• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 4 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nezar Patria Ajak Gen Z Hidupkan Nalar Kritis di Era Post-Truth dan AI

Editor
Rabu, 23 Juli 2025 - 07:33
(Foto: Dok. Komdigi)

(Foto: Dok. Komdigi)

JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk membangkitkan kembali daya pikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital yang manipulatif dan penuh disinformasi, terutama di era post-truth dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut disampaikan Nezar dalam acara Ngobrolin Buku Bareng Wamenkomdigi, yang kali ini membedah buku Neksus karya Yuval Noah Harari. Acara berlangsung di Perpustakaan Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (21/07/2025).

RelatedPosts

Pendaftar Petugas Haji 2027 Non Nakes Capai 75 Ribu Orang

Karhutla Kalimantan: Kemenhut Sanksi 5 PBPH

Kemenpar Petakan Ekosistem Wisata Wellness Indonesia

“Melawan post-truth sebenarnya simpel saja, hidupkan kembali critical thinking kita. Kuncinya, jangan mudah percaya pada informasi yang terlihat gampang dikonsumsi,” tegas Nezar dalam diskusi tersebut.

Ia menekankan pentingnya membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis sebagai benteng menghadapi maraknya hoaks, disinformasi, dan manipulasi konten yang semakin canggih karena didorong oleh teknologi AI.

Ancaman dari AI dan Realitas Buatan

Dalam paparannya, Nezar menyoroti tantangan baru berupa kemunculan visual dan video berbasis AI yang mampu menciptakan tokoh-tokoh fiktif dengan rupa manusia yang sangat meyakinkan.

“Bahkan AI bisa menciptakan sosok manusia yang tak pernah ada di dunia nyata. Tapi wajahnya bisa seperti orang Manado, Palembang, atau Jawa. Ini realitas buatan yang semakin sulit dibedakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa di negara plural seperti Indonesia, potensi bahaya makin besar apabila AI disalahgunakan untuk meniru tokoh publik atau pemuka agama dan menyampaikan pesan-pesan provokatif yang dapat memicu konflik.

“Yang paling celaka adalah jika teknologi ini dipakai untuk meniru tokoh agama dan mengucapkan hal-hal yang bisa memancing pertikaian. Ini sangat berbahaya dan harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Media Sosial dan Etika Digital

Tak hanya soal teknologi, Nezar juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi pengguna yang bijak, tidak asal menyebar informasi atau berkomentar tanpa dasar.

“Jangan biasakan diri asal jeplak. Tonton film-film tentang cyberbullying, lihat bagaimana media sosial bisa memengaruhi mental anak-anak muda. Kita harus hati-hati, baik dalam mengonsumsi informasi maupun saat memproduksinya,” ujar Nezar.

Ia menutup dengan pesan bahwa kemampuan berpikir kritis bukan hanya penting untuk memilah informasi, tetapi juga untuk membangun ruang digital yang sehat dan produktif bagi masyarakat.

Tags: artificial intelligencepost truth

Related Posts

Petugas haji bantu jemaah haji lansia.(Foto: Humas Kemenhaj)

Pendaftar Petugas Haji 2027 Non Nakes Capai 75 Ribu Orang

Editor
4 September 2026

JAKARTA – Pendaftar petugas haji atau Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1448 H/2027 M menembus angka 75 ribu...

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (3/9/2026).(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla Kalimantan: Kemenhut Sanksi 5 PBPH

Editor
4 September 2026

KUBU RAYA – Kemenhut atau Kementerian Kehutanan kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)...

Kemenpar menggelar kegiatan untuk mngolaborasikan berbagai pemangku kepentingan memetakan potensi dan ekosistem wisata wellness.(Foto: Dok. Kemenpar)

Kemenpar Petakan Ekosistem Wisata Wellness Indonesia

Editor
4 September 2026

JAKARTA - Kemenpar atau Kementerian Pariwisata memetakan potensi dan ekosistem wisata wellness (kebugaran) sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing...

Menkomdigi Meutya Hafid.(Foto: Dok. Kemkomdigi)

Meutya Hafid Soroti Meaningful AI

Editor
4 September 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) harus menghasilkan manfaat nyata...

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.(Foto: BPMI Setpres)

Oleh-Oleh dari Rusia: Kerja Sama Pupuk, Perkapalan, Pertahanan

Editor
4 September 2026

VLADIVOSTOK - Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (03/09/2026), membahas sejumlah...

Produk olahan ikan asal Kab Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Produk Olahan Ikan Kabupaten Bogor Masuk Pasar Jepang

Editor
4 September 2026

CIBINONG – Produk olahan ikan Kabupaten Bogor mulai menembus pasar internasional. Salah satunya produk cephalopoda beku berupa cumi dan sotong...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.