Berita

Kucing Liar di Kota Bandung Dikendalikan

BANDUNG – Kucing liar di Kota Bandung akan dikendalikan, ungkap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.

Dinas itu menyatakan komitmennya dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus memastikan kenyamanan lingkungan masyarakat.

Dua agenda utama menjadi fokus dalam waktu dekat, yakni pengendalian populasi kucing liar dan pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H.

Hal tersebut disampaikan Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, dalam talkshow Radio Sonata pada Rabu (30/4). Ia menegaskan bahwa DKPP akan terus menggiatkan program KOPI CINTA (Kontrol Populasi Kucing Teridentifikasi Liar) sebagai solusi jangka panjang terhadap permasalahan kucing liar di perkotaan.

“Program ini menggunakan pendekatan yang manusiawi. Kucing liar ditangkap sementara secara aman, diperiksa kesehatannya, lalu dilakukan kastrasi. Layanan ini gratis dan terbuka untuk semua warga,” ujar Gin Gin melalui keterangan resmi.

Sejak diluncurkan pada 2021, program KOPI CINTA telah menjangkau 17 titik utama di Kota Bandung. Masyarakat yang berada di luar lokasi tersebut tetap dapat mengajukan permohonan layanan kastrasi atau pemeriksaan melalui DKPP, baik secara online maupun offline. Namun, pendaftaran online dianjurkan guna mempercepat proses administrasi.

Pemerintah juga mengapresiasi warga yang secara sukarela mengadopsi atau merawat kucing liar. Gin Gin mengingatkan agar kucing tidak disiksa atau diperlakukan tidak layak. “Kalau ada kendala atau kebutuhan layanan, masyarakat bisa menghubungi kami,” tambahnya.

Hewan kurban sapi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sementara itu, dalam rangka menyambut Iduladha, DKPP akan mengaktifkan Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban mulai 15 Mei 2025. Satgas ini bertugas memeriksa kondisi hewan sebelum dan sesudah penyembelihan, demi memastikan daging kurban aman dikonsumsi dan sesuai dengan syariat.

“Tujuannya adalah memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan dagingnya aman untuk dikonsumsi. Kami ingin menjaga mutu sekaligus nilai ibadah masyarakat,” tegas Gin Gin.

Pemeriksaan akan dilakukan langsung di lapangan dengan melibatkan panitia kurban dan pedagang hewan. DKPP mengimbau masyarakat agar hanya membeli hewan yang telah memiliki label “layak dan sehat” dari tim pemeriksa.

Editor

Recent Posts

Tanpa Salah, Liverpool Kalah Oleh Manchester United 2-3

SATUJABAR, BANDUNG – Liverpool haru menelan pil pahit saat tandang ke Old Trafford pada pekan…

38 menit ago

Kalahkan Espanyol 2-0, Real Madrid Harus Menang di Kandang Barca

SATUJABAR, BANDUNG – Angin segar bagi fans Real Madrid saat tim Ibu Kota Spanyol itu…

49 menit ago

Thomas Cup 2026: Tundukkan Prancis, China Pertahankan Gelar Juara

SATUJABAR, BANDUNG - Tim Thomas China mampu mempertahankan gelar juara setelah kalahkan Prancis pada final…

1 jam ago

Pesan Menkomdigi Kepada Jurnalis: Jaga Kebenaran di Tengah Pusaran Arus Informasi Digital

Insan pers dituntut untuk tetap menjaga nilai dan manfaat berita bagi publik di tengah tekanan…

9 jam ago

Final Piala Uber 2026: Korea Kalahkan Juara Bertahan China, Indonesia Ketiga

SATUJABAR, BANDUNG – Tim Uber Korea Selatan mampu mengalahkan juara bertahan China pada final yang…

9 jam ago

Kabar Baik! BRIN–PT Cosmax Kembangkan Kosmetik Alami Berbasis Mangga dan Temulawak

Buah mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)…

12 jam ago

This website uses cookies.