JAKARTA – Desainer muda Nabila Misha mengembangkan jenama fesyen yang memadukan kekayaan budaya dan alam Indonesia dengan sentuhan modern. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kiprah tersebut dan menilai dukungan melalui kolaborasi serta pendampingan diperlukan agar talenta muda dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kiprah tersebut dan menilai dukungan melalui kolaborasi serta pendampingan diperlukan agar talenta muda dapat berkembang secara berkelanjutan, Jakarta Senin (2/11/2026).
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan Nabila. Kami harap suatu saat Nabila bisa menjadi desainer senior yang sukses dan karyanya semakin berdaya saing. Keberlanjutannya perlu kita jaga lewat kolaborasi, yang bisa dikoordinasikan teknisnya melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Direktorat Fesyen Ekraf,” ujar Menteri Ekraf saat audiensi dengan tim Nabila Misha di Jakarta, Senin (2/11) seperti dikutip laman Kemenekraf.
Nabila merupakan pendiri Nabila Misha Fashion yang menggarap tiga segmen, yakni ready-to-wear untuk generasi Z, couture, dan modest fashion. Ia telah memperkenalkan koleksi melalui showcase Seaside Allure (2025) dan The Quiet Opulence (2026), serta meraih penghargaan Desainer Muda Inspiratif pada Kartini Muda Award, Mei 2026.
Memasuki usia 17 tahun pada Januari 2027, Nabila berencana menggelar showcase bertajuk 17 Stitches of Nusantara untuk mengekspresikan perjalanan pencarian jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui fesyen. Sebanyak 50 koleksi akan ditampilkan dengan mengangkat kekayaan alam dan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.
“Inspirasinya dari ciri khas tiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti di Padang ada Tari Piring, pecahan-pecahan piringnya itu diintegrasikan dalam salah satu koleksinya,” jelas Nabila.
Perhelatan tersebut juga dirancang untuk mempertemukan beragam subsektor ekonomi kreatif, yakni fesyen, kriya, musik, dan seni pertunjukan melalui teater monolog serta penampilan musisi. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menilai konsep ini membuka peluang keterlibatan berbagai profesi kreatif dalam satu kegiatan.
“Acara ini sangat holistik karena di dalamnya ada busana, kriya, dan musik. Lalu pengerjaannya juga melibatkan tim yang terdiri desainer, penjahit, serta pekerja kreatif lainnya,” ujar Yuke.
Kementerian Ekraf dan Nabila turut menjajaki dukungan melalui sejumlah program unggulan (_flagship_), antara lain Creative by Indonesia untuk mempromosikan jenama dan produk kreatif di berbagai ajang nasional maupun internasional, serta Creative Hub untuk mendukung pengembangan kapasitas dan jejaring pegiat ekonomi kreatif. Dalam kesempatan tersebut, Nabila berharap Menteri Ekraf dapat hadir dalam showcase 17 Stitches of Nusantara yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027.







