• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menteri Kebudayaan Canangkan Hari Filateli Nasional 2026 di Yogyakarta

Editor
Selasa, 31 Maret 2026 - 06:32
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), menghadiri sekaligus mencanangkan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.(Foto: Istimewa)

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), menghadiri sekaligus mencanangkan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), menghadiri sekaligus mencanangkan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan nasional sekaligus momentum penguatan filateli sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan.

Peringatan HFN 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara PFI, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Pemerintah Kota Yogyakarta. Mengusung tema “Filateli – Budaya Koleksi Anak Negeri”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari komunitas filatelis, akademisi, pelajar, hingga pemangku kepentingan kebudayaan.

RelatedPosts

Di Bandung, Banyak Spot Photo Box Asyik Lho!

Destinasi Wisata Bandung: Kesana Kemari, Semuanya Asyik

5 Kuliner Indramayu yang Mungkin Belum Pernah Ada Coba

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa filateli bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari kebudayaan material yang menyimpan banyak cerita dan sejarah bangsa. Ia menjelaskan bahwa sejak masa awal kemerdekaan, perangko telah menjadi bagian dari identitas nasional sekaligus media komunikasi yang merekam berbagai peristiwa penting, mulai dari budaya, organisasi, hingga dinamika kehidupan masyarakat.

Fadli Zon juga mengulas bahwa praktik filateli memiliki akar sejarah panjang secara global sejak kemunculan perangko pertama di dunia pada abad ke-19. Di Indonesia, penerbitan perangko sejak masa kolonial hingga era republik menjadi penanda penting perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, perangko dan benda filateli merekam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kekayaan budaya, rumah adat, wastra Nusantara, hingga peristiwa nasional.

“Filateli adalah benda kecil yang menyimpan cerita besar bangsa. Ia merekam sejarah, identitas, dan perjalanan budaya kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa di tengah perkembangan teknologi komunikasi, filateli tetap memiliki nilai penting sebagai sarana edukasi yang mengajarkan ketekunan, ketelitian, dan pemahaman sejarah. Filateli juga dinilai memiliki potensi sebagai instrumen diplomasi budaya, termasuk melalui penerbitan perangko bersama antarnegara.

“Ke depan, filateli dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia,” tambahnya.

 

Edukasi Nilai Sejarah

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyampaikan bahwa filateli memiliki posisi penting sebagai ruang untuk merekam jejak sejarah bangsa. Ia menilai bahwa meskipun era digital telah mengubah cara berkomunikasi, filateli tetap relevan sebagai media pembelajaran lintas generasi.

“Filateli bukan hanya aktivitas koleksi, tetapi juga sarana edukasi yang kaya nilai dan makna sejarah,” ujarnya.

Wakil Ketua Panitia HFN 2026, Yetti Martanti, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan filateli di Indonesia. Ia menegaskan bahwa filateli bukan sekadar aktivitas berkirim surat, tetapi ruang kecil yang menyimpan ingatan besar bangsa.

Rangkaian kegiatan HFN 2026 mencakup pengecapan cap slogan di kantor pos Yogyakarta pada 28 Maret hingga 30 April 2026, seminar nasional filateli, pameran, lokakarya bagi guru dan mahasiswa, pertemuan pelaku kartu pos, serta berbagai lomba dan peluncuran produk filateli. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari gerakan budaya inklusif, seperti di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dalam acara seremonial, turut dilakukan penandatanganan Sampul Peringatan Filateli “HFN 2026” oleh Menteri Kebudayaan bersama sejumlah pejabat. Selain itu, diluncurkan pula buku kartu pos berjudul “Kartu Pos Bergambar Djocjocarta” karya Fadli Zon dan Mahpudi.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo; Wali Kota Semarang, Agustin Wilujeng Pramestuti; Ketua Tim Strategi Pengembangan Industri Pos dan Kurir Kementerian Komunikasi dan Digital, Muhammad Fadh; Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Daud Joseph; serta Dewan Penasehat PFI, Woro Widiastuty. Menteri Kebudayaan juga didampingi oleh Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana.

Menutup kegiatan, Menteri Kebudayaan secara resmi menetapkan Hari Filateli Nasional diperingati setiap 29 Maret sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

Tags: fadli zonHari Filateli Nasionalmenteri kebudayaan

Related Posts

Spot Photo Box.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Di Bandung, Banyak Spot Photo Box Asyik Lho!

Editor
29 Maret 2026

Jika Anda sedang berada di Bandung tentu Anda jangan sampai melewatkan spot-spot wisata kekinian yang bisa jadi menjadi kenangan oke...

camilan khas bandung Bolen pisang Kartika Sari

Destinasi Wisata Bandung: Kesana Kemari, Semuanya Asyik

Editor
27 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Suasana hangat Idulfitri 1447 H masih terasa di berbagai sudut Kota Bandung. Sebagai salah satu destinasi unggulan...

Kuliner Indramayu, Bubur Glintir.(Foto: Budaya-Indonesia.Org)

5 Kuliner Indramayu yang Mungkin Belum Pernah Ada Coba

Editor
27 Maret 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU - Indramayu, yang bertetangga dengan Cirebon, memiliki kekayaan kuliner yang sangat dipengaruhi oleh hasil laut dan perkebunan mangganya...

empal gentong

5 Kuliner Populer di Cirebon, Mana yang Anda Suka?

Editor
27 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Cirebon memiliki kekayaan kuliner yang sangat khas dengan perpaduan budaya Jawa, Sunda, dan Tionghoa. Berdasarkan referensi dari...

Bubur Haleem.(Wikipedia)

Fun Fact: 5 Menu Sarapan Populer Orang Iran

Editor
26 Maret 2026

Di tengah konflik Iran dan US+Israel yang belum menemui ujungnya, ada baiknya kita mengenal kebiasaan orang-orang Iran. Berikut lima menu...

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Urusan Rasa yang Disarankan di Bandung

Editor
25 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung menegaskan diri sebagai surga kuliner yang tak pernah kehilangan pesonanya. Tak hanya menawarkan cita rasa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.