• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 11 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Mamin Triwulan III 2024 Tumbuh Positif, Beri Kontribusi Signifikan

Editor
Senin, 23 Desember 2024 - 02:56
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/12).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/12).(FOTO: Humas Kemenperin)

BANDUNG  – Industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan III tahun 2024, sektor ini tercatat tumbuh sebesar 5,82 persen, melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang sebesar 4,95 persen. Selain itu, industri mamin memberikan andil sebesar 40,17 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, menjadikannya subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi, menyatakan bahwa industri makanan dan minuman merupakan sektor yang mendapat prioritas dalam pengembangan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dan peta jalan Making Indonesia 4.0.

RelatedPosts

Konvoi Persib, 10 Insiden Kecelakaan di Kota Bandung

Truk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan dan Warga di Bogor, 1 Tewas 1 Luka

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

“Dalam upaya mengoptimalkan kinerja industri mamin, penting untuk memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang tinggi. Penerapan ISO 9001:2015 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib sangat penting untuk mencapai hal tersebut,” ujar Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta.

Penerapan ISO 9001:2015, yang merupakan standar internasional untuk sistem manajemen mutu, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses, konsistensi produk, dan kepuasan pelanggan. Sementara itu, penerapan SNI Wajib untuk produk pangan bertujuan memastikan pemenuhan standar mutu nasional, memberikan perlindungan kepada konsumen, serta memperkuat daya saing produk lokal.

Andi juga menekankan pentingnya penerapan SNI di sektor industri kecil dan menengah (IKM), yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta efisiensi operasional. Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah mengadopsi ISO 9001:2015 menjadi SNI ISO 9001:2015 untuk mendukung pengembangan budaya kerja yang kondusif dan pencapaian tujuan bisnis yang optimal.

Namun, Andi Rizaldi mengungkapkan bahwa masih terdapat tantangan dalam penerapan standar tersebut, terutama di sektor IKM pangan. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain tingginya biaya sertifikasi, kurangnya pemahaman pelaku usaha, dan kompleksitas prosedur sertifikasi.

“Sertifikasi menjamin bahwa produk aman dan berkualitas, sehingga membuka peluang untuk masuk ke pasar modern dan ekspor. Dengan standar yang terstruktur, proses produksi bisa lebih efektif,” jelas Direktur Kebijakan Ekonomi Ketenagakerjaan dan Pengembangan Regional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yurike Patricia Marpaung, pada serah terima Naskah Kebijakan terkait Peluang dan Tantangan Penerapan ISO 9001:2015 dan SNI Wajib untuk Industri Pangan Mikro dan Kecil di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Bogor.

Plt. Kepala BBSPJIA Bogor, Siti Rohmah Siregar, menambahkan bahwa kendala lain dalam penerapan ISO 9001:2015 dan SNI Wajib di sektor IKM adalah tingginya biaya sertifikasi, kurangnya pengetahuan, dan kompleksitas prosedur. Banyak pelaku usaha kecil dan mikro yang belum memahami pentingnya sertifikasi karena biaya dan proses yang dianggap rumit.

BRIN bersama BBSPJIA Bogor telah melakukan kajian terhadap kebijakan penerapan ISO 9001:2015 dan SNI Wajib untuk IKM pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sedikit sekali pelaku IKM yang menerapkan standardisasi seperti SNI atau ISO, dan penggunaan internet sebagai sarana pemasaran produk juga masih minim. Padahal, IKM yang sudah menerapkan SNI/ISO dan memiliki akses internet dapat meningkatkan produktivitasnya hingga 15 persen lebih tinggi dibandingkan dengan IKM yang tidak memilikinya.

“Harapannya, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini, sehingga sektor IKM pangan dapat memanfaatkan peluang untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Siti Rohmah.

Tags: Industri makananindustri minuman

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memantau pergerakan bobotoh Persib konvoi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Konvoi Persib, 10 Insiden Kecelakaan di Kota Bandung

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Konvoi Persib usai menang melawan Persija Minggu 10 Mei 2026 menyebabkan sejumlah insiden. Menurut Wali Kota Bandung...

Ilustrasi korban kecelakaan lalu-lintas.(Foto:Istimewa).

Truk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan dan Warga di Bogor, 1 Tewas 1 Luka

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, BOGOR--Peristiwa kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Truk tangki air menabrak empat kendaraan dan...

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi atsiri berujung dengan penguatan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi...

Ilustrasi senjata tajam pisau.(foto: istimewa)

Pria di Bandung Tikam Mantan Adik Ipar, Dendam karena Bercerai dengan Istri

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria di Kota Bandung, Jawa Barat, menghabisi mantan adik ipar usai bercerai dengan istrinya. Aksi nekat pria berusia...

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.(Foto: Humas Bank Indonesia)

Bank Negara Malaysia dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) Senin 11 Mei 2026 menandatangani Nota Kesepahaman (NK) untuk...

Survei optimisme konsumen kondisi ekonomi

Survei Konsumen April 2026: Porsi Konsumsi Relatif Stabil

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA- Survei konsumen April 2026 oleh Bank Indonesia menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.