SATUJABAR, BANDUNG – Seperti diketahui Arab Saudi mengalami empat musim berbeda sepanjang musim yakni musim semi, panas, musim gugur, dan musim dingin.
Musim haji sering bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi, di mana suhu bisa mencapai lebih dari 40°C. Kondisi ini menuntut jamaah untuk lebih waspada agar tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan:
- Jaga hidrasi (cukup minum)
Perbanyak minum air putih, bahkan sebelum merasa haus. Dehidrasi adalah risiko utama saat cuaca ekstrem panas.
- Gunakan pelindung dari panas
Pakai payung, topi, atau kain penutup kepala. Kacamata hitam juga bisa membantu mengurangi silau dan paparan langsung matahari.
- Pilih pakaian yang tepat
Gunakan pakaian yang longgar, tipis, dan menyerap keringat. Untuk jamaah laki-laki yang berihram, pastikan tetap menjaga kenyamanan dengan bahan kain yang tidak terlalu tebal.
- Hindari aktivitas berlebih di siang hari
Jika memungkinkan, lakukan aktivitas di waktu yang lebih sejuk seperti pagi atau malam hari, terutama saat di area terbuka seperti Arafah dan Mina.
- Gunakan tabir surya
Untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang intens.
- Perhatikan tanda-tanda heatstroke
Seperti pusing, mual, kulit kemerahan, atau lemas berlebihan. Jika muncul gejala ini, segera cari tempat teduh dan bantuan medis.
- Konsumsi makanan bergizi
Pastikan asupan nutrisi cukup agar tubuh tetap kuat menjalani rangkaian ibadah.
- Ikuti arahan petugas haji
Pemerintah dan petugas biasanya sudah mengatur jadwal dan alur pergerakan jamaah untuk menghindari kepadatan dan paparan panas berlebih.
Intinya, kunci utama adalah menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri. Ibadah haji memang membutuhkan kesiapan spiritual, tapi juga sangat bergantung pada ketahanan tubuh—terutama saat menghadapi cuaca panas ekstrem.







