• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mengapa Bintang Tampak Berputar? Begini Penjelasan BRIN

Editor
Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:39
Foto jejak bintan di Observatorium Nasional Timau.(Foto: Humas BRIN)

Foto jejak bintan di Observatorium Nasional Timau.(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, KUPANG – Hamparan langit malam yang jernih di kawasan Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperlihatkan pesonanya. Selama 10 jam penuh, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, melakukan pemotretan langit malam untuk mengabadikan fenomena jejak bintang (star trail) yang tampak membentuk lingkaran mengelilingi kutub selatan langit dengan latar depan kubah Observatorium Nasional Timau.

Pemotretan dilakukan pada Kamis 18 Juni 2026 pukul 19.00 WITA hingga Jumat, 19 Juni 2026 pukul 05.00 WITA menggunakan kamera DSLR, walau dalam prakternya kamera hanya merekam sekitar 3 jam. Hasilnya menampilkan pola cahaya bintang yang membentuk lingkaran konsentris di langit selatan, menghasilkan pemandangan yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga sarat makna ilmiah.

RelatedPosts

Asap Karhutla Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Gunakan Masker

Presiden Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

34 Jemaah Umrah Asal Bekasi Sempat Tertahan di Kualanamu

Menurut Thomas Djamaluddin, pemotretan semacam ini sebenarnya bukan teknik yang rumit, namun jarang dilakukan karena membutuhkan kondisi cuaca yang sangat mendukung. Langit harus cerah sepanjang malam dan lokasi pengamatan harus minim gangguan cahaya maupun awan.

“Pemotretan selama 10 jam membutuhkan cuaca yang stabil semalaman. Kondisi seperti itu tidak selalu mudah diperoleh. Salah satu lokasi terbaik untuk melakukannya adalah Observatorium Nasional Timau yang memiliki kualitas langit malam sangat baik,” ujar Thomas, Jumat (19/06) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pemotretan tersebut bukan sekadar menghasilkan foto yang menarik, melainkan memperlihatkan salah satu fenomena astronomi paling mendasar, yaitu rotasi Bumi. Banyak orang menyaksikan Matahari terbit dan terbenam setiap hari, tetapi tidak menyadari bahwa fenomena tersebut sebenarnya terjadi karena Bumi berputar pada porosnya.

“Jejak bintang menunjukkan fenomena rotasi Bumi yang jarang disadari publik. Terbit dan terbenamnya Matahari, Bulan, dan bintang-bintang sesungguhnya disebabkan oleh rotasi Bumi sekali dalam 24 jam,” jelasnya.

Thomas menambahkan bahwa pada pemotretan yang diarahkan ke utara atau selatan, jejak bintang akan tampak membentuk lingkaran. Lingkaran tersebut berpusat pada kutub langit, yaitu titik imajiner yang merupakan perpanjangan sumbu rotasi Bumi ke arah angkasa.

Karena Observatorium Nasional Timau berada di belahan Bumi selatan, pemotretan diarahkan ke langit selatan sehingga pola pergerakan bintang tampak mengelilingi kutub selatan langit. Posisi geografis ini menjadikan Timau sebagai salah satu lokasi ideal untuk mendokumentasikan fenomena tersebut.

“Obsnas Timau berada di belahan selatan Bumi sehingga sangat baik untuk menampilkan jejak bintang yang mengelilingi kutub selatan langit. Kombinasi antara langit yang gelap dan lokasi observatorium menghasilkan dokumentasi yang sangat menarik,” kata Thomas.

Selain menggambarkan rotasi Bumi, foto tersebut juga menunjukkan kualitas langit malam di Timau yang relatif bebas polusi cahaya. Kondisi ini menjadi salah satu alasan BRIN membangun Observatorium Nasional Timau sebagai pusat observasi astronomi modern di Indonesia.

Untuk menghasilkan gambar yang bersih, pemotretan dilakukan sejak malam benar-benar gelap hingga menjelang fajar. Strategi ini dipilih untuk menghindari jejak cahaya satelit yang memantulkan sinar Matahari saat senja maupun menjelang pagi.

“Saat ini jumlah satelit di orbit semakin banyak, termasuk konstelasi satelit komunikasi seperti Starlink. Karena itu pemotretan dilakukan setelah gelap malam dan diakhiri sebelum fajar agar lintasan satelit tidak mengganggu hasil foto,” jelasnya.

Thomas juga membagikan tips bagi masyarakat yang ingin mencoba memotret jejak bintang secara mandiri. Menurutnya, teknik ini dapat dilakukan menggunakan kamera DSLR dengan lensa sudut lebar dan pengaturan manual.

Ia menyarankan agar kamera diarahkan ke utara atau selatan, menggunakan tripod yang stabil, serta memilih objek latar depan yang menarik seperti bangunan, pohon, atau bentang alam tertentu. Semakin lama durasi pemotretan, semakin panjang pula jejak bintang yang akan terekam.

Melalui dokumentasi ini, Thomas berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan langit malam Indonesia, tetapi juga semakin memahami fenomena astronomi yang terjadi di atas kepala mereka setiap hari. Jejak bintang yang tampak berputar di langit bukanlah gerakan bintang itu sendiri, melainkan bukti visual bahwa planet tempat kita berpijak terus berputar tanpa henti.

Bagi dunia astronomi, foto tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana namun memikat. “Dari Timau, masyarakat diajak menyaksikan salah satu gerakan paling fundamental di alam semesta, rotasi Bumi yang mengatur siang dan malam serta menggerakkan seluruh panorama langit yang kita lihat setiap hari,” pungkasnya.

Tags: BintangBRINObservatorium Nasional Timau

Related Posts

Situasi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (8/10). Kondisi yang terjadi sejak pagi hari mengganggu aktivitas masyarakat setempat. (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Desna Dwinda Jatnika)

Asap Karhutla Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Gunakan Masker

Editor
8 Oktober 2026

PALEMBANG – Di tengah upaya penanganan intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, kabut asap masih dirasakan...

Presiden Prabowo Subianto saat sambutan di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (08/10/2026).(Foto: Kemenhaj)

Presiden Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan strategi hilirisasi industri nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

34 Jemaah Umrah Asal Bekasi Sempat Tertahan di Kualanamu

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Sebanyak 34 jemaah umrah asal Bekasi dan Jakarta sempat tertahan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara,...

Jemaah haji 2026 tiba di Bandara Kertajati Majalengka.(Foto: Humas Kemenhaj)

Biaya Haji 2027 Disubsidi Rp 3 Juta, MUI Apresiasi

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH  Asrorun Niam Sholeh, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo...

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin.(Foto:Istimewa).

Tersangka Korupsi Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin Dicekal ke Luar Negeri

Editor
8 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat mengeluarkan surat pencekalan bepergian ke luar negeri buat Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Syaefudin telah...

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (08/10/2026).(Foto: BPMI Setneg)

Presiden Prabowo Resmikan 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel Rp 180 Triliun

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total keseluruhan nilai investasi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.