• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 10 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Minyak Kayu Putih untuk Energi Masa Depan, Terobosan Baru BRIN

Editor
Senin, 25 Mei 2026 - 08:56
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) mengembangkan teknologi semikonduktor organik ramah lingkungan berbasis minyak kayu putih untuk aplikasi sel surya berbiaya rendah. Inovasi ini menjadi solusi alternatif terhadap penggunaan pelarut toksik yang selama ini umum digunakan dalam industri semikonduktor organik.

Peneliti Ahli Muda PRSN BRIN, Mohamad Insan Nugraha menjelaskan bahwa semikonduktor organik saat ini banyak dikembangkan untuk perangkat sel surya karena memiliki efisiensi tinggi. Namun, proses fabrikasinya masih bergantung pada pelarut berbahaya seperti klorobenzena dan kloroform. “Semikonduktor organik yang banyak diaplikasikan saat ini, meskipun efisiensinya bisa mencapai lebih dari 17%, masih difabrikasi menggunakan pelarut toksik seperti klorobenzena dan kloroform,” ujar Insan seperti dikabarkan Tim Humas BRIN, Selasa (19/5).

RelatedPosts

Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Realisasinya Rp3,79 Triliun

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tuntas Ditangani

Harga Emas Jum’at 10/7/2026 Antam Rp 2.650.000 Per Gram

Sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan, tim peneliti BRIN memanfaatkan minyak kayu putih sebagai pelarut dalam proses fabrikasi semikonduktor organik. Selain lebih ramah lingkungan, bahan tersebut juga tersedia melimpah dan telah diproduksi secara komersial di Indonesia. “Kami menggunakan minyak kayu putih karena lebih ramah lingkungan dan ketersediaannya sangat melimpah di Indonesia,” jelasnya.

Insan menerangkan, proses fabrikasi semikonduktor organik untuk aplikasi sel surya dilakukan menggunakan metode spin coating mulai dari hole transporting layer hingga electron transporting layer, kemudian diakhiri dengan deposisi elektroda. Proses ini dinilai lebih efisien karena dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan kebutuhan energi yang relatif rendah. “Dalam waktu kurang dari satu jam, kami dapat memfabrikasi sel surya hingga lapisan electron transporting layer dengan suhu rendah di bawah 100 derajat Celcius,” terangnya.

Ia menambahkan, selain biaya produksi yang lebih murah, semikonduktor organik juga memiliki karakteristik ringan dibandingkan semikonduktor berbasis silikon. Keunggulan ini membuka peluang penerapan sel surya pada atap rumah maupun genteng bangunan, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia. “Materialnya sangat ringan sehingga berpotensi lebih aman diaplikasikan pada atap rumah atau genteng di wilayah rawan gempa,” ungkapnya.

Saat ini, menurutnya, pengembangan semikonduktor organik berbasis minyak kayu putih masih berada pada tahap skala laboratorium. BRIN membuka peluang kolaborasi dengan industri untuk mendorong pengembangan teknologi hingga tahap produksi dan implementasi yang lebih luas.

“Harapannya, teknologi sel surya semikonduktor organik ini dapat dikembangkan pada skala lebih besar dan dimanfaatkan secara luas di Indonesia,” tutup Insan.

Tags: BRINMinyak kayu putih

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di DPRD Kota Bandung. Wali Kota mengemukakan Pendapatan daerah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2025 realisasinya mencapai sekitar 95,11 persen dari target.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Realisasinya Rp3,79 Triliun

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pendapatan daerah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2025 realisasinya mencapai sekitar 95,11 persen dari target yang telah...

Foto : Petugas gabungan pantang menyerah dalam proses pemadaman api di TPA Jatiwaringin Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten (9/7) (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Beratria Sukisno)

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tuntas Ditangani

Editor
10 Juli 2026

Kebakaran TPA Jatiwaringin dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100% pada Kamis malam 9 Juli 2026. Saat ini berada dalam fase pendinginan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Jum’at 10/7/2026 Antam Rp 2.650.000 Per Gram

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 10/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.650.000 per gram...

Rachmat Gobel.(Foto: Wikipedia)

Rachmat Gobel, Pengusaha Sekaligus Anggota DPR RI Wafat Jum’at 10 Juli 2026

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Partai Nasdem dimana salah satu tokohnya...

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Akses Keluar Tol Ciawi Selatan Segera Dibangun

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, BOGOR – Akses Keluar Tol Ciawi Selatan (off-ramp) pada Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) menjalani kick off pembangunannya....

BANDARA: Pariwisata Indonesia menorehkan kinerja positif pada awal 2026.(Foto: Dok. Kemenpar)

Pariwisata Indonesia Catatkan Kinerja Positif Hingga Mei 2026

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pariwisata Indonesia kembali menunjukkan ketahanan dan daya saing di tengah dinamika geopolitik global dengan mencatatkan pertumbuhan positif...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat