• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 8 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menteri Ekraf Apresiasi Film Black Coffee yang Angkat Budaya Gayo: “Potensi Besar untuk Promosi Daerah”

Editor
Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:07
(Foto: Dok. Ekraf)

(Foto: Dok. Ekraf)

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi atas hadirnya film Black Coffee produksi Heart Pictures yang mengangkat budaya lokal Gayo, Aceh Tengah, ke dalam industri kreatif nasional. Film ini dinilai memiliki nilai sosial, estetika, serta potensi ekonomi yang kuat dalam mempromosikan kearifan lokal Indonesia ke panggung nasional dan internasional.

“Film-film hiperlokal seperti Black Coffee bukan hanya relevan di pasar domestik, tapi juga punya potensi untuk menembus festival internasional. Kami siap mendukung aspek komersialisasinya dan mempertemukannya dengan mitra strategis Kemenparekraf,” ujar Teuku Riefky saat audiensi dengan tim produksi di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Rabu (13/8).

RelatedPosts

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

Sanur Fashion Week, Wamendag Roro: Wastra Nusantara Mendunia

Jakarta Dessert Week 2026: Perkuat Gastronomi, Jalan Soft Diplomasi

 

Film dengan Akar Sosial dan Budaya Kuat

Masih dalam tahap pascaproduksi, Black Coffee mengangkat kisah menyentuh tentang pasangan suami istri tunanetra paruh baya yang tinggal di desa komunitas Gayo. Mereka menjalani hidup sederhana sebagai petani kopi sambil menantikan kehadiran seorang anak. Latar keindahan alam Gayo, adat istiadat, serta proses produksi kopi Gayo turut menjadi elemen penting dalam narasi film ini.

“Film ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo dalam mengembangkan ekonomi kreatif dari daerah. Apalagi Aceh masuk dalam 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional,” tambah Teuku Riefky.

Ia juga menyebutkan potensi kolaborasi dengan Wali Nanggroe, lembaga adat tertinggi di Aceh, untuk memperkuat strategi promosi film sekaligus mendukung Aceh Utara yang tengah mengupayakan status sebagai Kabupaten Kreatif.

 

Tak Hanya Film, Tapi Promosi Daerah

Menurut Menteri Ekraf, film ini bukan hanya soal karya seni, tetapi juga alat promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi daerah. “Takengon memiliki alam luar biasa dan kopi Gayo sudah dikenal dunia. Black Coffee bisa menjadi jembatan memperkenalkan semua itu ke lebih banyak audiens,” ujarnya.

Direktur Film, Animasi, dan Video Kemenparekraf, Doni Setiawan, serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf, turut mendampingi dalam pertemuan tersebut.

“Kami akan bantu dari sisi komersialisasi dan distribusi. Film ini menyentuh budaya, inovasi, dan punya kekuatan visual serta naskah. Kita perlu mengangkat yang paling menarik dari sisi publik agar punya nilai ekonomi,” ucap Rian Syaf.

 

Digarap Serius dengan Riset 13 Tahun

Film Black Coffee melibatkan masyarakat lokal dari Aceh sebagai pemeran pendukung dan kru di 41 titik lokasi syuting. Produser Herty Purba mengatakan proyek ini bertujuan memperkuat citra kopi Gayo sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas.

“Kami berharap pengusaha lokal juga ikut terlibat dalam mendukung film ini hingga bisa menembus pasar internasional,” ujarnya.

Sutradara dan penulis naskah, Jeremias Nyangoen, menambahkan bahwa film ini dirancang sebagai narasi yang kuat namun sederhana, dengan visual alam Gayo yang memikat.

“Gayo itu holistik. Budaya, kuliner, dan masyarakatnya sangat ekspresif. Film ini ingin menghadirkan sisi dramatik dan humanis dari budaya Aceh,” ujarnya.

Aktris senior Sha Ine Febriyanti, pemeran utama wanita dalam film ini, menyampaikan bahwa Black Coffee adalah film yang dibuat dengan “spirit berbeda” dan penuh nilai kehidupan.

“Nilai-nilai dari budaya Aceh sangat kuat dan dituturkan dengan cara yang sangat sederhana. Tapi justru di situlah letak kekuatan emosional film ini,” ungkapnya.

 

Tentang Film Black Coffee

Produksi: Heart Pictures

Lokasi Syuting: 41 titik di Aceh Tengah

Fokus: Budaya Gayo, petani kopi, inklusivitas sosial

Status: Pascaproduksi, siap rilis akhir 2025

Bahasa: Indonesia, dengan potensi subtitel internasional

 

Dengan dukungan Kementerian Ekraf, film Black Coffee diharapkan mampu mengukuhkan peran industri film sebagai jembatan budaya sekaligus lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif dari daerah ke dunia.

Jika Anda ingin siaran pers, visual promosi, atau cuplikan synopsis film untuk media sosial, saya siap bantu menyusunnya.

Tags: EkrafFilm Black Coffee

Related Posts

Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai Kota, 7-8 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

Editor
7 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai Kota, 7-8 Agustus 2026 menjadi...

Wamendag Dyah Roro Esti memberikan sambutan di Pembukaan Sanur Fashion Week (SFW) 2026 yang diselenggarakan di Icon Bali Mall, Denpasar, Bali, Kamis (6/8).(Foto: Humas Kemendag)

Sanur Fashion Week, Wamendag Roro: Wastra Nusantara Mendunia

Editor
7 Agustus 2026

Sanur Fashion Week (SFW) 2026 diselenggarakan di Icon Bali Mall, Denpasar, Bali, Kamis (6/8/2026). SATUJABAR, DENPASAR - Wakil Menteri Perdagangan...

Jakarta Dessert Week.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Dessert Week 2026: Perkuat Gastronomi, Jalan Soft Diplomasi

Editor
7 Agustus 2026

Jakarta Dessert Week 2026 berlangsung pada 1–20 September 2026 dengan mengusung tema “Dangdut” sebagai representasi budaya populer Indonesia. SATUJABAR, JAKARTA...

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa saat pembukaan Pameran “Fun Asia Expo 2026” di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8).(Foto: Humas Kemenpar)

Fun Asia Expo 2026, Wamenpar: Hadirkan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga

Editor
6 Agustus 2026

Fun Asia Expo 2026 berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 5–6 Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 150 peserta dari...

Promo Merdeka Escape 2026 di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung.

Sambut Kemerdekaan, Swiss-Belresort Dago Hadirkan “Merdeka Escape 2026” & Promo Kuliner

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Liburan yang berkesan di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung melalui program spesial Merdeka Escape 2026, yang menghadirkan penawaran...

Swiss-Belresort Dago Heritage x Hompimplay

Stay & Adventure Package 2026: Liburan Seru Keluarga di Swiss-Belresort Dago x Hompimplay

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Sedang mencari destinasi liburan keluarga yang sempurna di Bandung? Mungkin inilah tempat yang Anda cari! Swiss-Belresort Dago...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat