• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Orangutan Didi ‘Lari’ dari Solo Safari Berhasil Dievakuasi

Editor
Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:01
Oragngutan bernama Didi.(Foto: Humas Kemenhut)

Oragngutan bernama Didi.(Foto: Humas Kemenhut)

SOLO – Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memastikan seekor orangutan jantan bernama Didi yang sempat keluar dari area exhibit Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)/Solo Safari telah berhasil dievakuasi dengan cepat dan aman.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tim TSTJ/Solo Safari segera melakukan penanganan sesuai prosedur. Dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 15.30 WIB, Didi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke area perawatan yang aman.

RelatedPosts

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

Melalui keterangan resmi Kemenhut, Didi merupakan orangutan jantan berusia sekitar 30 tahun. Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa tersebut berada dalam kondisi sehat.

Keberhasilan penanganan dalam waktu singkat tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pengelola lembaga konservasi serta koordinasi dengan unit teknis Kementerian Kehutanan.

Solo Safari langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap area exhibit orangutan. Langkah pengamanan juga diperkuat melalui penambahan sistem pembatas pada area exhibit serta pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi menjadi akses bagi orangutan untuk keluar dari area tersebut.

BKSDA Jawa Tengah juga telah meminta pengelola melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh area pemeliharaan satwa. Langkah ini diperlukan untuk memastikan sarana dan sistem pengamanan memenuhi standar keselamatan, kesejahteraan satwa, serta perlindungan pengunjung dan petugas.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa pengelolaan lembaga konservasi harus senantiasa mengutamakan kesejahteraan satwa, keamanan fasilitas, kesiapan personel, dan penerapan prosedur penanganan kedaruratan secara konsisten.

Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jawa Tengah akan terus mengawal pelaksanaan evaluasi dan penguatan sistem pengamanan di TSTJ/Solo Safari.

Tags: orangutanSolo Safari

Related Posts

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas bersama bayi yang baru dilahirkannya. Kematian ibu dan...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ratusan hektare lahan terbakar dan ratusan ribu kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah...

Tim ahli karhutla dan akademisi menelusuri penyebab utama kebakaran Gunung Bromo serta mengusut dugaan tindak pidananya.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

Editor
13 September 2026

PROBOLINGGO - Penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melibatkan tim ahli karhutla dan akademisi guna menelusuri penyebab...

Kebakaran di Gunung Ciremai.(Foto: TNGC Via Kemenhut)

Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Berhasil Dikendalikan

Editor
13 September 2026

KUNINGAN — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang terjadi selama tiga hari,...

Kondisi lahan yang terbakar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (11/9). (Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo.)

Editor
13 September 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 13/9/2026 Antam Rp 2.604.000 Per Gram

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 13/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.604.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.