• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 19 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nama-nama Taman Kota Bandung Akan Bertema Sejarah dan Budaya

Editor
Minggu, 01 Februari 2026 - 05:49
Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.

Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan sejarah dan budaya.

Kajian ini dilakukan untuk memastikan penamaan ruang publik tidak menghilangkan memori kolektif warga, sekaligus memiliki dasar dokumentasi yang kuat.

RelatedPosts

Garuda Official Store Hadir di Balikpapan dan Batam

ParagonCorp Bersama Wardah dan Kahf Gelar Gerakan Ramadan Global, Jangkau Komunitas Muslim di 8 Negara

Tradisi Jelang Lebaran di Sumedang, Ratusan Orang Meriahkan Gobyag Lauk Situ Arja

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proses penataan nama taman atau toponimi tidak dilakukan secara sepihak.

Saat ini, Pemkot Bandung telah menyerahkan sejumlah dokumen awal kepada para budayawan untuk didalami lebih lanjut, dilengkapi dengan data dan dokumentasi yang dimiliki oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).

“Teman-teman budayawan sekarang sedang mendalami ditambah dengan dokumen-dokumen dokumentasi yang dimiliki oleh Disarpus. Jadi kita akan sesuaikan nanti,” ujar Farhan melalui keterangan resminya.

Menurutnya, dalam kajian tersebut dimungkinkan satu taman memiliki lebih dari satu nama.

Nama lama yang sudah melekat di masyarakat tidak serta-merta dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis.

“Kemungkinan nantinya ada satu taman punya beberapa. Ada beberapa nama. Alias, alias. Nama dulu masih digunakan tapi ditambah,” katanya.

Farhan mencontohkan sejumlah taman yang selama ini dikenal dengan sebutan berbeda-beda oleh masyarakat.

Perbedaan penamaan tersebut justru menjadi bahan penting dalam kajian, karena menunjukkan dinamika sejarah dan kebiasaan warga dari waktu ke waktu.

“Dokumen-dokumen seperti itu sedang kita kumpulkan,” ucapnya.

Terkait anggaran, Farhan menegaskan bahwa kajian toponimi taman kota tidak memerlukan biaya besar. Kegiatan tersebut masuk dalam anggaran rutin dan dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah.

“Anggaran rutin. Enggak besar. Enggak sampai miliaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses kajian melibatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bukan semata-mata urusan pemeliharaan taman. Kajian juga akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik.

“Kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu. Uji akademisnya kan pasti mengundang perdebatan yang seru,” ujarnya.

Farhan menargetkan kajian penataan nama taman kota tersebut dapat diselesaikan pada Maret mendatang.

Ia berharap proses ini dapat menjadi ruang dialog terbuka agar penataan ruang publik di Kota Bandung tetap menghormati sejarah dan identitas warganya.

“Target kami pada bulan Maret harus sudah selesai,” tutur Farhan.

Tags: Farhankota bandungtaman kota bandung

Related Posts

Garuda Official Store.(Foto: Dok. PSSI)

Garuda Official Store Hadir di Balikpapan dan Batam

Editor
17 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Antusiasme Garuda Fans terhadap Tim Nasional Indonesia terus tumbuh di berbagai daerah. Seiring dengan itu, kebutuhan akan...

Gerakan Ramadan Global di Jepang.(Foto: Istimewa)

ParagonCorp Bersama Wardah dan Kahf Gelar Gerakan Ramadan Global, Jangkau Komunitas Muslim di 8 Negara

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - ParagonCorp menghadirkan berbagai inisiatif Ramadan berskala global yang menjangkau komunitas Muslim di delapan negara. Bersama brand-brandnya, Wardah...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di tradisi jelang Lebaran di Kuningan Gobyak Lauk.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Tradisi Jelang Lebaran di Sumedang, Ratusan Orang Meriahkan Gobyag Lauk Situ Arja

Editor
15 Maret 2026

KUNINGAN – Suasana meriah dan penuh kegembiraan terlihat di Situ Arja, Kelurahan Cirendang, Sabtu (14/3/2026), saat masyarakat mengikuti pesta rakyat...

(Foto: Dok. Ekraf)

Kementerian Ekraf Ingin Turnamen Game Internasional Jadi Panggung Produk Kreatif Lokal

Editor
13 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi antara PUBG MOBILE...

Hutan Kota Babakan Siliwangi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sejumlah Taman di Kota Bandung Bersiap Sambut Warga Saat Lebaran

Editor
12 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Libur Lebaran menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati suasana Kota Bandung. Selain wisata...

(Foto: Dok. bank bjb)

The Ultimate10K Series Powered by bank bjb: Menghubungkan Empat Kota, Menggerakkan Ekonomi, dan Menghidupkan Sport Tourism Nasional

Editor
11 Maret 2026

JAKARTA – bank bjb kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peluncuran rangkaian event lari The Ultimate10K Series...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.