• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Monumen Perjuangan Jawa Barat Situs Heroik

Editor
Minggu, 11 September 2022 - 07:02
Monumen Perjuangan Jawa Barat

Diorama di dalam Museum Monumen Perjuangan Jawa Barat (bandung.go.id)

SATUJABAR, BANDUNG – Monumen Perjuangan Jawa Barat di Jalan Dipatiukur Nomor 48 dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Jawa Barat melawan penjajah.

Monumen ini berhadapan langsung dengan Gedung Sate dan membelakangi Gunung Tangkuban Parahu.

RelatedPosts

Siap Pecah! Guns N’ Roses Konser di Jakarta 21 November 2026

Wamendag Hadiri kegiatan Jakarta Muslim Fashion Week

Fun Offroad di Area Bendunan Jatigede Sumedang Memang Asyik

Pemandu di Monumen Perjuangan, Mochamad Rikrik mengungkapkan, pembangunan Monumen Perjuangan memakan waktu selama 4 tahun.

Dimulai dari peletakkan batu pertama pada 1 Juni 1991, dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995.

Arsitek dari bangunan ini ialah Slamet Wirasonjaya dan seorang seniman, Sunaryo.

Menuju ke atas, pengunjung akan menaiki 17 anak tangga dan juga terdapat 8 buah pilar.

Bentuk dari monumen ini ialah lingkaran dengan diameter 45 meter.

Angka-angka tersebut melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Pada bagian atas, menjulang tinggi 5 buah tugu yang melambangkan simbol dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila.

Tinggi tugunya ialah 17 meter yang menyimbolkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Tugu tersebut berbentuk seperti sebuah bambu yang merupakan simbol orang Bandung. Karena sejak zaman dahulu masyarakat Bandung sudah berkaitan dengan bambu.

Selain itu, bentuk tugu seperti bambu runcing juga menjelaskan bahwa alat perang yang digunakan rakyat Indonesia dalam melawan para penjajah yaitu bambu runcing.

Diketahui, di masa lampau, Wanita yang melahirkan akan diputus ari-ari nya menggunakan hinis, sebuah alat pemotong dari bahan bambu.

Selain itu, anak laki-laki yang disunat akan dipotong menggunakan hinis.

Pada sisi kanan dan kiri dari Monumen Perjuangan, terdapat sebuah relief yang menceritakan perjalanan perjuangan rakyat Jawa Barat.

Dimulai dari masa kerajaan, kedatangan pasukan kolonial, hingga merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di ujung relief, terdapat pintu masuk menuju ke Museum Monumen Perjuangan yang berlokasi tepat di bawah monumennya. Isi museum menjelaskan seputar peristiwa dan tokoh-tokoh di Jawa Barat.

Pada awal dirintis tahun 2012, museum masih disebut sebagai ruang pamer.

Karena untuk menjadi sebuah museum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Barulah pada 2018, ruang pamer tersebut dapat disebut sebagai museum, seiring dengan bertambahnya koleksi.

FASILITAS

Museum ini menyediakan beberapa ruangan dan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengunjung museum, seperti auditorium, ruang dokumenter, ruang diorama, ruang pamer benda bersejarah, dan perpusatakaan.

Ketika masuk, pengunjung akan disuguhkan beberapa foto para tokoh pejuang asal Jawa Barat. Terdapat juga 12 manekin dengan beragam seragam prajurit jaman dahulu yang berdiri rapi dalam sebuah kotak kaca.

Auditorium digunakan untuk menayangkan film-film perjuangan yang disesuaikan dengan usia pengunjung.

Kapasitas pengunjung yang mencapai 150 orang, kini di batasi menjadi 50 orang saja sejak adanya pandemi Covid-19.

Terdapat literasi tentang pejuang dari jaman kerajaan, pahlawan pendidikan, dan politikus yang ada di Jawa Barat.

Ada juga sejarah singkat serta bendera setiap kabupaten/kota, dan foto-foto bangunan heritage yang kebanyakan terdapat di Kota Bandung.

Selanjutnya, ditampilkan 9 diorama yang menceritakan berbagai peristiwa. Ada peristiwa masuknya bangsa Portugis ke Indonesia, peristiwa Bandung Lautan Api, perjanjian Linggarjati, dan peristiwa-peristiwa lainnya.

Ruang terakhir yaitu ruang pamer benda bersejarah. Dipamerkan beberapa peninggalan dari Raden Ayu Lasminingrat, Dewi Sartika, Inggit Garnasih, R.E Martadinata, I.R Juanda, Otto Iskandar Dinata, dan Mak Eroh.

Benda-benda peninggalan dari jaman penjajahan juga dipamerkan di sini.

Terdapat senjata, helm baja, teropong, golok, pesawat telepon, topi laken, koper besi, tombak, keris, samurai, katana, dan pistol VOC.

Untuk mengunjungi monumen ini, pengunjung tidak dipungut biaya. Monumen dan museum beroperasi pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Senin-Jumat, dan tutup di hari Sabtu-Minggu, serta hari libur nasional.

Pengunjung dapat melakukan reservasi seminggu sebelum berkunjung ke kantor UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat.

Sumber: bandung.go.id

Tags: kota bandungmonjumonumen perjuangan

Related Posts

(Image: tiptip.id)

Siap Pecah! Guns N’ Roses Konser di Jakarta 21 November 2026

Editor
19 Oktober 2026

JAKARTA — Grup band rock legendaris, Guns N' Roses, dipastikan akan kembali menyapa dan memanjakan para penggemarnya di Indonesia. Promotor...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menghadiri kegiatan Jakarta Muslim Fashion Week – Fashion Parade 15 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (17 Okt).(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Hadiri kegiatan Jakarta Muslim Fashion Week

Editor
19 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menghadiri kegiatan Jakarta Muslim Fashion Week – Fashion Parade 15 yang berlangsung...

Fun Offroad di Jatigede Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Fun Offroad di Area Bendunan Jatigede Sumedang Memang Asyik

Editor
18 Oktober 2026

SUMEDANG - ​Kawasan wisata Bendungan Jatigede kini menyuguhkan daya tarik baru bagi para pecinta petualangan dan tantangan. Kehadiran Fun Offroad...

(Dokumentasi : Feri Latief / Kementerian Kebudayaan)

Sembilan Keris Bersejarah Hadir di Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Sembilan pusaka bersejarah dari kerajaan dan kesultanan di berbagai wilayah Indonesia dihadirkan dalam upacara Kirab Pusaka dan Ruwatan...

Nanas

Asam Laktat Buat Kosmetik dari Limbah Kulit Nanas

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan baku produksi asam laktat melalui...

Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak sejarah dan tonggak penting perkembangan Kota Bandung kepada masyarakat.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sejarah Kota Bandung Diungkap Bandung Heritage dalam Milestone Kota Bandung

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.