Proses evakuasi jenazah korban tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima total 50 kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari seluruh kantong jenazah yanh diterima Tim DVI, 34 korban diantaranya berhasil diidentifikasi.
Polda Jawa Barat merilis total kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga hari keempat proses pencarian, Selasa (27/01/2026). Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, telah menerima 50 kantong jenazah korban yang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan tertimbun longsor.
Dari total 50 kantong jenazah, sepuluh kantong jenazah diserahkan Tim SAR gabungan, pada Selasa (27/01/2026). Dari seluruh kantong jenazah, 34 korban sudah berhasil diidentifikasi.
“Ada empat tambahan jenazah korban berhasil diidentifikasi. Jadi total sudah 34 jenazah korban sudah teridentifikasi dari sebelumnya 30 korban,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Rabu (28/01/2026).
Hendra mengatakan, empat jenazah korban berhasil diidentifikasi melalui proses post-mortem dan ante-mortem. Tim DVI Polda Jawa Barat memastikan proses identifikasi terus dilakukan hingga seluruh korban teridentifikasi, termasuk menunggu hasil tes DNA yang telah dititipkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.
“Selama masih ada kantong jenazah yang diterima Posko Tim DVI, kami pastikan proses identifikasi akan diselesaikan secara tuntas dan berkesinambungan. Termasuk jenazah membutuhkan pemeriksaan DNA, yang telah dititipkan di RSUD Cimahi dan butuh waktu 14 hari,” kata Hendra.
Berikut identitas tambahan empat korban yang berhasil teridentifikasi:
1. Awang Sih (70), teridentifikasi melalui properti dan pemeriksaan medis gigi.
2. Wati alias Enok (58), teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan tanda medis.
3. Bayu Nur Cahaya (33), teridentifikasi melalui sidik jari dan data odontologi.
4. Epon (30), teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan data medis.
Masyarakat diimbau tetap bersabar dan menunggu informasi resmi. Polda Jawa Barat berkomitmen melakukan proses identifikasi secara profesional dan teliti
Sementara itu, Polda Jawa Barat juga telah menerjunkan Tim K-9 untuk menyisir area sulit di lokasi longsor hingga memasuki hari kelima proses pencarian korban yang belum ditemukan, Rabu (18/01/2026). Anjing pelacak didampingi personel terlatih dikerahkan dalam pencarian korban masih tertimbun longsor, dengan melakukan penyisiran di area sulit dijangkau alat berat.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Minggu 2/5/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
SATUJABAR, BANDUNG – Meskipun kita belum pernah duduk, makan, dan tidur manis di kabin mewah…
Sejak 18 April hingga 1 Mei 2026, petugas Imigrasi RI telah mencegah keberangkatan 42 calon…
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah, yaitu Siti Sri Rahayu…
Peserta turnamen tidak hanya peserta lokal, tetapi juga dari provinsi lain, seperti Bali dan Balikpapan…
SATUJABAR, BANDUNG - KCIC mencatat peningkatan volume penumpang Whoosh sekitar 15% dibandingkan dengan akhir pekan…
This website uses cookies.