Berita

Kebakaran Kandang Ayam dan Puyuh di Kuningan, Ribuan Ekor Terpanggang

SATUJABAR, KUNINGAN–Ribuan ekor ayam dan burung puyuh mati terpanggang, setelah peristiwa kebarakan menghanguskan bangunan kandang di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kebakaran yang mengakibatkan kerugian materi ratusan juta rupiah, diduga karena korsleting listrik.

Peristiwa kebakaran menghanguskan bangunan kandang ayam dan burung puyuh, di Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (17/06/2026) pagi. Bangunan kandang ayam dan burung puyuh tersebut, milik warga bernama Andi.

Menurut Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, peristiwa kebakaran terjadi pukul 04.00 WIB. Sebelum kejadian, Andi sempat pulang ke rumah, dan saat kembali lagi kobaran api sudah membakar bangunan kandang miliknya.

Andi bersama warga setempat berusaha melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, kobaran api yang makin membesar, warga segera menghubungi Pemadam Kebakaran Kuningan, untuk meminta bantuan.

“Awalnya, sekitar jam dua pagi, pemilik kandang, Andi pulang dulu ke rumah. Saat kembali lagi jam empat pagi, Andi melihat kobaran api membakar bangunan kandang miliknya,” ujar Andri, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (17/06/2026).

Petugas Pemadam Kebakaran Kuningan yang tiba di lokasi, langsung melakukan upaya pemadaman. Upaya pemadaman sempat tekendala sumber air yang lokasinya cukup jauh.

Kobaran api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Selain meluluhlantakkan bangunan kandang, ribuan ekor ayam dan burung puyuh mati terpanggang.

Di dalam bangunan kandang terdapat 2.000 ekor ayam dan 7.000 ekor burung puyuh, semuanya mati terpanngang. Pemilik kandang seluas 12 x 20 meter, harus menelan kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp.300 juta.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik di area kandang. Kebakaran sempat menimbulkan kepanikan bagi warga setempat.

Masyarakat diimbau agar waspada terhadap potensi terjadi kebakaran yang dipicu penggunaan listrik, tungku, gas, maupun aktivitas pembakaran sampah.

Masyarakat diminta selalu memeriksa dan membersihkan selang gas, regulator, menghindari penggunaan stopkontak secara bertumpuk, serta menggunakan kabel maupun lampu listrik yang telah memenuhi standar SNI, mencegah terjadi korsleting.

Editor

Recent Posts

Macau Open 2026: Bagas Shujiwo Lewati Babak 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta…

3 menit ago

Chairul Mukmin, Alumni UMY, Juara SUCI 2026

Chairul Mukmin atau yang kerap disapa Mukmin, Alumni UMY, menjadi juara dalam Stand Up Comedy…

8 menit ago

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama…

13 menit ago

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem…

1 jam ago

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam…

2 jam ago

Hotel di Bali Murah dan Dekat Pantai

SATUJABAR, BANDUNG – Hotel di Bali murah dan dekat pantai banyak sekali pilihannya. Namun ada…

2 jam ago

This website uses cookies.