• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kue Keranjang: Sajian Imlek Simbol Harmonis & Keberuntungan

Editor
Rabu, 29 Januari 2025 - 11:49
Kue keranjang

Kue keranjang.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kue Keranjang, yang lebih dikenal dengan sebutan dodol China, menjadi makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kue ini disebut Nian Gao atau Niangao, yang berarti “kue tahun.” Kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan gula ini dipercaya membawa keberuntungan.

Dilansir dari berbagai sumber, kue keranjang biasanya disajikan sebagai hidangan penutup dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Pengucapan “Nian Gao” mirip dengan kata “gao” yang berarti tinggi, sehingga makna pengucapannya terdengar seperti ‘tahun tinggi’, yang melambangkan kenaikan atau peningkatan.

RelatedPosts

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, Nian Gao melambangkan pendapatan dan kedudukan yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak yang sehat, serta harapan agar kehidupan di tahun yang baru menjadi lebih baik. Karena itu, mengonsumsi Nian Gao atau kue keranjang pada saat Imlek dianggap membawa keberuntungan dan kesuksesan.

 

Sejarah Kue Keranjang

Kue keranjang memiliki sejarah panjang yang berhubungan dengan tradisi dan kepercayaan orang Tionghoa. Berdasarkan cerita rakyat China, setelah menghabiskan satu tahun di rumah warga, Dewa Dapur akan membuat laporan kepada Kaisar Langit setiap akhir tahun. Orang-orang khawatir laporan tersebut bisa berisi hal-hal buruk tentang mereka. Untuk menutup mulut Dewa Dapur, mereka memberikan kue keranjang agar tidak ada laporan negatif yang disampaikan. Oleh karena itu, kue keranjang selalu dipersembahkan sebagai sesaji pada saat tahun baru Imlek, dan tradisi ini masih berlangsung hingga kini.

 

Makna Simbolis Kue Keranjang

Kue keranjang yang berbentuk bulat tanpa ujung melambangkan ikatan yang tak terputus, yang mencerminkan keharmonisan keluarga yang selalu rukun dan bersama sepanjang tahun. Membagikan kue keranjang saat Imlek juga melambangkan berbagi rezeki dan kemakmuran, diharapkan membawa berkah bagi pemberi maupun penerima.

Tekstur kue keranjang yang lembut dan kenyal menggambarkan keuletan, kegigihan, serta daya juang yang tinggi, yang berarti persaudaraan semakin erat dan menyatu dalam setahun ke depan. Kue keranjang yang tahan lama melambangkan hubungan yang awet dan berkualitas, sementara rasa manisnya melambangkan sukacita dan kegembiraan dalam hidup.

Susunan kue keranjang yang bertingkat dan mengerucut juga memiliki makna bahwa rezeki dan kemakmuran akan semakin meningkat. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama menandakan pentingnya kesabaran, kegigihan, dan keteguhan hati dalam meraih sesuatu yang diinginkan, agar akhirnya mencapai hasil yang maksimal.

Dengan segala makna simbolis yang terkandung di dalamnya, kue keranjang menjadi lebih dari sekadar makanan penutup, melainkan sebuah tradisi yang penuh harapan dan doa bagi kesejahteraan di tahun yang baru.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tags: ImlekKue Keranjang

Related Posts

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas bersama bayi yang baru dilahirkannya. Kematian ibu dan...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ratusan hektare lahan terbakar dan ratusan ribu kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah...

Tim ahli karhutla dan akademisi menelusuri penyebab utama kebakaran Gunung Bromo serta mengusut dugaan tindak pidananya.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

Editor
13 September 2026

PROBOLINGGO - Penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melibatkan tim ahli karhutla dan akademisi guna menelusuri penyebab...

Kebakaran di Gunung Ciremai.(Foto: TNGC Via Kemenhut)

Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Berhasil Dikendalikan

Editor
13 September 2026

KUNINGAN — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang terjadi selama tiga hari,...

Kondisi lahan yang terbakar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (11/9). (Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo.)

Editor
13 September 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 13/9/2026 Antam Rp 2.604.000 Per Gram

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 13/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.604.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.