Berita

Cemburu Buta, Ayah Bejad di Cianjur Tega Aniaya Tiga Anak Balitanya dan Viral di Medsos

BANDUNG – Seorang ayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tega menganiaya tiga anak balitanya gegara terbakar cemburu buta. Rekaman video aksi penganiayaan pelaku viral di media sosial (medsos), dan polisi telah menangkapnya.

Rekaman video aksi penganiyaan dilakukan seorang ayah berinsial CS, terhadap tiga anak balitanya, di Kabupaten Cianjur, tersebar luas di media sosial (medsos). Rekaman video tersebut, memperlihatkan sang ayah awalnya bercanda dengan salah seorang anak perempuannya.

Namun dalam rekaman dua video lainnya, sang ayah kemudian melakukan aksi penganiayaan terhadap ketiga anaknya. Aksi penganiyaan, dari mulai mencekik hingga mengangkat anaknya dengan satu tangan.

Sang anak yang mengeluh kesakitan tiba-tiba saja dijatuhkan ke lantai. Ketiga anaknya masih berusia satu hingga tiga tahun.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, membenarkan aksi penganiayaan ayah terhadap ketiga anaknya masih usia balita di wilayah hukumnya. Kejadian tersebut telah dilaporkan pihak keluarga, dan pelaku sudah diamankan di Markas Polres (Mapolres) Cianjur.

“Kami sudah menerima laporan dari paman korban. Pelaku berinisial CS langsung kami tangkap, dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Cianjur,” ujar Tono, saat dihubungi wartawan, Kamis (29/08/2024).

Cemburu Buta

Tono menjelaskan, aksi penganiayaan terhadap ketiga anaknya sengaja direkam oleh pelaku dan rekamannya dikirimkan ke istrinya yang bekerja di luar negeri. Istrinya yang tidak terima kemudian memberitahu pihak keluarga hingga melaporkannya ke Polres Cianjur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, aksi penganiayaanya sebagai pelampiasan karena cemburu terhadap istrinya. Pelaku menuduh istrinya telah berselingkuh dengan pria lain selama bekerja di luar negeri.

“Motifnya karena pelaku cemburu. Pelaku menuduh istrinya memiliki pria lain selama bekerja di luar negeri, yang belum terbukti kebenarannya,” ungkap Tono.

Pelaku yang langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan penyidik, akan dijerat dengan pasal 44 Undang-undang nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pelaku terancama hukuman pidana maksimal 9 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, ketiga anak, korban aksi penganiyaan pelaku, selain harus menjalani pengobatan fisik, juga psikisnya. Ketiga korban telah mendapat pendampingan khusus setelah trauma atas aksi penganiayaan yang telah dilakukan ayah kandungnya.

Editor

Recent Posts

Perkuat Integritas dan Keberkahan Operasi, Perwira Kilang Balongan Gelar Doa Bersama

SATUJABAR, BALONGAN – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus menanamkan budaya kerja yang…

5 jam ago

‘Pak Ogah’ di Banjar Ditemukan Tewas di Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

SATUJABAR, BANJAR--Seorang pria di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai 'Pak Ogah', atau pengatur…

8 jam ago

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Menkomdigi: Langkah Besar Menuju AI Hub Regional

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat,…

8 jam ago

Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026

BALI – Komitmen bank bjb dalam menghadirkan layanan perbankan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan…

8 jam ago

Bandara Husein Layani Bandung-Palembang, Sudah Beroperasi

SATUJABAR, BANDUNG - Antusiasme masyarakat terhadap kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung…

8 jam ago

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai…

9 jam ago

This website uses cookies.