PANDEGLANG – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau langsung Posko SAR Gabungan di Pantai Carita, Banten, Kamis (10/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan operasi pencarian terhadap speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berjalan optimal.
Speed boat tersebut membawa 8 orang, terdiri atas 2 kru, 1 pemandu (guide), dan 5 jurnalis media. Hingga saat ini, Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban.
Kabasarnas menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Pemerintah memberikan perhatian khusus dengan mengerahkan kekuatan SAR untuk segera menemukan dan mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi selamat.
Operasi SAR melibatkan unsur Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung yang bersinergi di bawah koordinasi Kepala Kantor SAR Banten selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC).
“Kami memberikan perhatian khusus untuk segera menemukan korban dan mengevakuasinya dalam kondisi selamat,” ujar Kabasarnas dikutip dari akun resmi media sosial Basarnas.
Untuk memastikan operasi berjalan efektif, Posko SAR Gabungan secara rutin melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi guna memperbarui informasi, menentukan strategi pencarian, serta mengoptimalkan pengerahan sumber daya SAR.
Kabasarnas juga menegaskan bahwa setiap perkembangan operasi akan disampaikan melalui jalur resmi pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan mengedepankan sinergi, koordinasi, keselamatan personel, dan upaya maksimal untuk menemukan seluruh korban.







