• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 22 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kepala BMKG Kunjungi Stasiun Meteorologi Citeko, Cek Dampak Gas Rumah Kaca

Editor
Minggu, 04 Januari 2026 - 05:45
(Foto: Dok. BMKG)

(Foto: Dok. BMKG)

SATUJABAR, BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya penguatan pengamatan iklim serta kualitas udara di wilayah pegunungan sebagai bagian dari upaya memahami perubahan iklim dan mendukung pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam kegiatan kunjungan dan audiensi di Stasiun Meteorologi Kelas III Citeko, Bogor, Jumat (02/01/2026).

Dalam arahannya, Faisal menekankan bahwa Stasiun Meteorologi Citeko memiliki peran strategis karena berada di wilayah ketinggian yang relatif minim gangguan aktivitas perkotaan. Menurutnya, lokasi seperti Citeko sangat terbatas jumlahnya di Indonesia.

RelatedPosts

Penggeledahan di Kantor Summarecon Bogor, Penyidik KPK Angkut Kardus dan Koper

OJK Terbitkan Aturan Pemegang Saham Bursa Efek

Menkeu Suahasil Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

“Pengamatan kualitas udara dan Gas Rumah Kaca (GRK) di lokasi pegunungan seperti Citeko ini tidak banyak di Indonesia. Selain Citeko, kita punya Kototabang sebagai stasiun Global Atmosphere Watch (GAW). Sementara sebagian besar stasiun pengamatan kita berada di dataran rendah atau di bandara,” ujar Faisal melalui keterangan resminya.

Ia menjelaskan bahwa kualitas udara, yang mencakup pencemaran udara dan Gas Rumah Kaca, memiliki keterkaitan erat dengan sistem iklim secara luas. Data yang dikumpulkan dari pengamatan tersebut menjadi fondasi penting dalam analisis iklim jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, Faisal juga menjelaskan perbedaan mendasar antara cuaca dan iklim dengan analogi yang mudah dipahami. Menurutnya, cuaca bersifat dinamis dan berubah-ubah, sementara iklim merupakan sifat dasar atmosfer yang terbentuk dari proses panjang.

“Untuk mempelajari ‘perasaan’ atau cuaca, kita harus memahami ‘sifatnya’ terlebih dahulu, yaitu iklim. Inilah tugas Kedeputian Klimatologi, mempelajari sifat atmosfer secara luas agar data tersebut dapat digunakan sebagai dasar prakiraan meteorologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa tugas BMKG tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini. Peran yang lebih besar adalah mendukung pembangunan lintas sektor, mulai dari swasembada pangan, air, energi, pariwisata, hingga pembangunan infrastruktur nasional.

“Ini tugas-tugas BMKG yang sering luput dari perhatian. Ketika dipahami, barulah terlihat bahwa data seperti kelembapan tanah pun sangat penting. Bahkan dulu Kementerian Pertanian sempat terkejut mengetahui BMKG memantau hal tersebut,” ujarnya.

Terkait penguatan kelembagaan, Faisal juga menyoroti pentingnya penataan organisasi teknisi infrastruktur agar lebih efektif dan efisien. Dengan jumlah teknisi yang besar, ia berharap pengelolaan SDM ke depan dapat mendukung pemeliharaan peralatan secara optimal di seluruh unit pelaksana teknis.

Faisal juga mengajak seluruh pegawai BMKG, tanpa memandang latar belakang, untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

“Belajar itu sepanjang hayat. Jadikan semua tempat sebagai sekolah dan semua orang sebagai guru. Observasi, pemantauan, analisis, hingga diseminasi informasi harus kita lakukan sebaik-baiknya untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pengamatan atmosfer di wilayah ketinggian seperti Citeko menjadi prioritas karena merepresentasikan kondisi atmosfer latar (background atmosphere) yang minim gangguan polusi lokal. Data ini sangat penting untuk memantau perubahan iklim global.

