BANDUNG – Indeks Harga Ekspor (IHX) Indonesia pada triwulan IV-2024 mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen dibandingkan triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 3,79 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2023 (y-on-y). Sementara itu, IHX kelompok migas tercatat turun 0,85 persen secara q-to-q dan turun signifikan sebesar 11,61 persen secara y-on-y. Sebaliknya, IHX kelompok nonmigas naik 2,30 persen secara q-to-q dan meningkat 4,81 persen secara y-on-y.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kenaikan IHX terbesar pada triwulan IV-2024 (q-to-q) terjadi pada Golongan Barang Lemak dan Minyak Hewani/Nabati (HS 15), yang tercatat meningkat 15,62 persen. Namun, penurunan terdalam terjadi pada Golongan Barang Nikel dan Barang Daripadanya (HS 75) dengan penurunan sebesar 9,76 persen.
Di sisi lain, Indeks Harga Impor (IHM) Indonesia pada triwulan IV-2024 juga mengalami kenaikan. Secara umum, IHM naik 1,60 persen dibandingkan dengan triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 7,36 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2023 (y-on-y). IHM kelompok migas turun 0,96 persen secara q-to-q dan turun 6,26 persen secara y-on-y, sementara IHM kelompok nonmigas naik 2,12 persen secara q-to-q dan naik 10,55 persen secara y-on-y.
Kenaikan IHM tertinggi terjadi pada Golongan Barang Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39), yang tercatat naik 11,49 persen secara q-to-q. Penurunan terbesar terjadi pada Golongan Barang Daging Hewan (HS 02), yang turun sebesar 15,66 persen.








