• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kapan Awal Ramadhan 2025? Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Editor
Minggu, 05 Januari 2025 - 09:13
menu buka puasa ramadhan 2023 buah kurma,awal ramadhan

Menu buka puasa (pexels)

BANDUNG – Kapan awal Ramadhan 2025, berikut gambaran versi penentuannya oleh Muhammadiyah dan Pemerintah.

Umat Islam di Tanah Air akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2025. Diperkirakan, Ramadhan 1446 H kali ini akan jatuh pada Maret 2025. Hanya saja, ada perbedaan cara menentukan awal Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah.

RelatedPosts

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Dalam menentukan awal Ramadhan 1446 H, Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Wujuduk Hilal. Sedangkan pemerintah bersama Nahdhatul Ulama (NU), PERSIS dan organisasi masyarakat lainnya menetapkan 1 Ramadhan dengan metode Imkanur Rukyat.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam karena memiliki banyak keutamaan dan berkah. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, yang tidak hanya mendekatkan diri kepada-Nya, tapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan rasa empati kepada sesama. Selain itu, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran, sehingga menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Alquran, sholat malam, dan memperbanyak doa.

Keistimewaan lainnya adalah pahala amal kebaikan yang dilipatgandakan serta adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Tidak hanya itu, Ramadhan juga menjadi waktu yang penuh kebersamaan, dengan tradisi berbuka puasa bersama, sahur, dan momen kekeluargaan lainnya. Semua ini menjadikan Ramadhan bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat.

Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu 1 Maret 2024. Dengan demikian, sholat tarawih pertama akan dilaksanakan pada Jumat (28/2/2024) malam.  Ketentuan ini juga telah diterbitkan Muhammadiyah dalam Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Dalam kalender versi Muhammadiyah ini juga telah ditetapkan bahwa Idul Fitri 1446 H jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025 / 1 Syawal 1446 H. Kalender ini mulai diberlakukan setelah Muhammadiyah menggelar Musyawarah Nasional XXXII Tarjih ke-32 di Pekalongan, Jawa Tengah pada Februari 2024 lalu.

Sementara, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag), masih akan menetapkan awal Ramadhan 1446 H berdasarkan hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan menjelang bulan puasa dengan menggunakan metode Imkanur Rukyat.

Sidang isbat ini mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004, yang menetapkan bahwa penentuan awal bulan Hijriah dilakukan dengan metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi) oleh pemerintah dan berlaku secara nasional.

Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian tiga derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni dua derajat dengan sudut elongasi tiga derajat.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Bimas Islam Kemenag RI, diperkirakan 1 Ramadhan 1446 H juga jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, dan hari terakhir Ramadhan jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025. Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Sekali lagi,eskipun perkiraan ini dapat dijadikan acuan sementara, penetapan resmi awal Ramadhan 1446 H oleh pemerintah masiu akan diumumkan setelah sidang isbat yang mempertimbangkan hasil rukyat hilal.

Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI untuk memastikan tanggal pasti dimulainya puasa Ramadhan 2025. Jadi, jika dihitung sejak Kamis (26/12/2025) hari ini kita masih harus menunggu 65 hari lagi untuk bertemu Ramadhan 1446 H, yang diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

 

ramadhan 2025, awal ramadhan, muhammadiyah, nu, pemerintah,

Tags: Kementerian Agamamenteri agamaMuhammadiyahramadhan 2025

Related Posts

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan Operasi Patuh 2026.(Foto: Kakorlantas Polri)

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Editor
3 Juni 2026

Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis. SATUJABAR, JAKARTA - Korps Lalu...

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026).(Foto: Setneg)

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026)....

Satelit Indonesia berusia 18 tahun, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat.

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Editor
3 Juni 2026

Kapasitas satelit dengan bandwidth hingga mencapai 50 s.d. 150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia...

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam liar sejak tahun 2018.(Foto: Humas Kemenhut)

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho

Editor
3 Juni 2026

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam...

Kerajinan, ukiran, dan bagian yang diduga berbahan gading gajah.(Foto: Gakkum Kemenhut)

Perdagangan Gading Gajah di Bali Diungkap Patroli Siber

Editor
3 Juni 2026

Perdagangan gading gajah terungkap dari dua lokasi di wilayah Gianyar yang mengamankan sejumlah barang bukti berupa benda kerajinan, ukiran, dan...

Susu murni

Kebutuhan Susu Untuk Industri Perlu 5 Juta Ton, 80 Persen Impor

Editor
3 Juni 2026

Kebutuhan susu untuk kebutuhan bahan baku industri pengolahan nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun, dengan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.