• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menhut Lepasliarkan Banteng Jawa untuk Kembalikan Populasinya di Pangandaran

Editor
Kamis, 12 Desember 2024 - 06:05
Banteng jawa (Bos javanicus) liar mencari makan. (Dok. Istimewa)

Banteng jawa (Bos javanicus) liar mencari makan. (Dok. Istimewa)

Pengenalan kembali banteng jawa dilakukan setelah hewan itu punah dari wilayah Cagar Alam Pangandaran pada tahun 2003.

SATUJABAR, PANGANDARAN — Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni melepasliarkan banteng jawa (Bos javanicus) di Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Pelepasliaran banteng jawa ini untuk menghadirkan kembali spesies yang terancam punah itu di wilayah konservasi tersebut.

RelatedPosts

Kejaksaan Serahkan 6 Unit Properti Kebun Binatang ke Pemkot Bandung

Vandalisme Bekas Demo di Kota Bandung Dibersihkan

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung, Pelaku Ditangkap Setelah Ibu Korban Didampingi Anggota DPR

Dalam kunjungan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Raja Juli mengatakan, upaya reintroduksi atau pengenalan kembali banteng jawa dilakukan setelah hewan itu punah dari wilayah Cagar Alam Pangandaran pada tahun 2003, usai mengalami penurunan populasi secara drastis sejak 1982.

“Sekali lagi ini adalah salah satu contoh dan sekaligus motivasi. Kabar gembira kepada seluruh jajaran kementerian di manapun agar inisiatif baik seperti yang sedang kita selenggarakan pada hari ini dapat direplikasi, dapat dikembangkan di tempat-tempat lain,” ujar Raja Juli Antoni.

Reintroduksi itu dilakukan dengan melepasliarkan empat individu banteng jawa yang terdiri atas dua jantan dan dua betina. Seluruh banteng jawa yang direintroduksi merupakan hasil dari program pengembangbiakan terkontrol pada Lembaga Konservasi Umum, khususnya PT Taman Safari Indonesia.

Dia menjelaskan, reintroduksi banteng jawa ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran bertujuan untuk meningkatkan populasinya dengan keragaman genetik yang lebih baik dari populasi terpisah yang ada di beberapa taman nasional di Jawa.

Untuk memastikan keberhasilan program reintroduksi, telah dilakukan berbagai persiapan penting. Di antaranya kajian kesesuaian habitat dan ruang untuk mengukur daya dukung serta daya tampung kawasan terhadap populasi.

Dilakukan pemulihan ekosistem padang rumput seluas 7,12 hektare terdiri atas 6,05 hektare di blok Cikamal dan 1,07 hektare di blok Nangorak. Dilakukan pula diskusi grup terfokus (focus group discussion) untuk membangun dukungan masyarakat dengan meningkatkan kerja sama para pihak, pembuatan kandang habituasi, dan penyiapan area untuk pangan spesies atau feeding ground berupa penanaman rumput pakan dan penyiapan areal lainnya.

Dia mengatakan, kerja sama sejenis dapat dikembangkan, yaitu kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemenhut dengan pemerintah daerah dan swasta agar dapat diaplikasikan di tempat-tempat lain.

“Kemudian, harus kita pastikan di tempat-tempat lain, binatang-binatang yang memang sudah termasuk endangered tadi, yang terancam punah, keanekaragaman hayatinya dapat dijaga sebaik-baiknya,” ucap Raja Juli. (yul)

Tags: banteng jawacagar alam pananjung pangandaranlepasliarkan banteng jawamenhut

Related Posts

Penyerahan barang rampasan negara dari Kejaksaan Negeri Kota Bandung kepada Pemkot Bandung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Rabu, 21 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kejaksaan Serahkan 6 Unit Properti Kebun Binatang ke Pemkot Bandung

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima penyerahan enam bangunan yang merupakan barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi...

Pembersihan vandalisma di simpang lima Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Vandalisme Bekas Demo di Kota Bandung Dibersihkan

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membersihkan vandalisme di sejumlah titik. Di antaranya di Simpang Lima, Jalan Braga, Pendopo Kota...

Ilustrasi korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung, Pelaku Ditangkap Setelah Ibu Korban Didampingi Anggota DPR

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang oknum dokter di Kota Bandung, Jawa Barat, diduga telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 3,5 tahun....

Tangkapan layar massa perusuh melempari truk Dalmas Polrestabes Bandung di Simpang Jalan Dago-Sulanjana.(Foto: Istimewa/Instagram).

16 Polisi Polrestabes Bandung Luka Saat Truk Dalmas Diserang Massa Perusuh

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sebanyak 16 anggota kepolisian mengalami luka-luka saat truk Pengendali Massa (Dalmas) milik Polrestabes Bandung, diserang massa perusuh. Aksi penyerangan...

Tangkapan layar massa perusuh melempari truk Dalmas Polrestabes Bandung di Simpang Jalan Dago-Sulanjana.(Foto: Istimewa/Instagram).

Truk Dalmas Polrestabes Bandung Diserang Massa Perusuh Pakaian Hitam-Hitam

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Truk Pengendali Massa (Dalmas) milik Polrestabes Bandung, diserang massa tidak dikenal setelah mengamankan aksi demonstrasi. Massa perusuh tersebut melempari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 21/10/2026 Antam Rp 2.554.000 Per Gram

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 21/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.554.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.