• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 3 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hari Film Nasional ke-76: Dorongan Kuat Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia

Editor
Jumat, 03 April 2026 - 07:21
(Foto: Humas Kemenbud)

(Foto: Humas Kemenbud)

SATUJABAR, JAKARTA Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Studio Screen X, CGV Grand Indonesia, saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka peringatan Hari Film Nasional (HFN) 2026 yang jatuh pada 1 April lalu. Peringatan ke-76 ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah masa depan perfilman Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan nonton bareng film klasik Darah dan Doa, karya legendaris Usmar Ismail yang pertama kali dirilis pada 1950. Film tersebut dikenal sebagai tonggak lahirnya perfilman nasional dan kembali dihadirkan dalam versi restorasi agar dapat dinikmati generasi masa kini.

RelatedPosts

Musim Haji Jatuh di Musim Panas, Apa Mesti Disiapkan Oleh Jemaah?

Wonhee ILLIT Puncaki Reputasi Brand Rookie Idol April, Ini Daftar Lengkap 30 Besar

Kabar Gembira! Belanja di Korea Selatan Sudah Bisa Pakai QRIS

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa film bukan hanya hiburan, melainkan medium strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia ke dunia. Ia menyebut film sebagai kekuatan soft power yang memuat beragam ekspresi budaya—mulai dari seni peran, musik, tari, hingga bahasa dan tradisi.

“Film adalah salah satu platform paling efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia di tengah peradaban global,” ujarnya. Ia menambahkan, kekayaan Indonesia yang terdiri dari lebih dari 1.300 kelompok etnis dan ratusan bahasa daerah merupakan sumber cerita yang tak ada habisnya untuk diangkat ke layar lebar.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui berbagai langkah strategis, mulai dari pengembangan talenta, dukungan pendanaan, hingga membuka peluang lebih luas bagi sineas Indonesia untuk tampil di festival film internasional. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan film Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Naswardi, menyoroti pentingnya pelestarian karya film nasional. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam merestorasi film Darah dan Doa, sehingga warisan sinema Indonesia tetap hidup dan relevan lintas generasi.

LSF juga terus menggalakkan gerakan budaya sensor mandiri, yakni mengajak masyarakat untuk menonton sesuai klasifikasi usia. Menurutnya, literasi tontonan yang baik menjadi kunci dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat dan bertanggung jawab.

Sutradara kenamaan Joko Anwar turut memberikan perspektifnya. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting bagi kemajuan perfilman nasional. “Kita tidak akan bisa maju kalau kita tidak tahu akar kita,” ujarnya.

Menurut Joko, kekuatan utama film Indonesia terletak pada kemampuan bercerita yang otentik dan dekat dengan realitas masyarakat. Dengan potensi pasar yang besar di Asia Tenggara serta dominasi penonton dari kalangan muda, ia optimistis film Indonesia mampu menempati posisi strategis di peta perfilman dunia.

Peringatan HFN 2026 juga dihadiri berbagai tokoh dan komunitas perfilman, termasuk Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi, Ketua Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Sonny Pudjisasono, serta keluarga besar Usmar Ismail. Hadir pula perwakilan mahasiswa dan komunitas film dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta.

Mendampingi Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan jajaran kementerian turut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan industri film nasional.

Melalui momentum Hari Film Nasional tahun ini, pemerintah berharap kolaborasi antara negara, pelaku industri, dan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, perfilman Indonesia tidak hanya berkembang sebagai industri, tetapi juga menjadi sarana penting dalam memperkenalkan jati diri bangsa di kancah global—melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Tags: fadli zonHari Film Nasional ke-7HFN

Related Posts

Jutaan ummat muslim termasuk dari Indonesia muai bergerak ke Arafah untuk mengikuti prosesi wukuf. (Dok. Istimewa)

Musim Haji Jatuh di Musim Panas, Apa Mesti Disiapkan Oleh Jemaah?

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Seperti diketahui Arab Saudi mengalami empat musim berbeda sepanjang musim yakni musim semi, panas, musim gugur, dan...

Wonhee (ILLIT)

Wonhee ILLIT Puncaki Reputasi Brand Rookie Idol April, Ini Daftar Lengkap 30 Besar

Editor
2 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Lembaga riset The Korean Business Research Institute merilis peringkat reputasi brand untuk idol rookie individu periode April...

Launching QRIS Indonesia-Korea Selatan.(Foto: Bank Indonesia)

Kabar Gembira! Belanja di Korea Selatan Sudah Bisa Pakai QRIS

Editor
2 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kabar gembira bagi Anda yang melancong ke Korea Selatan dimana Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi...

Akad nikah.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pengen Nikah Gratis di Bulan Syawal Ini! Ke MPP Kota Bandung Aja

Editor
1 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Kabar gembira bagi Anda yang punya rencana menikah pada bulan Syawal ini tetapi anggaran terbatas? Sepertinya opsi...

aspirasi IDI

Kasus Campak Meningkat, Kenali Gejalanya dan Segera Lakukan Ini

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala campak dan segera melakukan penanganan guna mencegah penularan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), menghadiri sekaligus mencanangkan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.(Foto: Istimewa)

Menteri Kebudayaan Canangkan Hari Filateli Nasional 2026 di Yogyakarta

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), menghadiri...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.