• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kuliner Garut bernama Endog Lewo, Pernah Coba?

Editor
Senin, 15 Januari 2024 - 11:48
Kuliner Garut endog lewo emplod

Endog Lewo atau Emplod (Marketplace)

SATUJABAR, BANDUNG – Kuliner Garut bernama Endog Lewo mungkin agar jarang terdengar karena belum begitu popular.

Tapi bagi para penggila kuliner, Anda tentu perlu untuk mengetahui dan mencicipi hidangan khas dari Swiss Van Java itu.

RelatedPosts

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Kuliner Garut bernama Endog Lewo adalah nama lain dari emplod. Sejenis makanan terbuat dari singkong. Semacam dengan comro dan guik yang juga terbuat dari singkong, dan sama-sama digoreng.

Disebut endog Lewo, karena bentuk makanan itu, bulat-bulat seperti telur (endog).

Hanya diproduksi di kawasan Lewo. Tepatnya di Kp.Cicadas, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kab.Garut.

 

Asal usul

Seperti namanya, makanan yang disebut endog lewo bentuknya memang mirip endog (telur).

Makanan khas ini dinamai endog lewo karena asl-usulnya berasal dari Kampung Lewo di Kecamatan Malangbong, Garut.

Namun di Kampung Lewo makanan ini lebih dikenal dengan sebutan emplod.

Endog lewo makanan khas Garut terbuat dari singkong. H.Amin (60), salah seorang pengusaha emplod, menerangkan, pembuatan makanan populer tersebut, awal tahun 1980-an.

Semula hanya coba-coba, untuk memanfaatkan singkong yang tak terserap oleh pabrik tapioka.

Ternyata mendapat pasaran yang cukup baik. Walaupun sudah banyak jenis makanan lain yang berbahan baku singkong, emplod berhasil meraih peminat.

Mungkin karena kering namun tidak begitu keras. Rangu kata orang Sunda. Sehingga dianggap cocok sebagai makanan ringan yang dapat dimakan di sembarang tempat.

Berbeda dengan comro dan guik yang terkesan formal, karena ukurannya terbilang agak besar, juga agak basah berminyak, emplod berukuran sebesar ujung jari dan tidak tampak berminyak, walaupun sama-sama digoreng.

Bahkan bumbunya pun nyaris sama dengan comro dan guik itu.

Maka emplod cukup praktis untuk dibawa ke mana-mana. Mungkin sama dengan sukro. Hanya beda bahan dan rasa.

Selain di Lewo dan Garut, popularitas emplod sudah merambah ke beberapa kota lain di Jawa Barat.

Masyarakat penggemar makanan ringan sudah menerima kehadiran emplod.

 

Cara Pembuatan

Resep makanan ini sangat sederhana. Bahan utama adalah tepung singkong, yang kemudian diberi garam dan dibumbui dengan bawang putih serta bahan-bahan lainnya.

Mengenai bahan baku singkong sekarang ada jenis singkong hibrida yang usianya cuma 8 bulan. Lebih cepat 3 atau 4 bulan daripada usia singkong biasa yang rata-rata mencapai 11-12 bulan sejak ditanam hingga dipanen.

Jenis singkong hibrida yang dijadikan bahan baku emplod disebut singkong jantung.

Empuk namun kental, sehingga mudah diparut untuk dibuat adonan bahan mentah emplod.

Sebelum ada singkong jantung, bahan baku menggunakan singkong manihot atau maleho, dan singkong gambir.

Tapi sekarang, jenis-jenis singkong yang gurih itu, sudah jarang.

Mungkin terdesak oleh jenis hibrida tadi. Jenis singkong tradisional yang masih ada, antara lain singkong karihkil dan sampeu ”hideung” yang banyak diserap oleh pabrik tapioka

 

Pemasaran

Kini pemasaran endog lewo sudah menyebar ke beberapa kota besar di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Subang, Sumedang dan Bandung.

Saingan juga muncul dari jenis makanan lokal lain, yang semakin bervariasi. Ketika pertama kali muncul jenis makanan cimol (aci digemol), pasaran emplod agak menyurut.

Makanan lokal emplod alias endog Lewo yang mampu bertahan selama seperempat abad di tengah persaingan aneka ragam makanan ringan, patut disyukuri, paling tidak kehadirannya menambah khazanah kekayaan makanan lokal Garut yang sudah lebih dulu terkenal. Seperti dodol Garut, ladu Malangbong, opak Cipeujeuh, dan lain-lain.

Sumber: Wikipedia

Tags: garutjabar

Related Posts

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mencoba salah satu produk sepatu di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Jumat (31/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026...

Festival Literasi Pages and Plates 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan menghadirkan Festival Literasi Pages and...

Gerbang Desa Hantu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Editor
1 Agustus 2026

Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman tersebut disulap menjadi Desa Hantu,...

Mall shopping

Indonesia Shopping Festival 2026 Digelar 7–23 Agustus 2026

Editor
31 Juli 2026

Indonesia Shopping Festival 2026 berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 sekaligus merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. ISF 2026....

GIIAS 2026

GIIAS 2026: Dibuka 30 Juli, Tiket Rp 50.000 – Rp 100.000

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, TANGERAN - GIIAS 2026 secara resmi dibuka untuk seluruh masyarakat umum. Selama 11 hari penyelenggaraan hingga 9 Agustus 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat