• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 30 Agustus 2025
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Inflasi Jabar Juli 2022 Masih Meroket

Editor
Selasa, 02 Agustus 2022 - 08:15
jawa barat inflasi september 2022 deflasi

Bahan makanan cabai pendorong inflasi

BANDUNG: Laju inflasi Jabar pada Juli 2022 mencapai 0,62% berdasarkan indeks harga konsumen gabungan yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 112,27 pada Juni 2022 menjadi 112,97 pada Juli 2022.

“Dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,62%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat Marsudijono, Senin (1/8/2022).

Berdasarkan data year to date (YTD), inflasi Jabar sampai Juli sudah mencapai 4,07% sedangkan secara tahunan (yoy) mencapai 4,94%.

Berdasarkan 7 kota yang dipantau, inflasi Kota Bogor mencapai 0,55%, Kota Sukabumi 0,43%, Kota Bandung 0,60%.

Kemudian Kota Cirebon 0,36%, Kota Bekasi 0,62%, Kota Depok 0,71%, dan Kota Tasikmalaya 0,57%.

Menurut pantauan BPS, kenaikan harga LPJ dan tarif listrik memicu kenaikan inflasi di Jawa Barat. Di sisi lain, harga komoditas hortikultura juga masih tinggi seperti cabai merah.

“Kenaikan harga gas elpiji non subsidi dan komoditas rokok menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar di bulan Juli 2022,” katanya.

ANDIL

Berdasarkan data BPS, bahan bakar LPJ nonsubsidi berkontribusi sebesar 0,53%.

Kemudian cabai merah 0,46%, bensin 0,24%, minyak goreng 0,12%, daging ayam ras 0,10%, cabai rawit 0,09%, telur ayam ras 0,08%, sewa rumah 0,07%, dan sabun 0,07%.

“Komoditas hortikultura sayuran juga masih memberikan andil tinggi terhadap inflasi Juli 2022, namun secara tren harganya sudah mulai mengalami penurunan di akhir bulan,” tambahnya.

Dia mengatakan inflasi Juli ini memang terjadi tidak seperti biasanya. Menurutnya, setelah Idul Fitri yang biasanya mengalami penurunan, inflasi Juli 2022 ternyata masih menguat.

“Inflasi selama Juli memang masih tinggi. Tidak seperti biasanya yang turun setelah Lebaran.”

Pada Januari inflasi Jabar mencapai 0,45%, Februari mencapai 0,26%, Maret mencapai 0,69%, April mencapai 1,07%, Mei 0,34%, Juni, 0,57%, dan Juli 0,62%.

Secara tahun berjalan (Januari-Juli/YTD) inflasi tahun 2022 mencapai angka tertinggi dengan inflasi sebesar 4,94%. Sedangkan pada YTD 2020 mencapai 2,75%, dan pada 2021 mencapai 1,46%.

 

Tags: ade yasinbadan pusat statistik jabarBPSinflasi jaba julisembako

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.