• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Partisipasi Pemilih di Pilkada Kota Bandung 2024 ‘Terjun Bebas’, Lebih Anjlok dari Pilpres dan Pileg

Editor
Jumat, 06 Desember 2024 - 09:28
Pilkada Kota Bandung 2024 diikuti empat pasangan calon.(Foto:Istimewa).

Pilkada Kota Bandung 2024 diikuti empat pasangan calon.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat, ‘terjun bebas’. Bahkan, partisipasi pemilih lebih anjlok dari pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif, Februari lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar), tingkat partisipasi masyarakat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, hanya mencapai 64,78 persen. Partisipasi pemilih ‘terjun bebas’ jika dibandingkan pada Pemilu Presiden dam Legislatif yang mencapai 82,9 persen dari total 1.887.881 daftar pemilih tetap (DPT), Februari lalu.

RelatedPosts

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata, mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi anjloknya partisipasi pemilih di Kota Bandung. Salah satunya, jumlah keberadaan TPS (tempat pemungutan suara) yang berkurang.

“Banyak variabel dan faktor penyebab sehingga angkanya di 64 persen (partisipasi pemilih). Tapi, dari kami, KPU Kota Bandung sudah berupaya maksimal dengan melaksanakan 150 kegiatan di setiap kelurahan meliputi 30 wilayah kecamatan,” ujar Anam, dalam keterangannya, Kamis (05/12/2024).

Anam menyebutkan, jika perbandingannya disamakan dengan Pemilu Presiden Legislatif 2024, misalnya dengan maksimal 300 jadi jumlah sebaran TPS lebih banyak. Sehingga, dari segi jarak tidak jauh sebagai salah satu faktor penyebab.

Anam menjelaskan, turunnya angka partisipasi pemilih terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Anam berjanji, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait tren penurunan partisipasi pemilih tersebut.

“Banyak variabel dan faktor, yang pastinya akan kami evaluasi secara menyeluruh. Tren penurunan (partisipasi pemilih) juga terjadi secara nasional,” ungkap Anam.

Menurut Pj.Wali Kota Bandung, A Koswara, meski faktanya terjadi penurunan, partisipasi pemilih masyarakat Kota Bandung masih lebih baik dari daerah lain. Kota Bandung masih lebih baik, termasuk dari Ibu Kota Jakarta.

“Kota Bandung masih lebih bagus dibanding daerah lain. Data menyebutkan, kita (Kota Bandung) di 64 persen, di DKI Jakarta hanya 50 persen, juga sama di Kota Bekasi 50 persen, ” ujar Koswara.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Langlangbuana, Rafih Sri Wulandari, menilai, anjloknya tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada Kota Bandung, karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Bandung.

“Penurunan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bandung, sebetulnya sudah diprediksi. Faktor pertama, masalah trust public kepada penyelenggara Pilkada Serentak 2024, dalam hal ini KPU,” ujar Rafih.

Rafih menyoroti KPU Kota Bandung, yang kurang melakukan sosialisasi kepada masyaraka. Intinya, kurang masif atau gencar dalam melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat kurang tersentuh,” sebut Rafih.

Rafih justru melihat, fungsi sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon sambil berkampanye. Lebih bahyak oleh pasangan calon, sedangkan KPU sebagai penyelenggara tidak menjalankannya secara maksimal.

“Jadi malah sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon calon, karena mereka memiliki kepentingan untuk dipilih. Padahal, kabupaten lain tingkat partisipasi masih cukup tinggi sampai ada di atas 70 persen,” ungkap Rafih.

Selain itu, sempitnya waktu yang diberikan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak setelah Pemilu 2024, Februari lalu. Hal tersebut juga memiliki andil terhadap turunnya antusiasme masyarakat menggunakan hak suara.

“Melihat durasi waktu sangat mepet dan terlalu cepat, sehingga ada kecenderungan menimbulkan kejenuhan di masyarakat. Hal ini bisa ditanyakan mengenani upaya apa saja yang telah dilakukan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan partisipasi, dan menjadi catatan penting bagi KPU Kota Bandung dalam penyelenggaraan Pilkada berikutnya,” jelas Rafih.(chd).

Tags: Pilkada BandungPilkada JabarPilkada Kota Bandung

Related Posts

Ikan sapu-sapu.(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Editor
19 April 2026

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton. SATUJABAR,...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Editor
19 April 2026

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Editor
19 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami...

Unifil.(Foto: Unifil)

Personel UNIFIL Asal Prancis Tewas, Indonesia Sampaikan Dukacita dan Solidaritas

Editor
19 April 2026

Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program Sapu-sapu Bandung bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ribuan Warga Guyub di Acara Sapu-Sapu Bandung

Editor
19 April 2026

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan....

Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

BRIN Genjot Hilirisasi Komoditas Singkong dan Pisang

Editor
19 April 2026

Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dengan produksi mencapai 21 juta ton. Namun, umbi singkong...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.