Berita

Memperjualbelikan Satwa Dilindungi Secara Ilegal, Remaja 16 Tahun di Cirebon Ditangkap Polisi

SATUJABAR, BANDUNG – Seorang remaja berusia 16 tahun ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon, setelah nekat memperjual-belikan satwa-satwa liar dilindungi secara ilegal. Tindakan memperjual-belikan satwa-satwa dilindungi tersebut, dilakukan secara online, atau daring, dengan sistem COD (cash on delivery), atau bayar di tempat.

Penangkapan terhadap remaja berusia 16 tahun, berinisial S, yang nekat memperjual-belikan satwa-satwa liar dilindungi secara ilegal, berawal dari laporkan masyarakat. Mirisnya, pelaku berstatus sebagai pelajar salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Kasus jual-beli terhadap satwa-satwa liar dilindungi terungkap atas laporan masyarakat, diterima akhir Juli 2024. Tersangka yang masih remaja berusia 16 tahun, memperjual-belikan secara ilegal,” ujar Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, dalam keterangan pers di Markas Polresta (Mapolresta) Cirebon, Jumat (30/08/2024).

Sumarni mengatakan, tersangka memperjual-belikan satwa-satwa liar dilindungi tersebut secara online, atau daring. Transaksi pembayarannya, dengan sistem COD (cash on delivery), atau membayar barang (satwa liar dilindungi) di tempat.

Satwa-satwa yang berhasil diamankan, terdiri dari satu ekor elang brontok, dua ekor burung alap-alap, satu ekor elang bondol, serta dua ekor berang gunung.

“Tindakan tersangka memperjual-belikan satwa liar dilindungi secara ilegal melanggar hukum, karena satwa-satwa tersebut dilindungi undang-undang. Motif tersangka, untuk memperoleh keuntungan dari hasil penjualan,” ungkap Sumarni.

Tersangka yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, akan dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a, dan atau Pasal 40 ayat (1) huruf d, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tersangka terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun kurungan penjara.

Dibeli Lewat Medsos

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Cirebon, Kompol Siswo De Cuellar Tarigan, menambahkan, tersangka memperoleh satwa-satwa liar dilindungi tersebut melalui media sosial (medsos). Harganya bervariasi, diantaranya elang brontok dibeli seharga Rp 500 ribu per ekor, elang bondol dan burung alap-alap Rp. 400 ribu, serta berang gunung Rp. 600 ribu per ekor.

“Kami masih melakukan pendalaman, untuk bisa mengungkap jaringan dalam kasus perdagangan satwa-satwa liar dilindungi secara ilegal,” tegas Siswo.

Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Cirebon, melaporkan telah mengevakuasi 59 ekor satwa-satwa liar dilindungi dari berbagai jenis selama Januari hingga Agustus 2024. Satwa-satwa tersebut diserahkan secara sukarela dari masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya melestarikan satwa-satwa dilindungi.

Editor

Recent Posts

Situ Gede Kota Bogor Diserbu Ratusan Orang

SATUJABAR, BOGOR – Situ Gede Kota Bogor menjadi salah satu obyek Gerakan bersih-bersih lingkungan yakni…

52 menit ago

Restoran Sederhana Buka Cabang di Singapura dan Australia

SATUJABAR, JAKARTA – Restoran Sederhana buka cabang di Singapura dan Australia menurut jadwal akan terwujud…

59 menit ago

Mendaki Gunung Dukono dan Gunung Lain Kini Dibatasi, Ini Daftarnya!

SATUJABAR, JAKARTA – Mendaki Gunung Dukono dan gunung lainnya kini dibatasi menyusul insiden meningkatnya aktivitas…

1 jam ago

Mahkota Binokasih Pajajaran dan Bogor

SATUJABAR, BOGOR – Mahkota Binokasih memiliki keterikatan sejarah dengan Bogor sebagai bagian dari peradaban Pajajaran.…

1 jam ago

Korban Hilang Gunung Dukono Terus Dicari

SATUJABAR, JAKARTA – Korban hilang Gunung Dukono di Halmahera masih dalam tahap pencarian Tim Search…

2 jam ago

Harga Emas Sabtu 9/5/2026 Antam Rp 2.839.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 9/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

This website uses cookies.