• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Pacu Hilirisasi Kopi

Editor
Rabu, 09 September 2026 - 01:55
Kopi gula aren pixabay

Kopi gula aren (pixabay)

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat industri pengolahan kopi nasional sebagai salah satu sektor strategis dalam hilirisasi industri agro. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang, Jumat (4/9), yang menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan industri pengolahan kopi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan sektor kopi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan industri kopi, baik dari sisi ketersediaan bahan baku, potensi pasar domestik, maupun peluang ekspor. Indonesia merupakan produsen biji kopi terbesar keempat dunia dengan produksi mencapai sekitar 834 ribu ton pada 2025. Di sisi hilir, produk kopi olahan Indonesia telah menembus lebih dari 80 negara, menunjukkan bahwa industri nasional memiliki daya saing dan peluang ekspansi yang besar di pasar global.

RelatedPosts

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

“Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki kekuatan dari hulu hingga hilir. Tantangan kita ke depan adalah memastikan kekuatan tersebut dapat dikonversi menjadi nilai tambah yang lebih besar melalui penguatan industri pengolahan, inovasi produk, peningkatan produktivitas, dan perluasan akses pasar. Pemerintah akan terus memacu industri kopi nasional agar semakin kompetitif dan mampu memperkuat posisinya di pasar global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa industri pengolahan kopi nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Dari kapasitas terpasang sekitar 1,81 juta ton, realisasi produksi pada 2025 mencapai sekitar 928 ribu ton dengan tingkat utilisasi sekitar 51 persen. Pemerintah menargetkan utilisasi industri pengolahan kopi dapat meningkat menjadi 86,6 persen pada 2029.

“Peningkatan utilisasi menjadi salah satu fokus kebijakan kami. Kita ingin memastikan kapasitas industri yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Untuk itu, penguatan pasokan bahan baku, SDM, teknologi, riset dan pengembangan, serta akses pasar harus dilakukan secara terintegrasi,” kata Putu.

Dari sisi perdagangan, kinerja industri kopi olahan Indonesia menunjukkan tren yang positif. Pada 2025, Indonesia tercatat sebagai eksportir kopi premix terbesar di dunia, dengan nilai ekspor USD 454,7 juta atau menguasai 17,54% pangsa pasar global. Sementara itu, untuk kopi instan, Indonesia berhasil menempati 5 besar negara eksportir dunia, dengan nilai ekspor USD 225 juta dan menguasai 5,88 persen pangsa pasa global.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Merrijantij Punguan Pintaria, menambahkan bahwa kunjungan kerja ke PT Santos Jaya Abadi menunjukkan perkembangan industri pengolahan kopi nasional yang semakin kuat dalam menciptakan nilai tambah. Hal tersebut tercermin dari pemanfaatan bahan baku kopi dalam negeri, penerapan teknologi dan mesin dalam proses produksi, hingga diversifikasi produk yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.

“Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana industri kopi nasional terus berkembang dari sisi pengolahan bahan baku, pemanfaatan teknologi, hingga diversifikasi produk. Kemampuan industri untuk mengolah kopi menjadi berbagai produk dengan nilai tambah menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar untuk terus memperkuat industri kopi dari hulu hingga hilir,” ujar Merrijantij.

Dalam menghadapi peluang pasar global, Kemenperin juga melihat pentingnya penguatan standardisasi, keamanan pangan, traceability, sertifikasi internasional, sustainability, serta branding produk. Sejumlah produk seperti roasted bean, kopi instan, premiks, specialty coffee, kopi kapsul, drip coffee, dan ground coffee dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan, termasuk produk fungsional seperti kopi organik, decaf, dan produk dengan positioning kesehatan.

“Kita ingin kopi Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk industri dengan nilai tambah tinggi dan memiliki posisi yang semakin kuat di pasar dunia. Untuk mencapai itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci,” pungkas Direktur Mintemgar.

Kunjungan kerja DPR RI ke PT Santos Jaya Abadi diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim industri yang kondusif sekaligus memastikan kebijakan pengembangan industri kopi nasional mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, memperkuat keterkaitan hulu-hilir, meningkatkan nilai tambah, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kopi Indonesia.

Tags: Hilirisasi kopikemenperin

Related Posts

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

Editor
9 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi bullying, atau perundungan, viral di media sosial, setelah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas...

Gunung Anak Krakatay di Selat Sunda.(Image: Google)

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Merdeka.com terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam upaya pencarian jurnalis Merdeka.com yang mengalami hilang...

Menter Komdigi Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Layanan Telekomunikasi Diperkuat

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas...

Tenaga kesehatan bersiaga di TPA Galuga.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Tim Nakes Siaga di Posko TPA Galuga

Editor
9 September 2026

CIBUNGBULANG - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas yang terdampak...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama warga berolahraga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Bandung Suka Olahraga 63 Persen

Editor
9 September 2026

Warga Bandung Suka Olahraga sebanyak 63 perse menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas olahraga....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.