Menurutnya, pengamatan GRK di Citeko telah dimulai sejak kerja sama dengan National Institute for Environmental Studies (NIES) Jepang pada 2016. Meski kerja sama tersebut berakhir pada 2022, peralatan yang dihibahkan masih beroperasi hingga kini untuk memantau CO₂, CH₄, PM2.5, dan parameter kualitas udara lainnya.

“Metana menjadi perhatian khusus karena potensi pemanasan globalnya jauh lebih besar dibanding CO₂, meskipun masa hidupnya di atmosfer lebih singkat,” jelas Ardhasena.

Ia menambahkan, data dari Citeko menunjukkan tren kenaikan konsentrasi GRK yang sejalan dengan tren global. Selain itu, pola polusi PM2.5 di wilayah pegunungan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah perkotaan, karena dipengaruhi faktor transportasi polutan lintas wilayah dan kondisi meteorologis lokal.

Dalam laporannya, Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Fathuri Syabani, menjelaskan bahwa Stasiun Citeko berdiri sejak 1983 dan merupakan salah satu stasiun sinoptik yang masih beroperasi di wilayah Jabodetabek, khususnya Bogor–Puncak. Stasiun ini berada di ketinggian 910 meter di atas permukaan laut dan terletak di hulu Sungai Ciliwung.

“Data curah hujan Citeko sering dimanfaatkan sebagai peringatan dini untuk memantau kenaikan muka air di Bendung Katulampa. Biasanya, hujan lebat di Citeko akan berdampak pada kenaikan muka air di Katulampa sekitar dua jam kemudian,” jelas Fathuri.

Ia juga menjelaskan peran Citeko dalam mendukung keselamatan masyarakat, termasuk peringatan dini banjir, keselamatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, serta edukasi kebencanaan dan lingkungan bagi pelajar.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Hartanto, menambahkan bahwa Stasiun Meteorologi Citeko memiliki peran vital dalam sistem peringatan dini banjir Jakarta. Ia menegaskan pentingnya pemeliharaan dan modernisasi peralatan, meskipun data manual tetap diperlukan sebagai pembanding data historis jangka panjang.

Melalui penguatan pengamatan atmosfer, kualitas udara, dan iklim di wilayah strategis seperti Citeko, BMKG terus berkomitmen menyediakan data dan informasi yang andal sebagai dasar mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, serta perencanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

 

Tags: gas rumah kacaKepala BMKGStasiun Citeko

Related Posts

Gedung KPK.(Foto:Istimewa).

Penggeledahan di Kantor Summarecon Bogor, Penyidik KPK Angkut Kardus dan Koper

Editor
21 September 2026

SATUJABAR, BOGOR--Kegiatan penggeledahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor PT Summarecon Bogor, Jawa Barat, Senin (21/09/2026), berlangsung hingga sore...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Terbitkan Aturan Pemegang Saham Bursa Efek

Editor
21 September 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek...

Menkeu atau Menteri Keuangan Suahasil Nazara, melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Keuangan dan Pejabat pada Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (21/9).(Foto: Dok. Kemenkeu)

Menkeu Suahasil Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Editor
21 September 2026

JAKARTA – Menkeu atau Menteri Keuangan Suahasil Nazara, melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Keuangan dan Pejabat pada Sekretariat...

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika.(Foto: Dok. Kemenperin)

Program Restrukturisasi Mesin Kemenperin Dorong Modernisasi Industri Agro

Editor
21 September 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor industri agro, khususnya hasil hutan dan...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Masjidil Haram, Muadzin Syaikh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani Wafat

Editor
21 September 2026

MAKKAH — Kabar duka menyelimuti umat Islam di seluruh dunia dan pengelola Dua Masjid Suci. Salah satu suara merdu pemandu...

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.(Foto:Istimewa).

Kasus Suap Buka Blokir Hak Guna Bangunan, KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor

Editor
21 September 2026

SATUJABAR, BOGOR--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus suap buka blokir Hak Guna Bangunan (HGB) di Bogor, Jawa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.