• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indeks Kepercayaan Industri Manufaktur November 2024 Naik, Didorong Permintaan Domestik yang Tinggi

Editor
Jumat, 29 November 2024 - 06:28
kinerja Ekonomi jawa barat,indeks harga perdagangan besar,bps

Kawasan industri (bappeda Jabar)

BANDUNG – Kinerja industri manufaktur Indonesia menunjukkan tren positif meskipun di tengah ketidakstabilan kondisi global. Berdasarkan hasil analisis Tim Analis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian, pada bulan November 2024, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat mencapai 52,95, yang menunjukkan ekspansi. Angka ini meningkat 0,20 poin dibandingkan dengan Oktober 2024 dan 0,52 poin dibandingkan dengan November 2023.

“Peningkatan IKI bulan November ini ditopang oleh ekspansi 21 subsektor yang menyumbang 99,3% terhadap PDB Industri Manufaktur Nonmigas pada Triwulan II 2024,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (28/11).

RelatedPosts

Rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah-Putih, Dibutuhkan 30 Ribu Formasi

Kasus Kekerasan Seksual Online Naik Setiap Tahun, Kemkomdigi Pelototi Kinerja Platform Digital

Kemkomdigi Beri Peringatan Terakhir Bagi Wikimedia Sebelum Diblokir

Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah faktor, antara lain kenaikan ekspansi indeks pesanan baru sebesar 2,58 poin menjadi 54,2, meskipun indeks persediaan sedikit menurun 1,18 poin menjadi 54,68 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, sektor produksi menunjukkan kontraksi dengan penurunan 2,84 poin menjadi 49,72 akibat penguatan nilai tukar dolar AS yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku impor.

Menurut Febri, meskipun sektor industri berorientasi ekspor menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan global, sektor yang berfokus pada pasar domestik mencatatkan kinerja yang lebih baik. “Industri yang berorientasi pasar domestik masih menunjukkan performa yang baik berkat berbagai program pemerintah, seperti hilirisasi industri dan pemberian makan bergizi gratis,” jelasnya.

Indeks IKI bulan November juga menunjukkan kinerja yang baik pada tiga subsektor utama, yaitu Industri Peralatan Listrik, Industri Minuman, dan Industri Pencetakan dan Media Reproduksi. Kinerja subsektor Industri Peralatan Listrik, misalnya, dipengaruhi oleh penyelesaian proyek PLN dan peningkatan permintaan peralatan pengisi daya baterai untuk kendaraan listrik umum (SPKLU). Sementara itu, Industri Minuman didorong oleh persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun, terdapat dua subsektor yang mengalami kontraksi, yaitu Industri Pengolahan Lainnya dan Reparasi serta Pemasangan Mesin dan Peralatan. Industri Pengolahan Lainnya yang lebih berorientasi ekspor, seperti produk perhiasan dan alat musik, menghadapi penurunan ekspor akibat pelambatan ekonomi negara tujuan ekspor. Sementara itu, subsektor Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan mengalami kontraksi karena penurunan permintaan domestik.

Lebih lanjut, analisis berdasarkan orientasi pasar menunjukkan bahwa IKI untuk industri yang berorientasi pasar domestik lebih tinggi dibandingkan dengan yang berorientasi ekspor. IKI untuk industri domestik tercatat 53,33, sementara IKI untuk industri ekspor berada di angka 52,39. Sebanyak 20 subsektor industri domestik mengalami ekspansi, sementara subsektor yang mengalami kontraksi terutama di sektor pengolahan tembakau dan pengolahan lainnya, yang terdampak penurunan permintaan.

Febri juga menyoroti bahwa IKI yang meningkat ini menunjukkan tingginya permintaan domestik yang didorong oleh keyakinan masyarakat terhadap pemerintahan baru. “Peningkatan keyakinan ini tercermin dalam kegiatan usaha yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan proporsi 30,8% pelaku industri melaporkan kondisi usaha membaik,” tambahnya.

Namun demikian, meskipun pasar domestik menunjukkan optimisme, Febri mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi domestik juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian terkait pemilihan presiden di Amerika Serikat. Hal ini menambah tantangan bagi industri manufaktur dalam menjaga stabilitas produksi dan nilai tukar Rupiah.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kemenperin menegaskan pentingnya kebijakan pro-industri yang mendukung pasar domestik, termasuk kebijakan pembatasan impor produk jadi, yang akan memperkuat pasar domestik dan mendongkrak nilai IKI industri manufaktur Indonesia.

Tags: industrikemenperinmanufaktur

Related Posts

Koperasi Desa/Kelurahan Merah-Putih.(Foto:Istimewa).

Rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah-Putih, Dibutuhkan 30 Ribu Formasi

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Pemerintah membuka rekrutmen untuk posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah-Putih tahun 2026. Rekrutmen secara resmi dibuka melalui panitia seleksi nasional,...

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.(Foto: Dok. Kemkomdigi)

Kasus Kekerasan Seksual Online Naik Setiap Tahun, Kemkomdigi Pelototi Kinerja Platform Digital

Editor
16 April 2026

Pemerintah mengawasi lebih ketat platform digital, memastikan setiap penyelenggara sistem elektronik menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan pengguna. SATUJABAR, JAKARTA...

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar.(Foto: Dok. Komdigi)

Kemkomdigi Beri Peringatan Terakhir Bagi Wikimedia Sebelum Diblokir

Editor
16 April 2026

Jika dalam 7 hari kerja Wikimedia tidak juga mendaftar PSE sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, maka Kemkomdigi akan...

Pembukaan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).(Foto: Istimewa)

Menperin Optimistis Industri TPT Tetap Jadi Sektor Sunrise

Editor
16 April 2026

Khusus untuk industri TPT, sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55% (year-on-year), dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar serta surplus...

Bupati Cirebon Imron dan Duta Besar Bulgaria, Tanya Dimitrova.(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Pemkab Cirebon Terima Dubes Bulgaria, Bahas Kerja Sama Ekonomi

Editor
16 April 2026

Bupati Imron menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama setelah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Industri Rebana....

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Batangan Antam Kamis 16/4/2026 Rp 2.888.000 Per Gram

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Kamis 16/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.888.000 per gram sebelum...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.