• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 8 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Masuk Angin: Sebab dan Cara Obatinya

Editor
Kamis, 18 Januari 2024 - 11:49
keracunan masuk angin

Keracunan (ilustrasi/pexels)

Masuk angin adalah suatu kondisi yang disebabkan karena berkumpulnya gas yang tidak merata di dalam tubuh.

Masuk Angin diyakini menjadi penyakit yang nyata, tetapi saat ini belum ada bukti medis untuk mendukung klaim ini.

RelatedPosts

Wali Kota Farhan Sambut Natanael, Siswa Kelas 3 SD Juara 2 Dunia Neo Science di Amerika

Nikmati Kereta Panoramic Mulai Rp 300.000, Spesial di Bulan Februari 2026

Wajah Baru Hutan Kota Babakan Siliwangi Setelah 100% Revitalisasi

Penyakit ini mirip influenza karena gejala dan penyebabnya hampir sama. Masuk angin biasanya dianggap sekadar mitos di dunia kedokteran.

SEBAB

Biasanya penyebab utamanya adalah udara dingin yang berlebihan. Contohnya adalah terlalu lama di ruangan AC, bermain hujan-hujanan, cuaca yang dingin, dan lainnya.

Penyebab lainnya adalah terlalu banyak tertawa, salah makan, kebanyakan kentut, atau karena terlalu lelah.

Masyarakat langsung menyebut masuk angin setiap kali merasa badan tidak enak.

Badan tidak enak yang disebabkan masuk angin, umumnya terjadi pada masa pergantian cuaca dari musim kemarau ke penghujan atau sebaliknya (pancaroba).

Pada masa peralihan itu angin sering kali bertiup kencang. Angin sering disalahkan karena masuk ke tubuh tanpa permisi dan menyebabkan badan terasa tak enak.

Angin sering dituduh masuk ke tubuh tanpa permisi ketika tubuh terekspos angin yang bertiup kencang.

Saat di musim bukan pancaroba pun “angin tak diundang” ini sering menghinggapi orang-orang tertentu.

Penyakit ini acapkali singgah di tubuh orang yang sering begadang, kurang tidur atau kurang istirahat. Gara-gara angin, penderitanya jadi merasa tak enak badan ketika bangun di pagi hari.

Masuk angin sebenarnya merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat gabungan kelelahan fisik, terlambat makan, dan stres pikiran.

Karena gabungan ketiga hal itu, terjadilah pembentukan gas berlebihan di lambung dan usus. Kemudian timbul perasaan penuh di usus lalu mulas, diikuti mual dan muntah.

Kalau sudah begini, inilah yang disebut masuk angin.

Sebenarnya penyebabnya bukan cuaca dingin, bukannya anginlah yang memicu terjadinya masuk angin.

Cuaca dingin yang menyergap tubuh menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah.

Sebenarnya penyempitan pembuluh darah ini merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia.

Namun, dampak kurang menyenangkan dari penyempitan pembuluh ini adalah peredaran darah menjadi kurang lancar.

Akibatnya, hasil metabolisme, berupa asam laktat, terakumulasi pada otot-otot. Inilah yang membuat badan jadi terasa pegal-pegal.

Cuaca dingin dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak. Padahal, mereka berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri, dan virus.

Perlambatan ini juga menyebabkan seseorang menjadi rentan terkena infeksi seperti batuk, pilek, dan lain-lain.

Perihal perut kembung terisi gas, bisa terjadi akibat cuaca dingin yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik usus.

Perlambatan inilah yang menyebabkan gas tertampung di saluran cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh (begah). Dan akhirnya perut akan tertekan oleh gas dan menyebabkan rasa mual sehingga menekan nafsu makan.

GEJALA

Gejala masuk angin antara lain:

Tubuh terasa tidak nyaman (meriang/menggigil)

Selalu merasa kedinginan (terutama di ujung jari kaki dan tangan)

Cegukan

Perut kembung

Mudah lelah

Sering mengantuk

Pilek

Demam

Diare

Mual dan muntah

Berkeringat dingin

Kentut

Nafsu makan berkurang

Sakit kepala

PENGOBATAN

Masuk angin ini termasuk penyakit penting tetapi kurang penting. Penting sebab meskipun di luar negeri tidak dikenal, di Indonesia banyak sekali penderitanya.

