SATUJABAR, ARCO – Atlet muda panjat tebing Indonesia Haddan Malik Baqmuhyibar sukses meraih medali perak dalam kompetisi World Climbing Youth Championship Arco, Italia, Rabu (22/7) dini hari.
Medali Haddan Malik berhasil diraih di nomor speed under 19 (U19) putra. Dalam babak final, Haddan berhadapan dengan atlet panjat tebing dari Tiongkok yakni Yanze Shi. Sayangnya, Haddan harus mengakui keunggulan lawannya. Yanze berhasil finis lebih cepat dengan catatan waktu 6,07 detik, sedangkan Haddan 6,21 detik.
Sementara itu, medali perunggu diperebutkan atlet Swiss Gilles Meili dan Ruifeng Wang dari Tiongkok. Gilles Meili berhasil menang dengan catatan waktu 4,90 detik, sedangkan Ruifeng Wang terjatuh.
Melihat hasil ini, Amri, Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia yang turut mendampingi di Italia, mengaku Haddan sudah tampil dengan maksimal. Ia melihat kemampuan atlet muda tersebut masih bisa dikembangkan dan dipoles lagi.
“Ia (Haddan) sudah berusaha maksimal. Dan, masih cukup waktu bagi kami tim pelatih untuk menggemblengnya,” ujar dia seperti dikutip laman Kemenpora.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan dua atlet mudanya untuk berkompetisi di World Climbing Youth Championship Arco, Italia, 18-25 Juli 2026.
Kedua atlet yang akan bertanding yakni Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Cikal akan turun di dua disiplin yakni lead under 17 (U17) putra dan boulder U17 putra. Sementara, Haddan akan berkompetisi di nomor speed under 19 (U19) putra.
FPTI berharap dengan dikirimnya atlet muda ke ajang internasional mampu menambah pengalaman berharga bagi para atlet. Dengan mengikuti kompetisi internasional, akan mampu menambah jam terbang yang diperlukan atlet untuk berkembang dan menguatkan mental.





