terhadap sektor pertanian melalui berbagai kebijakan, seperti kebijakan sawah abadi, program bebas pajak untuk sawah abadi, hibah petani sebesar Rp 44 miliar per tahun, serta kebijakan distribusi pupuk langsung kepada kelompok tani.

“Semoga program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional dan menjadi berkah bagi kita semua,” tambah Bupati Dadang.

Tags: bupati bandungdadang supriatnapadi gogo

Related Posts

Peringatan tsunami

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Kepala BMKG: Perkuat Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar webinar bertajuk “A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran...

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/07/2026). (Foto: Setneg)

Nunggu 28 Tahun, Blok LNG Abadi Masela Mulai Digarap

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela...

Maimanati Mutmainnah (24), Mahasiswi Unisba dilaporkan hilang.(Foto:Istimewa).

Mahasiswi Unisba Hilang, Keluarga Terakhir Kontak Senin 13 Juli 2026

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), bernama Maimanati Mutmainnah, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung,...

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada triwulan II tahun 2026 mencapai Rp511,8 triliun.(Foto: Setneg)

Realisasi Investasi Triwulan II 2026 Rp511,8 Triliun, Tumbuh 7,1 Persen

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kasus Taufik Hidayat: Berkas Perkara Dikebut, Sudah 31 Saksi Diperiksa Pasal Berlapis Diterapkan

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YT, wanita berusia 29 tahun, oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, masih dalam penyidikan polisi....

Makanan atau bahan makanan di minimarket.(Foto: Pexels)

Industri Kemasan: Kemenperin Pacu Standardisasi

Editor
16 Juli 2026

Industri kemasan tercatat sekitar 6,11 juta pelaku usaha penyedia akomodasi makanan dan minuman di Indonesia. Sementara itu, data BPJPH menunjukkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat