• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 27 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menjelajahi Lotek Legendaris di Bandung, Ada yang Pernah Ke Sini?

Editor
Selasa, 09 September 2025 - 03:53
Lotek

Lotek (Ilustrasi/Wikipedia)

SATUJABAR, BANDUNG – Di sejumlah sudut Kota Kembang, aroma kacang, kencur, dan nostalgia menyelinap lewat cobek yang setia bertahan dari generasi ke generasi.

Mereka adalah warung lotek legendaris yang ada di Bandung, yang tak sekadar menyajikan sayuran dan bumbu, tapi juga cerita ratusan pelanggan setia dan kenangan manis.

RelatedPosts

Cerita dari Timur Didorong Punya Taring di Pasar Kreatif Dunia

Piala Uber 2026: Tim Indonesia Kalahkan Australia 5-0 di Putaran 2

Final Piala FA: Final Manchester City vs Chelsea 16 Mei 2026, Tim Mana Jagoan Kamu?

Melalui naskah singkat ini, Yuk! Kita telusuri beberapa cita rasa dan sejarah mereka:

 

  1. Lotek Kalipah Apo 42 (Sejak 1953)

Warung ini berjualan sejak 1953 dan sudah menjadi penopang tradisi lotek Bandung sejati. Bumbunya kental, manis, dan terasa sangat ‘nutty’, tanpa aroma kencur yang terlalu menonjol; cocok bagi pencinta rasa kacang yang mendalam. Pelayanan tertata rapi dan tempatnya cukup nyaman —sesuai dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

 

  1. Lotek Tjihapit (Sejak 1970)

Berada di gang menuju Pasar Cihapit, Lotek Tjihapit sudah eksis sejak tahun 1970 dan kini dijalankan oleh generasi ketiga. Setiap pesanan diulek satu per satu, dengan taburan bawang goreng renyah dan kentang rebus yang membuat bumbu lebih kental. Rasanya manis dengan aroma kencur yang halus.

 

  1. Lotek Alkateri (Sejak 1988)

Di Jalan Alkateri dekat Alun-alun Kota Bandung, terdapat sebuah gerobak kecil menyajikan lotek dengan gaya khas: dibungkus kertas nasi dan daun pisang berbentuk kerucut, ala cone es krim. Sejak 1988, sajian ini menjadi favorit karena praktis dan unik. Bumbunya agak kering, pas sekali untuk dinikmati sambil berjalan, dan bisa ditambahkan daun pare atau pepaya untuk varian ‘pahit’.

 

  1. Lotek Macan (Sejak 1956)

Lotek Macan lahir pertama kali tahun 1956, dan menjadi refleksi kesetiaan rasa. Bumbunya terkenal gurih dan dipadukan dengan kerupuk pink yang memberi tekstur renyah unik. Tak heran jika setiap generasi pelanggannya tetap setia menikmati sensasi klasik ini.

Tags: lotek bandung

Related Posts

(Foto: Dok. Kemenekraf)

Cerita dari Timur Didorong Punya Taring di Pasar Kreatif Dunia

Editor
27 April 2026

Bacarita Basudara merupakan kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Muda dan Timur Network Foundation. SATUJABAR, JAKARTA - Wakil...

Piala Thomas dan Uber. (Foto: BWF Via PB Djarum)

Piala Uber 2026: Tim Indonesia Kalahkan Australia 5-0 di Putaran 2

Editor
27 April 2026

Tim Piala Uber Indonesia akan menjalani laga putaran ketiganya melawan Taiwan pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat. SATUJABAR, HORSENS DENMARK –...

Emirates FA Cup,arsenal,manchester united,newcastle,brighton,fulham

Final Piala FA: Final Manchester City vs Chelsea 16 Mei 2026, Tim Mana Jagoan Kamu?

Editor
27 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Chelsea lolos ke final Piala FA atau FA Cup usai mengalahkan Leeds United pada babak semifinal yang...

The Golo Mori.(Image: ITDC)

Golo Mori, Destinasi Unggulan Baru di Kawasan Labuan Bajo

Editor
26 April 2026

Wamenhut mengapresiasi rencana ITDC untuk mengembangkan Sustainable Marine-Based and Ecotourism Destination di Golo Mori. MANGGARAI BARAT - Wakil Menteri Kehutanan...

Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) Tahun 2026.‎(Foto: Anggana Mulia/ Moch Ahdiansyah/ Ridwan Nur Faozan/ Diskominfo Kab. Garut)

Gebyar Pesona Budaya Garut 2026, Hidupkan Budaya Sekaligus Dongkrak Ekonomi

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, GARUT – Suasana yang berlangsung meriah dengan ribuan masyarakat yang hadir menjadi pertanda suksesnya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG)...

Pertunjukan Aniwayang.(Foto: Humas Kemen Ekraf)

Aniwayang Bikin Wayang Tak Lekang Zaman

Editor
26 April 2026

Wamen Ekraf Irene Umar mengapresiasi inovasi pertunjukan kesenian yang kreatif tersebut. SATUJABAR, JAKARTA - Seni pertunjukan Aniwayang Live Desa Timun:...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.