• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Korban Cabul Oknum Imam Masjid di Garut Bertambah Jadi 13 Anak

Editor
Rabu, 11 Juni 2025 - 03:31
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.(Foto:Istimewa).

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, GARUT–Polres Garut, Jawa Barat, masih terus mendalami kasus perbuatan cabul dilakukan oknum imam masjid di Kabupaten Garut. Setelah berhasil mengamankan dan menahan pelaku, jumlah korban yang melapor dan mengaku telah disodomi bertambah menjadi 13 anak.

Jumlah korban perbuatan cabul oknum imam masjid, yang juga guru ngaji di wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, bertambah tiga orang. Dengan demikian jumlah korban menjadi 13 orang, rata-rata anak-anak berusia 10 tahun hingga 15 tahun.

RelatedPosts

Ibu Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Laporkan Perawat ke Polda Jabar

Tragis! Balita di Karawang Tewas Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

KA Lokal Bandung Raya Layani 2,8 Juta Pelanggan Selama Triwulan I 2026

Jumlah korban perbuatan cabul oknum imam masjid bertambah, disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Garut, AKP Joko Prihatin. Penyidik Satreskrim kembali menerima laporan dari tiga orangtua, mengaku, anaknya menjadi korban pelaku.

“Ada tambahan tiga orang korban dari laporan orangtuanya. Jadi, jumlahnya bertambah menjadi 13 orang, dan kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak yang telah menjadi korban (perbuatan cabul),” ujar Joko dalam keterangannya, Rabu (11/06/2025).

Pelaku berinisial IY, berusia 53 tahun, yang telah berbuat cabul, sebagian korban disodomi, telah ditangkap di kediamannya, ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Markas Polres (Mapolres) Garut.

Pelaku mengakui perbuataannya, yang telah dilakukan sejak tahun 2024. Pelaku berdalih, tega melakukan perbuatan menyimpang terhadap anak laki-laki di bawah umur, karena dulu pernah menjadi disodomi.

Perbuatan cabul terhadap korban anak-anak berusia 10 tahun hingga 15 tahun, sebagian disodomi dilakukan di rumahnya. Korban diajak ke rumah, dirayu, diming-iming uang.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait penanganan masalah psikis dan proses pemulihan traumatik korban.

Kejadian memilukan tersebut, juga telah mendapat perhatian dan pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Jawa Barat. Sejak kasus pencabulan terhadap korban anak-anak terungkap, pihak KPAID langsung mendatangi Mapolres Garut.

Ketua KPAID Jawa Barat, Ato Rinanto, mengatakan, kasus penyimpangan seksual dengan sasaran korban anak-anak harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bagimanapun, dampaknya bisa berbahaya bagi kondisi anak-anak sebagai korban.

“Korban bisa berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari, jika kondisinya tidak segera dipulihkan. Ini harus menjadi perhatian serius dan penanganan simultan untuk memulih kondisi psikis dan traumatik korban, dengan terapi pemulihan agar tidak mengingat memori buruknya,” ungkap Ato.

Pelaku sudah mendekam di Ruman Tahanan (Rutan) Mapolres Garut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 82 Ayat 1 dan 4 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana hingga 20 tahun kurungan penjara.(chd).

Tags: kabupaten garutKasus Cabul Oknum Imam MasjidKecamatan CikajangKPAID Jawa Baratpolres garutSatreskrim Polres Garut

Related Posts

Nina Saleha (27), orangtua bayi di Mapolda Jabar.(Foto:Istimewa).

Ibu Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Laporkan Perawat ke Polda Jabar

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus bayi nyaris tertukar, setelah diberikan perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bukan kepada orangtuanya, berbuntut panjang. Ibu...

Ilustrasi.(Foto:Istimewa).

Tragis! Balita di Karawang Tewas Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Seorang balita di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan pacar ibunya. Balita malang berusia 1,5 tahun tersebut,...

Stasiun Kereta Api Purwakarta.(Foto: Humas KAI)

KA Lokal Bandung Raya Layani 2,8 Juta Pelanggan Selama Triwulan I 2026

Editor
17 April 2026

Pada Triwulan I 2026, KA Lokal Bandung Raya melayani sebanyak 2.858.523 pelanggan, meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 2.450.007 pelanggan...

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono. (Foto: Istimewa)

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik-Balik Lebaran 2026

Editor
17 April 2026

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan terdapat lima fitur yang paling diminati pengguna selama periode tersebut, yaitu CCTV...

(Foto: Dok. Pertamina)

PHE Tandatangani Kontrak PSC Wilayah Kerja Lavender

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender secara resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract...

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendampingi Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Topang Ketahanan Pangan, Pemerintah Terbitkan 3 Regulasi Pangan

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi untuk mewujudkan kemandirian...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.