• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Genjot Wirausaha Fesyen dan Kriya Naik Kelas Lewat Program Coaching CBI 2025

Editor
Senin, 19 Mei 2025 - 08:48
Fashion Anak Muda

Fashion Anak Muda (Ilustrasi/pexels)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran wirausaha muda di sektor industri kreatif, khususnya bidang fesyen dan kriya, agar dapat berkembang dan naik kelas. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), program Creative Business Incubator (CBI) 2025 kembali digulirkan sebagai pendampingan lanjutan untuk 10 pelaku industri kreatif terpilih.

Program ini diselenggarakan oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan menggandeng praktisi serta akademisi bidang kewirausahaan dan bisnis. Tahun ini, Program Coaching CBI memasuki tahap kedua setelah sebelumnya dilaksanakan kelas klasikal pada 2024.

RelatedPosts

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

“Penelitian menunjukkan bahwa bisnis akan lebih bertahan dan berkembang jika mendapatkan pendampingan dari mentor. Dalam coaching CBI 2025, 10 pelaku IKM akan dibimbing langsung oleh mentor untuk menjawab tantangan dalam mengembangkan bisnis agar dapat naik kelas,” ujar Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita, dalam keterangan resminya.

Mengutip riset Universitas Ciputra, Reni menjelaskan bahwa 74,03 persen bisnis bertahan dan tumbuh lebih baik berkat pendampingan yang tepat. Pendampingan dinilai mampu mempercepat pertumbuhan bisnis, mengurangi risiko kegagalan, serta menciptakan usaha yang berkelanjutan.

Program ini, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem wirausaha nasional yang tangguh dan kompetitif. Hal ini juga sejalan dengan kinerja sektor industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 4,31 persen pada triwulan I tahun 2025, serta menyumbang 17,50 persen terhadap PDB nasional.

10 IKM Terpilih dan Target Kenaikan Kelas

Program Coaching CBI 2025 akan berjalan selama lima bulan dengan target pendampingan terstruktur. Adapun sepuluh pelaku usaha kreatif terpilih adalah Delova Wardro, Hanabira, CV Amod Bali, Wira’s Silver Bali, PT Karya Rappo Indonesia, Kalasiris, JB Etnnic, Astraea Leather Craft, dan Ulur Wiji.

“Harapannya mereka dapat mengikuti jejak alumni CBI sebelumnya yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi, omzet, serta naik kelas dari mikro ke kecil atau dari kecil ke menengah,” jelas Reni.

Kepala BPIFK, Dickie Sulistya, menyampaikan bahwa meski para peserta masih tergolong muda, namun telah menunjukkan potensi bisnis menjanjikan. “Capaian omzet mereka pada 2024 telah mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dan terus tumbuh di triwulan I 2025,” ungkapnya.

BPIFK juga telah mendata ekspektasi peserta serta target kenaikan omzet untuk memastikan materi coaching sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. “Ini menunjukkan komitmen dan kemauan peserta untuk belajar, tumbuh, dan memberi dampak positif bagi perekonomian,” tambah Dickie.

Alumni CBI Raih Prestasi Internasional

Program Coaching CBI terbukti berhasil mencetak pelaku usaha berprestasi. Rubycraft, jenama asal Yogyakarta, misalnya, berhasil tampil dalam Best Pitch di Home in Style Hongkong 2025. Rubycraft juga menjalin kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan produk sawit dan menjadi supplier home décor untuk jaringan ritel Jepang, Tri Koins.

Sementara itu, Smarbatik sukses meraih Penghargaan Majalah Sawit Indonesia dan berpartisipasi dalam Innovation Festival Suzhou, Tiongkok, pada 2024. Di sisi lain, Lumos telah menjadi pengisi pelatihan Color Theory dan Fashion Style untuk Sheisedo Group.

Reni menegaskan bahwa pencapaian ini memperkuat urgensi sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang produktif. Meski rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 21,6 persen — tertinggi di ASEAN menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2023 — tantangannya adalah meningkatkan nilai tambah dan produktivitas.

“Ekosistem kewirausahaan yang sehat akan membantu para wirausaha naik kelas, menciptakan produk bernilai tinggi, meningkatkan omzet, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” pungkas Reni.

Tags: fesyenwirausaha

Related Posts

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.