• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemarau 2025 Diprediksi Lebih Pendek, BMKG Ingatkan Risiko Tetap Mengintai

Editor
Senin, 14 April 2025 - 06:42
kekeringan kemarau,el nino

Ilustrasi musim kemarau/kekeringan (pexels)

BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2025 akan berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi risiko yang perlu diantisipasi oleh berbagai sektor.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa awal musim kemarau telah dimulai sejak April 2025 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai zona wilayah. Berdasarkan pemantauan dinamika iklim global dan regional hingga pertengahan April, tidak ditemukan indikasi gangguan iklim besar seperti El Nino atau IOD, karena kedua fenomena saat ini berada dalam fase netral.

RelatedPosts

Tengkorak Orangutan di Area Karhutla Kalimantan, Tim Gerak Cepat

Ratusan Orang Gagal Berangkat Haji Karena Alasan Kesehatan

Kementerian Ekraf Dorong Industri Modifikasi Otomotif Tembus Pasar Global di IMX 2026

“Awal musim kemarau di Indonesia diprediksi tidak terjadi serempak. Pada April ini, sebanyak 115 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau dan jumlah ini diperkirakan terus bertambah pada Mei dan Juni,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, Senin (14/4).

Wilayah-wilayah yang diprediksi terdampak antara lain sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Suhu muka laut di perairan Indonesia yang cenderung lebih hangat dari normal diperkirakan bertahan hingga September, yang berpotensi memengaruhi cuaca lokal.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus 2025. Beberapa wilayah seperti Jawa bagian tengah hingga timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada Agustus.

 

Karakter Musim Kemarau 2025

Terkait sifat musim kemarau tahun ini, sekitar 60% wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau dengan sifat normal. Sementara itu, 26% wilayah akan mengalami kemarau yang lebih basah dari biasanya, dan sisanya sekitar 14% diperkirakan lebih kering dari normal.

“Durasi musim kemarau kali ini lebih pendek di sebagian besar wilayah. Namun, sekitar 26% wilayah justru berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang, terutama di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan,” tambah Dwikorita.

 

Rekomendasi Mitigasi di Berbagai Sektor

Sebagai langkah mitigasi, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi penting. Di sektor pertanian, disarankan penyesuaian jadwal tanam sesuai dengan prediksi awal musim kemarau, pemilihan varietas tanaman yang tahan kekeringan, serta pengelolaan air yang optimal.

“Wilayah dengan kemarau lebih basah justru dapat memanfaatkannya untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi, dengan tetap memperhatikan pengendalian hama,” jelasnya.

Sementara itu, sektor kebencanaan diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang diprediksi mengalami kemarau kering. BMKG juga menekankan pentingnya upaya pembasahan lahan gambut dan pengisian embung penampungan air sejak periode hujan masih berlangsung.

Untuk sektor lingkungan dan kesehatan, masyarakat diingatkan terhadap potensi penurunan kualitas udara, khususnya di wilayah perkotaan dan daerah rawan karhutla. Selain itu, suhu panas dan kelembapan tinggi juga dapat berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Di sektor energi dan sumber daya air, Dwikorita menekankan pentingnya pengelolaan air secara efisien agar kebutuhan air baku masyarakat, sistem irigasi, dan operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tetap terjamin selama musim kemarau berlangsung.

 

Panduan untuk Pengambil Kebijakan

Di akhir pernyataannya, Kepala BMKG berharap informasi ini dapat dijadikan acuan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi antisipatif menghadapi musim kemarau 2025.

“Informasi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan. Pembaruan data iklim dan cuaca secara real time bisa diakses melalui website BMKG, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi InfoBMKG,” pungkasnya.

Tags: bmkgKemarau

Related Posts

Tengkorak Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ditemukan di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit milik PT. KAL di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.(Foto: Dok. Humas Kemenhut)

Tengkorak Orangutan di Area Karhutla Kalimantan, Tim Gerak Cepat

Editor
11 Oktober 2026

Tengkorak Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ditemukan di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit milik PT. KAL di Kabupaten...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan pentingnya calon jemaah haji jaga kesehatan.(Foto: Humas Kemenhaj)

Ratusan Orang Gagal Berangkat Haji Karena Alasan Kesehatan

Editor
11 Oktober 2026

DENPASAR - Persiapan kesehatan dan kebugaran fisik sejak dini menjadi hal penting bagi calon jemaah haji untuk memastikan kesiapan menjalankan...

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat ekosistem industri modifikasi otomotif nasional melalui gelaran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. (Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Kementerian Ekraf Dorong Industri Modifikasi Otomotif Tembus Pasar Global di IMX 2026

Editor
11 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat ekosistem industri modifikasi otomotif nasional melalui gelaran Indonesia Modification &...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Pengurus Yayasan UNPAR, Basilius Hendra Kimawan, dan Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono, meresmikan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bogor di kampus yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (10/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

UNPAR Bogor Diresmikan Wali Kota Dedie

Editor
11 Oktober 2026

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Pengurus Yayasan UNPAR, Basilius Hendra Kimawan, dan Rektor UNPAR, Tri...

Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

9 Dari 10 Orang Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

Editor
10 Oktober 2026

Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi...

Menperin Muhammad Sarmuji menjelaskan tentang industri hijau.(Foto: Humas Kemenperin)

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Editor
10 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya mengakselerasi pengembangan kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mempercepat hilirisasi,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.