SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium. Kompetisi ini masuk BWF World Super 750, berhadiah US$ 950.000 atau sekitar Rp 16,65 Miliar.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri keluar sebagai pemenang usai kalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea) 21-19, 21-17.
Kepada Humas PBSI, Fajar Alfian mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih tersebut. “Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” katanya dilansir laman PBSI.
Menurutnya, kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan, punya pertahanany yang sangat luar biasa tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa waspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi.
“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah.”
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengatakan lawan mereka bukan lawan yang mudah di Japan Open 2026 ini. Mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan pihaknya bisa lebih solid, bisa lebih bisa dominan melakukan strategi dengan tepat.
“Komunikasi dengan partner dan pelatih pun sangat berjalan baik jadi semua yang disiapkan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir.”
“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami.”
Di sisi lain pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho mengatakan cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. “Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia,” ucapnya.
Dia mengatakan Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri.
“Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidka banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali.”
Dia mengatakan masih ada China Open setelah ini jadi pihaknya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawannya tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. “Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri.”
BACA JUGA: Piala Dunia 2026: Yamal di Atas Messi, Spanyol Kalahkan Argentina 1-0







