Menurut Bupati Sumedang, program itu bagian dari upaya hadapi tantangan krisis global, khususnya isu lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
SATUJABAR, SUMEDANG – Pemberlakuan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat untuk ASN membuat Pemkab Sumedang menggeser program ASN naik Angkot setiap Jumat pindah ke Rabu atau Rabu Ngangkot. Melalui program ini ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Sumedang diwajibkan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) saat berangkat ke tempat kerja setiap hari Rabu.
Bupati Sumedang menjelaskan, program ini bertujuan untuk mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi polusi udara, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pemilik dan pengemudi angkot. “Tujuannya untuk menghemat BBM, mengurangi polusi udara, serta meningkatkan pendapatan pemilik dan pengemudi angkot agar ekonomi masyarakat bisa bergerak,” ujarnya saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Jadi ke-448 Sumedang di Gedung DPRD Sumedang, Rabu (22/4/2026) dilansir laman Pemkab Sumedang.
Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan di setiap perangkat daerah. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyediakan tempat pemilahan sampah organik dan nonorganik sebagai langkah nyata pengurangan sampah. “Setiap SKPD harus memiliki tempat pemilahan sampah. Jika tidak tersedia, akan ada pengurangan penghasilan. Di Sumedang juga sudah ada program Rabu Bersih dan Jumat Bersih. Mari kita maksimalkan gerakan tersebut sekaligus mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan,” tegasnya.
Menurut Bupati, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam menghadapi tantangan krisis global, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya. “Itulah langkah-langkah kami untuk mengatasi krisis global yang sedang kita hadapi,” katanya.
Terkait peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448, Bupati menyampaikan bahwa momentum tersebut merupakan hajat seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang. Ia mengajak seluruh warga untuk merayakannya dengan penuh kebersamaan dan partisipasi. “Ini adalah hajat bersama. Mari rayakan dengan kebersamaan, serta terus mendoakan Sumedang agar selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, semakin maju daerahnya, dan semakin sejahtera masyarakatnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, usia 448 tahun menjadi perjalanan panjang yang sarat dengan perjuangan, pengabdian, serta doa dari para pendahulu dan masyarakat. Hal tersebut menjadi modal penting untuk terus mendorong kemajuan daerah. “Sumedang terus tumbuh, terus berbenah, dan terus melangkah maju. Mari kita tanamkan rasa cinta kepada Sumedang, bangga menjadi warga Sumedang, serta menghadirkan diri sebagai bagian dari solusi untuk membangun daerah yang kita cintai,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang salah satu indikatornya tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski capaian IPM dinilai cukup baik, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi ke depan. “Beberapa tantangan kita di antaranya angka kemiskinan sekitar 8 persen yang harus ditekan, tingkat pengangguran terbuka sekitar 6 persen yang harus dikurangi, serta masih ada sekitar 10 persen infrastruktur yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, berbagai program dan kebijakan ke depan akan difokuskan pada upaya pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, peningkatan kemantapan jalan, serta peningkatan produksi pertanian. “Itulah beberapa pekerjaan rumah kami ke depan. Kami akan menghadirkan program dan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang.”