Bisa dianggap kurang penting sebab ini termasuk penyakit yang hilang sendiri setelah penderitanya minum teh manis hangat atau air jahe hangat dan kerokan.

Bisa juga dengan meminum teh peppermint, karena peppermint berfungsi sebagai dekongestan, ekspektoran dan antivirus yang dapat meredakan nyeri tenggorokan dan melegakan batuk.

Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah dengan diurut, digosok dengan minyak gosok (dikerok), atau minum air hangat.

Selama menderita masuk angin, penderita tidak boleh berada di ruangan dingin (terutama ruangan AC) dan tidak boleh terlalu lelah.

Karena ini, banyak orang pernah tewas akibat heatstroke, yang merupakan kondisi medis yang nyata.

Secara medis, dokter akan memberi parasetamol, vitamin, dan obat penenang. Dan tentu saja pasien dianjurkan untuk beristirahat.

Mengatasi gejala pegal linu, kembung, batuk pilek, pusing, mual, dan lain-lainnya dengan memakan sup panas, minum obat flu yang dijual bebas, dan beristirahat di tempat tidur yang hangat.

Tindakan mereka ini sama dengan yang dianjurkan para dokter. Dianjurkan untuk memilih sup ayam, karena sup ini berguna sebagai anti radang yang meredakan gejala masuk angin.

TRADISIONAL

Di Pulau Jawa mengatasi masalah masuk angin dengan minum teh hangat atau air jahe hangat.

Untuk menghangatkan badan, tubuh dibaluri minyak telon atau minyak kayu putih. Meski demikian, tindakan yang paling populer untuk mengusir angin adalah kerokan.

Penderita maag atau penderita keluhan lambung harus berhati-hati dengan jahe. Alih-alih menyembuhkan masuk angin, jahe bisa membuat iritasi lambung jadi tambah parah.

Jahe yang merupakan rempah dari akar ini sudah lama disebut-sebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari mual dan artristis sampai infeksi saluran nafas atas. Bawang putih yang mengandung senyawa allicin, terbukti punya fungsi antibakteri dan antijamur.

Meminum jus jeruk, karena buah jeruk penuh dengan vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan alami serta dapat membantu tubuh melawan infeksi.

Penderita yang akan sembuh biasanya ditandai dengan keluarnya angin melalui anus (kentut) atau melalui mulut (bersendawa), dan terkadang bisa juga ditandai dengan muntah (hanya 9-10 kali, bukan terus-menerus).

Tags: sakit

Related Posts

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Sambut Natanael, Siswa Kelas 3 SD Juara 2 Dunia Neo Science di Amerika

Editor
7 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Warga Kota Bandung patut berbangga dimana salah satu warganya bahkan masih terbilang anak-anak sudah mampu menunjukkan kemampuan...

Kereta panoramic di malam hari.(Foto: Istimewa)

Nikmati Kereta Panoramic Mulai Rp 300.000, Spesial di Bulan Februari 2026

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Bulan Februari memang identik dengan momen kebersamaan, kehangatan, dan perjalanan penuh makna. Mengusung tema “Love Meet Fortune...

Hutan Kota Babakan Siliwangi Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wajah Baru Hutan Kota Babakan Siliwangi Setelah 100% Revitalisasi

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wajah Hutan Kota Babakan Siliwangi menebarkan nuansa sejuk, nyaman, tenang, dan tentunya aman usai direvitalisasi. Revitalisasi dilakukan...

Taman Alun-Alun Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wajah Baru Taman Alun-Alun Bandung Pasca Revitalisasi

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Revitalisasi usai, Taman Alun-Alun Bandung diklaim tampil lebih sejuk, bersih, dan nyaman. Pemerintah Kota Bandung menyebutkan revitalisasi...

Taman Lansia Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Penampakan Taman Lansia Kota Bandung Usai Direvitalisasi

Editor
5 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung telah merevitalisasi Taman Lansia yang berada tak jauh dari Gedung Sate. Kini tampil lebih...

Jamaah haji mengikuti sholat di Masjidil Haram. (Dok. Istimewa)

Tips Praktis Menghindari Penipuan Travel Umrah

Editor
5 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan cermat dalam memilih...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.