• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jejak Tahu Ditengarai Dari Tiongkok

Editor
Minggu, 14 Januari 2024 - 04:10
Tahu

Oleh DryPot - Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=14132647

Jejak tahu ditengarai dari Tiongkok seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.

Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”.

RelatedPosts

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi.

Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tahu sutra (kinugoshi tōfu).

Tahu sutra lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan lebih lanjut, sehingga biasanya dikonsumsi mentah.

Tahu secara umum dibawa para perantau Cina ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

JEJAK TAHU DI INDONESIA

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu.

Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning.

Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Di Kediri tahu kuning menjadi makanan khas. Tahu ini dikenal sebagai tahu takwa. Tempat lain yang juga terasosiasi dengan tahu adalah Sumedang (tahu Sumedang).

Tahu masih terkait dengan kembang tahu dan tauhue (juga disebut sebagai “kembang tahu”) menurut cara pembuatannya.

Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling, tahu isi (tahu bunting), perkedel tahu, dan kerupuk tahu, tahu pedes, tahu krispi, tahu petis dan tahu gimbal.

Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti mi bakso dan soto; atau batagor.

Siomay, salah satu bentuk dimsum, juga menggunakan tahu kukus sebagai komponennya.

 

JEJAK TAHU DI KOREA

Dubu adalah tahu Korea. Orang Korea memanfaatkan tahu untuk berbagai jenis masakan.

Referensi awal mengenai tahu di Korea dapat ditemukan dalam Catatan Mogeun (Mogeunjip) yang ditulis oleh Yi Saek (bernama pena Mogeun, 1328-1396) pada zaman Dinasti Goryeo (938-1392).

Dalam satu puisinya, Yi Saek mengungkapkan kelezatan tahu yang baru saja dibuat.

Referensi lain menuliskan tentang cara memasak tahu Korea dalam Yangchonjip oleh Gwon Geun serta Heo Gyun (1569-1618), seorang sastrawan Dinasti Joseon yang menulis artikel dalam Domundaejak tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar Gerbang Changui.

Sebuah catatan di Sejongsillok (Catatan Pemerintahan Raja Sejong) menyebutkan bahwa Kaisar Ming memuji kelezatan tahu di Joseon dan wanitanya pandai memasak makanan yang lezat.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan Cina ke Korea pada zaman Dinasti Goryeo sejak abad ke-10. Dari Korea barulah tahu dikenalkan ke Jepang.

Tahu Korea teksturnya di antara tahu Cina dan Jepang, tidak keras atau lembut.[5] Orang Jepang memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa Penjajahan Jepang atas Korea (1910-1945).

Dubu jeongol, adalah masakan jeongol tahu dengan sejarah 200 tahun. Dubu jeongol direbus bersama daging sapi, kecambah, lobak putih, dropwort, jamur, bawang, wortel dan kaldu dalam panci besar.

Dubu Buchim, tahu goreng, merupakan salah satu masakan yang disajikan dalam banchan.

Tahu sutera (sundubu): adalah tahu lembut yang tidak diproses layaknya tahu biasa. Sundubu yang paling terkenal adalah sundubu dari Desa Chodang yang dinamakan Chodang Dubu, diproses dengan menggunakan air laut sehingga menghasilkan rasa yang unik.

Sundubu dimakan dengan kecap dan bumbu-bumbu pedas sambil minum makgeolli.

Dubu kimchi, tahu goreng dengan kimchi.

Dubu jorim, tahu goreng dengan saus jorim yang terbuat dari campuran bumbu-bumbu.

Sundubu jjigae adalah jjigae dengan gochujang berisi tahu sutera (sundubu) dan sayur-sayuran.

Sumber: Wikipedia

Tags: tahu

Related Posts

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cepot Ngabuburit Geoteater Rancakalong Sumedang Sabtu (21/2/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada kegiatan menarik di Geoteater Rancakalong Sumedang pada Sabtu sore (21/2/2026). Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar acara Ngabuburit...

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan dengan Hari Jadi Garut Ke-213....

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas apa yang terjadi pada laga...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Kolaborasi Kemenbud & JKPI Untuk Penguatan Perlindungan Warisan Budaya

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) terus diperkuat untuk  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan...

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s

Editor
17 Februari 2026

Ada yang menarik yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan...

Pemerintah Kota Bandung memang menggelar silaturahmi tokoh agama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Kota Bandung tahun 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Silaturahmi Imlek 2577 Kongzili: Toleransi, Sejarah, dan Komitmen Bersama Bangun Kota

Editor
11 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Ada nuansa yang terbangun hangat saat sejumlah orang berkumpul jelang Imlek 2026 di Pendopo Kota Bandung. Pemerintah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.