SATUJABAR, BANDUNG–Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tinggal menyisakan satu hari lagi. Operasi pencarian korban kembali dilanjutkan, setelah total korban yang sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi, sebanyak 92 jenazah, 68 diantaranya sudah teridentifikasi.
Memasuki hari ketigabelas, Kamis (05/02/2026), operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan sudah bergerak sejak pagi, melalukan pencarian korban diduga masih tertimbun material longsor, yang tinggal menyisakan satu hari.
Sehari sebelumnya, memasuki hari keduabelas, operasi pencarian korban, hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi tujuh bodypack (kantong jenazah). Total jenazah yang sudah ditemukan, sejak bencana tanah longsor menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/01/2026), sebanyak 92 korban.
Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi tujuh bodypack di tiga titik pencarian. Rinciannya, satu bodypack ditemukan di worksite A-2, empat bodypack di worksite A-3, serta dua bodypack di worksite B-2.
“Penambahan tujuh bodypack yang ditemukan pada hari keduabelas operasi pencarian, sehingga total sudah 92 bodypack berhasil ditemukan,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana kepada wartawan.
Ade Dian mengatakan, 92 bodypack sudah diserahkan Tim SAR gabungan ke Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses identifikasi, sudah 68 jenazah korban berhasil diidentifikasi Tim DVI.
“Ada 68 bodypack (jenazah) yang sudah berhasil diidentifikasi Tim DVI. Masih terdapat 24 bodypack lagi dalam proses identifikasi, karena beberapa bodypack ternyata memiliki identitas tunggal dengan bodypack yang sudah teridentifikasi sebelumnya,” kata Ade Dian.
Sementara itu, data 80 warga Desa Pasirlangu yang dilapokan sebagai korban hilang berdasarkan laporan Incident Commander (IC), dipastikan sudah teridentifikasi sebanyak 52 bodypack. Sisanya masih dicocokan dengan bodypack dalam proses identifikasi.
“Dari data 80 korban hilang laporan IC (Incident Commander), sudah 52 bodypack teridentifikasi. Kita masih menunggu hasil lainnya dari proses identikasi Tim DVI,” ungkap Ade Dian.
Ade Dian memastikan, operasi pencarian korban tetap dilanjutkan hingga hari keempat belas, sebagai batas akhir masa tanggap darurat bencana tanah longsor, pada 06 Februari 2026. Operasi tetap dilanjutkan hingga Jum’at, meski total bodypack telah melebihi daftar korban dilaporkan hilang.







