• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 1 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Inovasi Digital Selamatkan Warisan Budaya

Editor
Senin, 24 Februari 2025 - 08:24
Museum Sejarah Kota Bandung (bandung.go.id)

Museum Sejarah Kota Bandung (bandung.go.id)

BANDUNG – Digitalisasi naskah lontar merupakan langkah inovatif dalam melestarikan warisan budaya yang rentan mengalami kerusakan. Hal tersebut disampaikan Peneliti Pusat Riset Manuskrip Literatur dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), I Wayan Nitayadnya dalam paparan risetnya tentang digitalisasi lontar dan pariagem milik keluarga Jero Mangku I Wayan Lila Arsana di Gelgel, Bali dalam upaya penyelamatan naskah kuno.

Paparan tersebut dibahas dalam salah satu panel kegiatan The 2nd International Conference on Language and Literature Preservation (ICLLP) di Gedung Widya Graha BRIN Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (21/02).

RelatedPosts

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Wayan menjelaskan proses risetnya yang terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu pra-digitalisasi, digitalisasi, dan pasca-digitalisasi. Masing-masing memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan informasi yang terkandung dalam naskah kuno.

Tahapan pra-digitalisasi melibatkan pendekatan kepada pemilik naskah. Di Bali, misalnya, terdapat ritual khusus yang harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap naskah sebelum proses digitalisasi dimulai. Setelah mendapat izin, naskah diinventarisasi, dicatat metadata-nya, dan dipilih berdasarkan kelayakan fisik.

Pada tahap digitalisasi, naskah difoto, diedit, dan dikonversi ke dalam format digital. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan memasukkan metadata, mengemasnya dalam bentuk multimedia, serta mempublikasikannya secara daring agar mudah diakses.

Pada tahap pasca digitalisasi, dilakukan alih media dari naskah ke dalam format digital terhadap berkas naskah tersebut. Setelah diolah lebih lanjut, dituturkannya, perangkat lunak tersebut diserahkan kepada pemilik naskah dan juga diserahkan kepada pemberi dana Program Pascasarjana Universitas Marwadewa.

Wayan mengisahkan, banyak naskah lontar dalam kondisi kurang baik, seperti lembaran yang tidak lengkap, tulisan yang memudar, serta terdapat jamur. Ini akibat penyimpanan yang kurang tepat. “Kesulitan utama dalam digitalisasi adalah membaca dan merekonstruksi teks yang telah pudar, meskipun berbagai teknik pemotretan telah diterapkan,” ungkapnya.

Diharapkannya, upaya digitalisasi naskah lontar membawa berbagai manfaat signifikan. Antara lain pelestarian naskah, aksesibilitas yang lebih mudah, dukungan bagi penelitian dan pendidikan, dan  kemudahan berbagi informasi.

“Meski menghadapi tantangan, digitalisasi tetap menjadi solusi terbaik untuk memastikan bahwa ilmu dan sejarah dalam naskah lontar dapat terus dipelajari oleh generasi mendatang,” imbuhnya.

Cerita lain datang dari Giyatmi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memaparkan pembuatan konten untuk pelestarian bahasa Jawa dari akun instagram @rafidasarihusna, @babaddotid, dan @awingaljamal. Ia mengatakan bahwa bahasa Jawa, sebagai salah satu warisan budaya, menghadapi tantangan besar akibat globalisasi, kemajuan teknologi, dan pergeseran kebiasaan masyarakat.

“Saat ini, banyak orang Jawa  lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja,” ungkapnya. Faktor utama yang menyebabkan penurunan penggunaan bahasa Jawa adalah lingkungan keluarga dan pendidikan, di mana bahasa Jawa tidak lagi diajarkan secara aktif di rumah maupun sekolah.

Ia menjelaskan, media sosial seperti instagram dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengenalkan kembali bahasa Jawa kepada generasi muda. Diungkapnya, berbagai bentuk konten yang digunakan meliputi daftar kosa kata. Contohnya nama tanaman, bunga, hewan, hari, dan bulan dalam bahasa Jawa. Ada juga variasi kata kerja dan ekspresi, misalnya berbagai cara mengatakan “makan”. Masih banyak hal lainnya seperti permainan bahasa yang mengajak pengguna untuk berinteraksi, juga onten edukatif mengenai budaya Jawa.

Pada kesempatan yang sama, Mashuri dari Program Doktoral FIB Universitas Indonesia mengungkap jejaring intelektual Sastra Suluk Pesisiran di Madura daaam kasus Suluk Syekh Majenun DS 0157 00002. Temuan ini bermula dari proyek digitalisasi manuskrip yang dilakukan oleh tim Jerry Green dan Tripsi pada 22 September 1963. Dalam proses ini, ditemukan 60 naskah yang tersimpan dalam kondisi buruk, sehingga hanya 36 yang layak untuk digitalisasi.

Mashuri menambahkan, salah satu naskah yang menarik perhatian adalah suluk berbahasa Jawa yang ditemukan di lingkungan pesantren Madura. Suluk Syekh Majenun menandai sebuah pergeseran orientasi teks-teks sufi (heterodoks ke ortodoks) di kalangan intelektual dan agamawan di Pantai Utara Jawa, terutama di pesantren dan komunitas tarekat.

“Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan intelektual antara Madura dan pesisir Jawa memiliki jejak historis yang kuat. Penelitian ini juga membuka wawasan baru mengenai persebaran sastra suluk dan pentingnya pesantren sebagai penjaga tradisi keilmuan Nusantara,” ujar Mashuri.

Sementara itu, Jafar Fakhrurozi dari Universitas Teknokrat Indonesia dan juga Universitas Padjadjaran membahas tentang kontruksi identitas anak-anak Lampung melalui puisi lisan wawancan. Dikatakannya, puisi lisan masyarakat Lampung, yang diwariskan secara turun-temurun, memiliki peran penting dalam membangun serta mempertahankan identitas budaya mereka.

Salah satu elemen utama dalam puisi lisan Lampung adalah penggunaan bahasa khas yang mencerminkan nilai-nilai budaya setempat. Penggunaan bahasa Lampung tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang menghubungkan masyarakat dengan akar tradisinya.

“Secara keseluruhan, puisi lisan Lampung merupakan bagian integral dari konstruksi identitas budaya masyarakatnya. Melalui bahasa, nilai-nilai adat, serta sejarah yang terkandung di dalamnya, puisi lisan tidak hanya memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal. Juga menjadi alat penting dalam menjaga kesinambungan warisan budaya Lampung di tengah perubahan zaman,” jelasnya.

Tags: BRINBudaya

Related Posts

Harga CPO atau minyak kelapa sawit,Indeks Harga Perdagangan Besar. Ekspor limbah,harga referensi cpo

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode...

Enam pemuka agama pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (01/08/2026).(Foto: Setneg)

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan...

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 1/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 1/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.603.000 per gram...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), berbincang dengan pendiri MS Glow, Gilang Widya Pramana (kiri) dan Shandy Purnamasari (tengah), saat kunjungan kerja ke kantor MS Glow, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke kantor MS Glow...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat