• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jabar Tertinggi Kasus Keracunan MBG, Korban Capai Ribuan Orang

Editor
Sabtu, 27 September 2025 - 02:29
Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Kasus keracunan massal makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat tertinggi hinga total korbannya mencapai ribuan orang. Jumlah korban keracunan terbanyak yang menimpa pelajar dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK), tercatat di empat kecamatan.

Sejak dilaksanakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar yang digagas pemerintah Prabowo-Gibran, memunculkan masalah. Kasus keracunan makanan yang disajikan program MBG terjadi di sejumlah daerah, tertinggi di Jawa Barat dengan total korban mencapai ribuan pelajar.

RelatedPosts

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Berdasarkan sata Badan Gizi Nasional (BGN), total kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, mencapai 4.711 kasus. Kasus keracunan MBG yang menimpa pelajar dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK), tersebar di tiga wilayah di Indonesia.

Jawa Barat menjadi daerah tertinggi terjadinya kasus keracunan MBG, dengan korban terbanyak 2.606 orang sejak Januari 2025. Dari kejadian di wilayah Jawa Barat, empat kecamatan tercatat paling banyak korbannya.

Berikut daftar kasus keranunan MBG di Kabupaten/Kota di Jawa Barat:

– Kabupaten Indramayu 14 Januari 2025: di Sindang Kenanga 6 korban. 22 Agustus 2025 di Gabuswetan 2 korban.

– Kabupaten Karawang 14 Agustus 2025: di Malajaya: 82 korban.

– Kabupaten Cianjur 21 April 2025: di Limbangansari: 254 korban. Puluhan siswa MAN 1, SMP PGRI 1, Santriwati Ponpes Darul Qur’an Assaten, MTs Islamiyah, SMP Budi Luhur Cugenang, terbaru 30 murid SDN Taruna Bakti pada 25 September 2025.

– Kota Bandung 30 April 2025: di Kecamatan Coblong: 320 korban.

– Kabupaten Tasikmalaya Mei 2025: 400 pelajar TK hingga SMP, 38 korban di Kecamatan Mangunjaya: 13 korban do Kecamatan Cikalong, dan 39 korban di Kecamatan Karangnunggal.

– Kabupaten Sukabumi 6 Agustus 2025: di Kecamatan Cilodong 15 korban. 24 September 2025: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi melaporkan tambahan 32 korban.

– Kabupaten Garut 18 September 2025: di Kecamatan Kadungora 565 hingga 657 korban berasal dari 150 kasus keracunan MBG di Kabupaten Garut.

– Kabupaten Sumedang 25 September 2025: 164 korban di tiga sekolah di Kecamatan Ujungjaya.

– Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah dengan kasus terbesar dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) September 2025: 1.315 pelajar PAUD hingga SMA/SMK mengakami keracunan MBG sejak 22–25 September 2025. Rinciannya: 475 korban di Kecamatan Cipongkor, 500 korban di Kecamatan Cipongkor, dan 60 korban di Kecamatan Cihampelas.

Sebagai wilayah tertinggi korban keracunan program MBG, Jawa Barat menghadapi krisis kesehatan masyarakat. Kabupaten Bandung Barat jumlah korban terbanyak, kemudian Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, dan Kota Bandung.

Trauma
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengkhawatirkan dampak psikologis alibat kasus keracunan program MBG. Meski kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah tersebut, dilaporkan tidak sampai menimbullan korban jiwa.

“Sampai hari ini tidak ada korban meninggal, tetap itu menimbulkan trauma. Traumanya adalah anak-anak yang seharusnya mendapat asupan gizi, malah menjadi keracunan, kan bisa menjadi trauma,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan Pihak vendor penyedia makanan dan semua yang terlibat, harus mampu menjaga kualitas sesuai standar, termasuk harga dan kandungan gizinya.

“penyelenggara kegiatannya mampu atau tidak. Makanan yang disajikan sesuai standar dan harga, atau tidak. Kedua hal itu akan menjadi objek penyelidikan,” tegas Dedi Mulyadi.

Tags: dedi mulyadigubernur jawa baratJabar Tertinggijawa baratkabupaten bandung baratkeracunan mbgRibuan Korban

Related Posts

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan Operasi Patuh 2026.(Foto: Kakorlantas Polri)

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Editor
3 Juni 2026

Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis. SATUJABAR, JAKARTA - Korps Lalu...

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026).(Foto: Setneg)

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026)....

Satelit Indonesia berusia 18 tahun, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat.

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Editor
3 Juni 2026

Kapasitas satelit dengan bandwidth hingga mencapai 50 s.d. 150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia...

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam liar sejak tahun 2018.(Foto: Humas Kemenhut)

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho

Editor
3 Juni 2026

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam...

Kerajinan, ukiran, dan bagian yang diduga berbahan gading gajah.(Foto: Gakkum Kemenhut)

Perdagangan Gading Gajah di Bali Diungkap Patroli Siber

Editor
3 Juni 2026

Perdagangan gading gajah terungkap dari dua lokasi di wilayah Gianyar yang mengamankan sejumlah barang bukti berupa benda kerajinan, ukiran, dan...

Susu murni

Kebutuhan Susu Untuk Industri Perlu 5 Juta Ton, 80 Persen Impor

Editor
3 Juni 2026

Kebutuhan susu untuk kebutuhan bahan baku industri pengolahan nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun, dengan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.