• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kepala Pengelolaan Aset Daerah Pemkab Purwakarta Ditemukan Tewas Penuh Luka di Rumahnya

Editor
Selasa, 16 Juni 2026 - 11:19
Jenazah Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, saat akan dimakamkan.(Foto:Istimewa).

Jenazah Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, saat akan dimakamkan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, PURWAKARTA–Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, bernama Yogi Saleh, berusia 40 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya. Keluarga mendesak pihak kepolisian  mengungkap penyebab kematian korban, setelah ditemukan sejumlah luka.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, bernama Yogi Saleh, berusia 40 tahun, di kamar rumahnya di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta Minggu (14/06/2026) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Kematian korban pertamakali diketahui istrinya saat baru pulang menghadiri wisuda anaknya.

RelatedPosts

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Kepala BMKG: Perkuat Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

Nunggu 28 Tahun, Blok LNG Abadi Masela Mulai Digarap

Mahasiswi Unisba Hilang, Keluarga Terakhir Kontak Senin 13 Juli 2026

“Saat istri pulang usai menghadiri wisuda anaknya, kondisi rumah dalam keadaan terkunci dan gelap. Istri korban berusaha menggedor-gedor pintu, hingga bisa masuk melalui jendela rumah yang bisa dibuka. Korban sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kamar, setelah istrinya menemukan ceceran darah di depan pintu,” ujar Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Senin (15/06/2026).

Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka, termasuk luka tusukan pada tubuh korban.

Polisi juga menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan kematian korban, diantaranya sebuah tangga, dua potong kabel yang sudah terputus, serta ikat pinggang. Meski barang-barang tersebut ditemukan di sekitar kamar, belum bisa menyimpullan penyebab kematian korban, karena tindakan bunuh diri, atau dibunuh.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan, kami belum bisa menyimpulkan terkait penyebab kematian korban. Meninggal karena tindakan bunuh diri, atau tindak pidana,” kata Made.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak tidak ada barang-barang berharga di rumah yang hilang. Dompet berikut uang tunai, kartu identitas, dan telepon genggam, masih utuh.

“Tidak ada barang-barang berharga hilang, termasuk dompet, uang tunai, telepin genggam, dan kartu identitas korban. Jadi, kami belum menemukan indikasi tindak pidana perampokan, maupun tanda-tanda perkelahian,” ungkap Made.

Hasil visum rumah sakit, korban mengalami tiga luka tusukan serius di bagian leher dan luka robek di bagian dada, atau ulu hati. Selain itu, ada bekas jeratan di leher.

“Hasil visum luar menunjukkan ada tiga luka tusukan serius di leher. Satu luka robek di bagiabn dada, atau ulu hati, serta bekas jeratan di leher, memar pada lutut dan pergelangan kaki,” jelas Made.

Barang bukti sebilah pisau dapur dengan panjang sekutar 10 hingga 15 sentimeter, ditemukan di lokasi kejadian. Penyidik masih mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam korban, serta bukti petunjuk rekaman kamera pengawas, CCTV di lokasi kejadian, untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, sekaligus motif yang melatarbelakanginya.

Kematian tragis korban membuat istrinya mengalami syok berat. Polisi belum bisa meminta keterangan istri korban sebagai saksi kunci kejadian.

Keluarga mendesak pihak kepolisian mengungkap penyebab kematian korban secara menyeluruh dan transparan. Keluarga tidak yakin dugaan korban bunuh diri.

Perwakilan keluarga korban, Eka Yusuf, mengatakan, temuan sejumlah luka di tubuh korban, membuat keluarga meragukan spekulasi yang berkembang terkait penyebab kematian mengarah dugaan tindakan bunuh diri. Banyak luka ditemukan, penyebab kematian janggal, lebih mengindikasikan korban tewas karena tindak pidana.

“Saya melihat ada kejanggalan, banyak luka ditemukan, di leher dan bagian tubih lainnya. Kalau takdir kami terima, tapi kalau memang karena tindak pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasusnya seterang-terangnya,” ujar Eka.

Selain meminta pihak kepolisian mengusut tuntas, keluarga juga meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara yang menimpa salah satu pejabatnya. Proses penyelidikan masih dilakukan penyidik Satreskrim Polres Purwakrta untuk memastikan penyebab kematian, termasuk hasil otopsi rumah sakit yang dilakukan terhadap jenazah korban.

Tags: Badan Keuangan dan Aset Daerahjawa baratkabupaten purwakartaKepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Purwakarta Ditemukan Tewas Penuh LukaPemkab PurwakartaPolres PurwakartaSatreskrim Polres Purwakarta

Related Posts

Peringatan tsunami

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Kepala BMKG: Perkuat Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar webinar bertajuk “A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran...

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/07/2026). (Foto: Setneg)

Nunggu 28 Tahun, Blok LNG Abadi Masela Mulai Digarap

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela...

Maimanati Mutmainnah (24), Mahasiswi Unisba dilaporkan hilang.(Foto:Istimewa).

Mahasiswi Unisba Hilang, Keluarga Terakhir Kontak Senin 13 Juli 2026

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), bernama Maimanati Mutmainnah, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung,...

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada triwulan II tahun 2026 mencapai Rp511,8 triliun.(Foto: Setneg)

Realisasi Investasi Triwulan II 2026 Rp511,8 Triliun, Tumbuh 7,1 Persen

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kasus Taufik Hidayat: Berkas Perkara Dikebut, Sudah 31 Saksi Diperiksa Pasal Berlapis Diterapkan

Editor
16 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YT, wanita berusia 29 tahun, oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, masih dalam penyidikan polisi....

Makanan atau bahan makanan di minimarket.(Foto: Pexels)

Industri Kemasan: Kemenperin Pacu Standardisasi

Editor
16 Juli 2026

Industri kemasan tercatat sekitar 6,11 juta pelaku usaha penyedia akomodasi makanan dan minuman di Indonesia. Sementara itu, data BPJPH menunjukkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat