• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pegi: Saya Tidak Membunuh, Ini Fitnah! Polda Jabar: Penyidik Bekerja Profesional, Tidak Mengejar Pengakuan Tersangka!

Editor
Senin, 27 Mei 2024 - 01:38
Keterangan Pers Polda Jabar dalam penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, dengan menghadirkan tersangka Pegi Setiawan alias Perong, otak pembunuhan.(Foto:Dok.Polda Jabar).

Keterangan Pers Polda Jabar dalam penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, dengan menghadirkan tersangka Pegi Setiawan alias Perong, otak pembunuhan.(Foto:Dok.Polda Jabar).

SATUJABAR, BANDUNG – Polda Jawa Barat (Jabar) menegaskan, penyidik bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus pembunuhan Vina Dewi alias Vina dan Muhamad Rizky alias Eky, yang terjadi di Cirebon, Agustus 2016 silam.

Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar tidak mengejar pengakuan tersangka, setelah tersangka Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan, yang disebut otak di balik kasus pembunuhan tersebut, bersikeras membantah terlibat, dengan mengatakan sebagai fitnah dan rela mati jika yang melakukan pembunuhan.

RelatedPosts

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Tersangka Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan, bersikeras membatah tuduhan terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebagai fitnah, karena saat kejadian, 27 Agustus 2016 silam, dirinya sedang berada di Bandung, di Katapang, Kabupaten Bandung.

“Saya tidak melakukan pembunuhan itu. Ini fitnah, saya rela mati!” ujar Pegi berapi-api, saat dihadirkan penyidik dalam keterangan pers di Markas Polda (Mapolda) Jabar, Minggu (26/05/2024).

Polda Jabar tidak mempersoalkan Pegi yang bersikeras membantah terlibat pembunuhan Vina dan Eky, karena penyidik tidak akan mengejar pengakuan dari tersangka (Pegi).

Bahkan, Polda Jabar siap menghadapi upaya praperadilan jika diajukan, sebagai hak tersangka yang dilindungi undang-undang.

“Kami pastikan, penyidik bekerja secara prosedural dan profesional dalam perkara pembunuhan ini. Polda Jabar mempersilahkan jika akan mengajukan upaya praperadilan sebagai hak tersangka, Polda Jabar siap menghadapinya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast.

Jules Abraham menambahkan, penyidik melakukan proses penyidikan dengan menggunakan metode ilmiah atau scientific crime investigation.

Perkara kasus pembunuhan yang terjadi 8 tahun lalu tersebut, akan dituntaskan Polda Jabar hingga pada saatnya berkas acara pemeriksaan (BAP) dilimpahkan penyidik ke pihak kejaksaan.

Dari delapan orang yang sudah divonis hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Cirebon, terpidana bernama Saka Tatal telah bebas.

Sementara tujuh terpidana lainnya, atas nama Rivaldi Aditya, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Eka Sandi, Sudirman, Supriyanto, serta Jaka, masih menjalani masa hukuman dengan vonis penjara seumur hidup.

Peran Pegi

Jules Abraham dalam penjelasannya, membeberkan, peran tersangka Pegi berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Cirebon, tertanggal 19 Mei 2017, atas nama Hadi Saputra dkk, melempari korban Eky dan Vina yang berboncengan sepeda motor dengan batu dan mengejarnya hingga flyover (jembatan layang).

Tersangka lalu memukul korban dengan tangan kosong dan balok kayu, kemudian membawanya ke lahan kosong di belakang bangunan showroom mobil seberang SMPN 11 Cirebon, bersama Rivaldi Aditya (terpidana).

Korban yang sudah dalam kondisi tidak berdaya kembali dianiaya setelah dilecehkan, lalu dibawa kembali ke flyover dan ditinggalkan begitu saja.

“Peran tersangka PS (Pegi Setiawan) dari pengakuan saksi yang kembali dimintai keterangannya, pada 20 Mei, 22 Mei, dan 25 Mei 2024, memerintahkan mengejar korban Eky dan Vina yang saat itu berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Setelah berhasil dikejar, korban dipukul tersangka menggunakan tangan kosong dan balok kayu,” jelas Jules Abraham.

Korban Eky dan Vina, kemudian dibawa (dibonceng) ke lahan kosong (di belakang bangunan showroom mobil).

Di TKP (tempat kejadian perkara) tersebut, korban Eky kembali dipukul balok kayu, sedangkan korban Vina disetubuhi terlebih dahulu sebelum dihantam balok kayu.

Korban Eky dan Vina yang sudah tidak berdaya selanjutnya dibawa ke flyover dan ditinggalkan begitu saja. Dari kejadian tersebut, lalu dibuat alibi seolah-olah Eky dan Vina yang ditemukan sudah bernyawa sebagai korban kecelakaan lalu-lintas.

Penjelasan Jules Abraham menegaskan pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol. Surawan, jika Pegi Setiawan alias Perong alias Robi, merupakan orang di balik kasus pembunuhan Vina dan Eky, pada 27 Agustus 2016 silam.

“Semua berawal dari PS (Pegi Setiawan), tersangka DPO yang berhasil kami tangkap. Tersangka PS sering berkumpul sesama anggota motor Moonraker. Mereka sering melakukan aksi pelemparan batu jika ada geng motor XTC lewat di jalanan tempat mereka kumpul (nongkrong),” ujar Surawan.

Surawan mengatakan, saat kejadian, tersangka PS mengajak (memerintahkan)  melakukan pengejaran terhadap korban Vina dan kekasihnya, Eky. PS mengatakan, “Saya ada masalah dengan orang itu, kejar!”

Para pelaku sesama anggota geng motor, langsung mengejar, memepet, dan melakukan pemukulan hingga korban terjatuh dari sepeda motornya di jembatan layang. Korban Vina dibawa oleh seorang tersangka lain (saat ini sudah jadi terpidana).

“Pelaku lain mengatakan, selain memerintah untuk melakukan pengejaran, PS ini merupakan orang pertamakali memperkosa korban Vina. Pelaku lain mengungkapkan itu, dan ada keterangan saksi juga melihat PS saat mereka berkumpul,” jelas Surawan.

Surawan menegaskan, dengan demikian tidak ada salah tangkap, semua sudah diuji di pengadilan. Jadi apa pun keterangan yang pernah disampaikan para pelaku sudah diuji oleh pengadilan. Bahkan sampai ke tingkat kasasi, sudah vonis, dan para pelaku saat ini sedang menjalani masa hukumannya.

“Jadi, tidak ada salah tangkap. Kami, dalam hal ini penyidik Polda Jabar, bekerja secara profesional, tidak salah tangkap, dan tidak harus dipersoalkan lagi,” tegas Surawan.

Teracam Pidana Mati

Penyidik Polda Jabar akan menjerat tersangka Pegi dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) tentang Pembunuhan Berencana junto Pasal 55 ayat 1 KUHP, dan Pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak.

Pegi terancam hukuman pidana mati, seumur hidup, atau paling lama 20 tahun kurungan penjara.

Penerapan hukuman dengan ancaman pidana mati, dilatarbelakangi dugaan polisi yang menyebut Pegi merupakan otak di balik kasus pembunuhan. Bahkan, aksi pembunuhan keji tersebut sertai tuduhan tindak pemerkosaan.

Tags: PegiperongVina Cirebon

Related Posts

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Selasa 3/11/2026 Senilai Rp 2.541.000 Per Gram

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Selasa 3/11/2026 jenis batangan, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.541.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.