• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Partisipasi Pemilih di Pilkada Kota Bandung 2024 ‘Terjun Bebas’, Lebih Anjlok dari Pilpres dan Pileg

Editor
Jumat, 06 Desember 2024 - 09:28
Pilkada Kota Bandung 2024 diikuti empat pasangan calon.(Foto:Istimewa).

Pilkada Kota Bandung 2024 diikuti empat pasangan calon.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat, ‘terjun bebas’. Bahkan, partisipasi pemilih lebih anjlok dari pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif, Februari lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar), tingkat partisipasi masyarakat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, hanya mencapai 64,78 persen. Partisipasi pemilih ‘terjun bebas’ jika dibandingkan pada Pemilu Presiden dam Legislatif yang mencapai 82,9 persen dari total 1.887.881 daftar pemilih tetap (DPT), Februari lalu.

RelatedPosts

KAI Expo 2026, Kemenpar: Dorong Pariwisata Indonesia

Jelajah Wastra Nusantara Angkat Wisata Budaya

Bandara Husein: Target Penerbangan Internasional Oktober 2026

Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata, mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi anjloknya partisipasi pemilih di Kota Bandung. Salah satunya, jumlah keberadaan TPS (tempat pemungutan suara) yang berkurang.

“Banyak variabel dan faktor penyebab sehingga angkanya di 64 persen (partisipasi pemilih). Tapi, dari kami, KPU Kota Bandung sudah berupaya maksimal dengan melaksanakan 150 kegiatan di setiap kelurahan meliputi 30 wilayah kecamatan,” ujar Anam, dalam keterangannya, Kamis (05/12/2024).

Anam menyebutkan, jika perbandingannya disamakan dengan Pemilu Presiden Legislatif 2024, misalnya dengan maksimal 300 jadi jumlah sebaran TPS lebih banyak. Sehingga, dari segi jarak tidak jauh sebagai salah satu faktor penyebab.

Anam menjelaskan, turunnya angka partisipasi pemilih terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Anam berjanji, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait tren penurunan partisipasi pemilih tersebut.

“Banyak variabel dan faktor, yang pastinya akan kami evaluasi secara menyeluruh. Tren penurunan (partisipasi pemilih) juga terjadi secara nasional,” ungkap Anam.

Menurut Pj.Wali Kota Bandung, A Koswara, meski faktanya terjadi penurunan, partisipasi pemilih masyarakat Kota Bandung masih lebih baik dari daerah lain. Kota Bandung masih lebih baik, termasuk dari Ibu Kota Jakarta.

“Kota Bandung masih lebih bagus dibanding daerah lain. Data menyebutkan, kita (Kota Bandung) di 64 persen, di DKI Jakarta hanya 50 persen, juga sama di Kota Bekasi 50 persen, ” ujar Koswara.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Langlangbuana, Rafih Sri Wulandari, menilai, anjloknya tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada Kota Bandung, karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Bandung.

“Penurunan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bandung, sebetulnya sudah diprediksi. Faktor pertama, masalah trust public kepada penyelenggara Pilkada Serentak 2024, dalam hal ini KPU,” ujar Rafih.

Rafih menyoroti KPU Kota Bandung, yang kurang melakukan sosialisasi kepada masyaraka. Intinya, kurang masif atau gencar dalam melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat kurang tersentuh,” sebut Rafih.

Rafih justru melihat, fungsi sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon sambil berkampanye. Lebih bahyak oleh pasangan calon, sedangkan KPU sebagai penyelenggara tidak menjalankannya secara maksimal.

“Jadi malah sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon calon, karena mereka memiliki kepentingan untuk dipilih. Padahal, kabupaten lain tingkat partisipasi masih cukup tinggi sampai ada di atas 70 persen,” ungkap Rafih.

Selain itu, sempitnya waktu yang diberikan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak setelah Pemilu 2024, Februari lalu. Hal tersebut juga memiliki andil terhadap turunnya antusiasme masyarakat menggunakan hak suara.

“Melihat durasi waktu sangat mepet dan terlalu cepat, sehingga ada kecenderungan menimbulkan kejenuhan di masyarakat. Hal ini bisa ditanyakan mengenani upaya apa saja yang telah dilakukan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan partisipasi, dan menjadi catatan penting bagi KPU Kota Bandung dalam penyelenggaraan Pilkada berikutnya,” jelas Rafih.(chd).

Tags: Pilkada BandungPilkada JabarPilkada Kota Bandung

Related Posts

KAI Expo 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

KAI Expo 2026, Kemenpar: Dorong Pariwisata Indonesia

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan KAI Expo 2026 yang menawarkan perjalanan kereta api ke berbagai destinasi di Pulau...

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini Bersama jajaran dalam pameran wastra bertajuk "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata di Rama Atrium, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (3/9/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Jelajah Wastra Nusantara Angkat Wisata Budaya

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan pameran wastra bertajuk “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” di Rama Atrium, East Mall Lantai 1,...

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein: Target Penerbangan Internasional Oktober 2026

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus menunjukkan perkembangan positif seiring upaya menghidupkan kembali konektivitas penerbangan dari Kota Bandung....

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) hadir lebih dekat dengan pelanggan melalui kegiatan “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” di dua SPBU COCO, yakni SPBU COCO 31.128.02 MT Haryono dan SPBU COCO 31.129.02 Kuningan, Jakarta, pada Jumat (4/9).(Foto: Istimewa)

Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Hadir Menyapa di SPBU COCO Jakarta

Editor
5 September 2026

JAKARTA– Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) hadir lebih dekat...

Ilustrasi judi online.(Foto:Istimewa).

Ratusan ASN di Kota Sukabumi Terindikasi Terlibat Judi Online, Transaksi Tembus Rp.1,7 Miliar

Editor
4 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat, terindikasi terlibat aktvitas judi online. Nilai...

Kepulan asap membubung dari kawasan hutan di lereng Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Karhutla di Jatim dikabarkan meluas. (Foto: Istimewa via BNPB)

Karhutla di Jawa Timur Meluas

Editor
4 September 2026

JAKARTA - Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan hingga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.