• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IWL 2026: Momentum Sejarah Sepak Bola Wanita Indonesia

Editor
Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:57
Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty,(Foto: Dok. PSSI)

Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty,(Foto: Dok. PSSI)

SATUJABAR, JAKARTA – Indonesia Women’s League (IWL) yang dijadwalkan bergulir 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta mendapat sambutan positif dari klub peserta. Kompetisi ini dinilai menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola wanita yang berkelanjutan, profesional, serta memiliki prospek bisnis yang semakin kuat di masa depan.

Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty, menyebut kehadiran IWL sebagai langkah penting setelah klub, pemain, dan pelatih cukup lama menantikan kompetisi yang konsisten. Menurutnya, liga ini tidak hanya menyediakan panggung bagi para pemain, tetapi juga membuka jalur karier yang lebih jelas bagi generasi muda putri yang ingin menekuni sepak bola secara profesional.

RelatedPosts

Emas ke-6 Indonesia Asian Games Disumbang Nurisa Panahan

Persaingan Makin Sengit, Sirnas A Jawa Barat 2026 Memasuki Babak 16 Besar dan Perempat Final

Asian Games 2026: Desak Made Rita Sumbang Emas ke-4 Indonesia

“Hadirnya Indonesia Women’s League merupakan langkah yang sangat penting bagi perkembangan sepak bola wanita di Indonesia,” ujar Evelyn di Jakarta, Jumat (14/8/2026) dilansir laman PSSI.

Ia menilai pemain kini memiliki kesempatan, panggung, dan masa depan untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional. Bagi Persita, keikutsertaan di IWL bukan sekadar mengikuti kompetisi baru, melainkan bagian dari upaya bersama meletakkan fondasi ekosistem sepak bola wanita nasional.

Evelyn menegaskan, pengembangan sepak bola wanita merupakan perjalanan jangka panjang dan tidak dapat diukur hanya dari satu musim. Karena itu, regulasi serta kebijakan kompetisi perlu mempertimbangkan keberlanjutan klub, terutama dari sisi operasional dan finansial. Ia juga mendukung sistem drafting pemain untuk menciptakan pemerataan kualitas di antara enam tim peserta, selama penerapannya transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara.

Dari sisi penyelenggaraan, konsep centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro dinilai realistis untuk musim perdana. Format terpusat dapat meningkatkan efisiensi, memastikan kualitas lapangan, mempermudah koordinasi pertandingan, dan mengurangi kompleksitas logistik. Persita juga berkomitmen menyediakan lingkungan profesional bagi pemain, termasuk dalam aspek kontrak, fasilitas latihan, medis, nutrisi, dan manajemen sesuai tahap perkembangan klub.

Pandangan positif juga disampaikan Owner Persikad, Abdullah Alatas. Ia mengapresiasi keterlibatan Persikad sejak awal kelahiran IWL dan menyebutnya sebagai gagasan positif dari PSSI, Erick Thohir, Vivin Cahyani, para Exco, serta I.League.

“Gagasan yang positif dari PSSI, Pak Erick, Bu Vivin, para Exco dan juga I.League karena Persikad sudah dilibatkan sejak awal kelahiran IWL,” kata Abdullah Alatas.

Dolly menilai sistem drafting tepat diterapkan pada fase awal liga karena mendukung keberlanjutan dan keseimbangan kekuatan. “Dengan drafting dan pembagian pemain timnas akan terjadi keseimbangan, serta pembinaan berkelanjutan bagi pemain-pemain muda putri,” ujarnya.

Ia juga melihat centralized stadium memiliki manfaat operasional sekaligus komersial. “Bermain dengan sistem centralized ini bagus dalam banyak hal. Pertama, menekan cost, kedua kita bangun ekosistem baru di Soemantri sehingga akan menjadi hub. Ketiga itu juga bagus untuk sponsor,” tutur Abdullah. Menurutnya, format tersebut dapat menjadikan IWL seperti festival yang memadukan pertandingan, aktivasi merek, dan kegiatan sponsor.

Persikad, lanjut Dolly, siap memenuhi standar profesional, termasuk kontrak, gaji, mess pemain, dan program latihan. Subsidi operator dan PSSI dinilai cukup untuk satu musim, sembari klub menyiapkan strategi pemasaran guna menarik brand yang relevan. Dengan meningkatnya kualitas kompetisi serta nilai komersialnya, IWL diyakini berpotensi menjadi medium bisnis baru dan berkembang mandiri dalam jangka panjang.

Tags: Indonesia Women's LeagueIWL 2026

Related Posts

Atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah meraih emas di nomor Compound Women Individual. (foto:dok/tim panahan Indonesia)

Emas ke-6 Indonesia Asian Games Disumbang Nurisa Panahan

Editor
1 Oktober 2026

JAKARTA - Kontingen Indonesia mendapatkan tambahan medali emas pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini, medali emas dipersembahkan atlet...

HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 yang berlangsung di dua lokasi, yakni GOR Bandung (Jalan Jakarta) dan GOR Pajajaran, memasuki hari keempat pada Kamis (1/10/2026).(Foto: Satujabar.com)

Persaingan Makin Sengit, Sirnas A Jawa Barat 2026 Memasuki Babak 16 Besar dan Perempat Final

Editor
1 Oktober 2026

BANDUNG — Gelaran kejuaraan bulu tangkis HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 yang berlangsung di dua lokasi, yakni...

Indonesia kembali menambah pundi medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini diukir atlet panjat tebing putri Desak Made Rita Kusuma dengan catatan waktu 6,062 detik.(foto:Gilang/kemenpora.go.id)

Asian Games 2026: Desak Made Rita Sumbang Emas ke-4 Indonesia

Editor
30 September 2026

JAKARTA – Asian Games 2026 belum berakhir. Masih ada harapan bagi Indonesia untuk terus bergerak naik. Indonesia kembali menambah pundi-pundi...

Menpora RI Erick Thohir melakukan kick-off penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga yang dirangkai peluncuran buku Dampak MotoGP Mandalika, Rabu (30/9) pagi. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Menpora Erick Lakukan Kick-off Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir melakukan kick-off penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga yang dirangkai...

Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata sekaligus menyusun Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional di Gedung Bappenas, Rabu (30/9). (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Buku MotoGP Mandalika 2025 Diluncurkan Bappenas, Tandai Desain Besar Industri Olahraga

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata sekaligus memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan...

Peserta Hydroplus Sirkuit Nasional Jawa Barat 2026 memanjatkan doa sebelum bertanding di GOR Bandung Jl. Jakarta, Rabu 30 September 2026.

Hydroplus Sirnas PBSI: Merawat Harapan, Merajut Impian

Editor
30 September 2026

Langkah kaki-kaki berderak riuh di atas lantai hijau hall pertandingan, memecah ruangan di GOR Bandung Jalan Jakarta Kota Bandung yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.