SATUJABAR, GARUT–Pemudik mulai memadati jalur Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memasuki H-5 Lebaran 2026. Polisi mulai memberlakukan cara bertindak dengan menerapkan sistem one-way, atau satu arah, untuk mengurangi kepadatan.
Kepadatan kendaraan pemudik terjadi di jalur Limbangan, Kabupaten Garut, tepatnya di depan Pos GTC Limbangan. Volume kendaraan memasuki H-5 Lebaran 2026, Senin (16/03/2026), dari Bandung melalui jalur arteri Nagreg menuju arah Selatan Jawa Barat, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah, mulai mengalami peningkatan.
Antrean kendaraan hingga mengular di depan GTC Limbangan. Salah satu penyebabnya, terjadi penyempitan jalan karena aktivitas Pasar Limbangan.
Beberapa persimpangan jalan juga menjadi pemicu terhambatnya arus kendaraan yang saling bertemu. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu-lintas masih terkendali berkat kesigapan polisi.
Strategi dalam mengurai kepadatan kendaraan, Polres Garut memberlakukan cara bertindak dengan menerapkan sistem one-way, atau satu arah. Sistem one-way diberlakukan sewaktu-waktu berdasarkan terjadinya peningkatan volume kendaraan.
“Kita berlakukan one-way (satu arah) sepenggal, dengan waktu pelaksanaan tentatif. Tujuannya, untum mengurai kepadatan berdasarkan terjadinya peningkatan volume kendaraan,” ujar Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono kepada wartawan, Senin (16/03/2026).
Sejak Minggu (15/03/2026) hingga Senin (16/03/2026), sudah empat kali diberlalukan sistem one-way. Diberlakukan dengan durasi waktu 30 hingga 60 menit, memprioritaskan arus kendaraan dari arah Bandung.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat melakukan penjalanan mudik dengan mengutamakan keselamatan. Kami juga memohon maaf bagi masyarakat yang perjalanannya tersendat akibat terdampak pemberlakuan one-way,” kata Luky.
Arus mudik Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan hingga mengalami puncaknya, sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri.








