SATUJABAR, BANDUNG – Informasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada 17 April 2026 telah dilaporkan secara luas oleh berbagai kantor berita internasional terkemuka. Berikut adalah ringkasan informasi berdasarkan laporan media luar negeri yang kredibel:
Pernyataan Resmi Iran: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui pengumuman yang dikutip oleh Reuters dan Al Jazeera, menyatakan bahwa Selat Hormuz “terbuka sepenuhnya” bagi semua kapal komersial sebagai bentuk de-eskalasi setelah adanya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Dampak Harga Minyak Dunia: Bloomberg dan The Guardian melaporkan bahwa harga minyak mentah langsung anjlok sekitar 10-13% segera setelah berita ini tersiar. Harga minyak mentah Brent jatuh ke kisaran USD 86,52 – USD 90 per barel, sementara WTI turun ke level USD 81,19 per barel.
Posisi Amerika Serikat: Laporan dari Associated Press (AP) dan CNN menyebutkan bahwa meski Iran membuka selat tersebut, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga kesepakatan damai yang komprehensif tercapai.
Prosedur Pelayaran: Kapal-kapal komersial diinstruksikan untuk mengikuti rute yang dikoordinasikan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran demi faktor keamanan di jalur tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC dan The New York Times.
Negosiasi Lanjutan: BBC melaporkan bahwa pembukaan selat ini merupakan bagian dari upaya negosiasi yang lebih luas, di mana pembicaraan damai berikutnya direncanakan akan berlangsung di Pakistan untuk membahas solusi permanen atas krisis di kawasan tersebut.







